Kategori: Lampung Barat

  • Heboh Penemuan Mayat di Sungai Banjar Negeri, Diduga Kuat Pandra Apriliadi

    Heboh Penemuan Mayat di Sungai Banjar Negeri, Diduga Kuat Pandra Apriliadi

    Natar, 31 Juli 2025 — Warga Desa Banjar Negeri, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, digegerkan oleh penemuan sesosok mayat pria yang mengambang di pinggir sungai pada Kamis pagi (31/7/2025). Pria tersebut mengenakan jaket merah, dan diduga kuat merupakan Pandra Apriliadi (21), pemuda asal Sungkai Utara yang telah dilaporkan hilang sejak lima hari lalu.

    Sejak pukul 08.00 WIB, sekitar 80 warga yang dipimpin oleh Kepala Dusun, Suratmi, melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Banjar Negeri. Sungai ini membelah dua wilayah, yakni Desa Branti Raya dan Haduyang. Pencarian dipicu oleh meningkatnya atensi publik terhadap kasus hilangnya Pandra yang sempat viral di media sosial dan grup komunitas lokal.

    Sekitar pukul 10.15 WIB, warga menemukan sesosok jenazah pria di tepi sungai dalam kondisi tidak bernyawa. Temuan tersebut segera dilaporkan kepada Kepala Desa dan Babinsa untuk diteruskan kepada pihak kepolisian.

    Hingga Kamis siang, jenazah masih berada di lokasi penemuan, menunggu proses evakuasi dan identifikasi resmi oleh pihak kepolisian. Belum ada pernyataan resmi terkait penyebab kematian, waktu kematian, maupun konfirmasi identitas secara forensik.

    Meski demikian, sejumlah warga yang mengenal korban meyakini kuat bahwa mayat tersebut adalah Pandra Apriliadi.

    “Pandara sudah ditemukan, positif ini Pandra. Udah tidak simpang siur lagi, udah,” ujar seorang warga yang turut berada di lokasi penemuan.

    Penemuan mayat ini sontak menjadi viral. Sejumlah foto dan video dari lokasi penemuan tersebar luas di berbagai platform media sosial. Publik pun mendesak aparat penegak hukum untuk segera memastikan identitas korban dan mengungkap penyebab kematian secara terang-benderang.

    Pihak keluarga korban hingga kini masih menanti kabar resmi dari kepolisian dan berharap agar proses identifikasi dan penyelidikan dapat dilakukan secara terbuka dan tuntas.

    (*)

  • Bupati Lampung Barat Kunjungi PLTP Salak, Bahas Peluang Kolaborasi Energi Panas Bumi

    Bupati Lampung Barat Kunjungi PLTP Salak, Bahas Peluang Kolaborasi Energi Panas Bumi

    Bogor, 11 Juni 2025 — Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Salak yang dikelola oleh Star Energy Geothermal Salak di Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, pada Rabu (11/6).

    Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung aktivitas operasional dan potensi pengembangan energi panas bumi di PLTP Salak. Dalam kesempatan tersebut, Parosil meninjau progres pembangunan serta kapasitas energi yang telah terpasang, sekaligus mengevaluasi potensi perluasan proyek di masa mendatang.

    “Tujuannya untuk memastikan bagaimana cara melakukan eksplorasi panas bumi yang berada di Gunung Salak ini,” ujar Parosil Mabsus saat ditemui usai kunjungan.

    Menurutnya, kunjungan ini merupakan langkah awal untuk mengeksplorasi kemungkinan pemanfaatan sumber daya energi panas bumi di wilayah Lampung Barat dan sekitarnya. Ia juga menyampaikan harapannya agar dapat terjalin kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dan Star Energy dalam pengembangan energi terbarukan di daerahnya.

    Usai mendengar pemaparan dari pihak manajemen PT. Star Energy Geothermal Salak, Parosil menyatakan ketertarikannya untuk mendorong inisiatif serupa di Lampung Barat, dengan menggandeng pihak-pihak yang berkompeten dalam pengelolaan energi panas bumi.

    “Star Energy diharapkan ke depannya dapat berkolaborasi di Kabupaten Lampung Barat,” pungkasnya.

    Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Lampung Barat dalam mendukung transisi energi bersih dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan, khususnya dalam sektor energi terbarukan.

  • Evakuasi Jenazah Korban Diduga Diserang Binatang Buas di Talang Sakimin, Dusun Mekarsari, Pekon Sukadamai, Kecamatan Air Hitam, Lampung Barat

    Evakuasi Jenazah Korban Diduga Diserang Binatang Buas di Talang Sakimin, Dusun Mekarsari, Pekon Sukadamai, Kecamatan Air Hitam, Lampung Barat

    Air Hitam, 27 Mei 2025 – Warga Dusun Mekarsari, Pekon Sukadamai, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat, digemparkan dengan ditemukannya jenazah seorang pria yang diduga menjadi korban serangan binatang buas, diduga Harimau Sumatera. Jenazah ditemukan dalam kondisi tidak utuh di wilayah Talang Sakimin, kawasan penyangga Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

    Korban diketahui bernama Sudarso alias Sondong, berusia 50 tahun, warga asal Karang Randu, RT 01/RW 01, Desa Jumuh, Gedung Jati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Ia diketahui menetap sementara di lokasi untuk berkebun.

    Kronologi Kejadian

    Menurut keterangan warga dan tim pencari, korban terakhir terlihat pada Sabtu, 24 Mei 2025. Ketika rumah korban diperiksa, ditemukan makanan yang sudah membusuk, serta alat pertanian berupa cangkul di sekitar kebun milik korban. Penemuan jejak kaki yang diduga milik harimau memperkuat dugaan adanya serangan satwa liar.

    Pencarian dilakukan oleh tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Polhut, TNBBS, Masyarakat Mitra Polhut (MMP), serta warga setempat yang berjumlah 35 orang. Jenazah akhirnya ditemukan pada Selasa, 27 Mei 2025 pukul 09.00 WIB dalam kondisi tidak utuh, sekitar semak belukar di wilayah TNBBS dengan koordinat 48M 432321. 9429409.

    Jenazah kemudian dievakuasi ke Puskesmas Kecamatan Air Hitam menggunakan ambulans, dan berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis yang dipimpin oleh dr. Hendri Desman Saputra, dinyatakan bahwa korban meninggal dunia akibat serangan binatang buas.

    Kutipan Narasumber

    Warga sekitar yang ikut dalam pencarian, Dahrul (45), menyampaikan kesaksiannya:

    “Kami sudah curiga karena Pak Sondong tak kelihatan sejak Sabtu. Saat ke rumahnya, makanannya sudah basi, rumahnya kosong. Kami lanjut cari ke kebun, dan lihat jejak yang mirip jejak harimau. Akhirnya ditemukan juga jasadnya, tapi sudah tidak utuh,” ujar Dahrul.

    Sementara itu, Pj. Peratin Pekon Sukadamai, yang turut hadir dalam musyawarah evakuasi menambahkan:

    “Kami langsung berkoordinasi dengan semua pihak setelah laporan masuk. Alhamdulillah evakuasi berjalan lancar dan semua pihak sigap menangani.”

    Penanganan dan Tindak Lanjut

    Kegiatan evakuasi ditutup pada pukul 15.20 WIB dalam keadaan aman dan tertib. Pihak terkait akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Balai TNBBS dan instansi teknis lainnya untuk pengamanan kawasan serta pencegahan kejadian serupa di masa depan. (*)

  • Fokal IMM Desak Satgas Penertiban Kawasan Hutan Tindak Tegas Perambah TNBBS di Lampung Barat

    Fokal IMM Desak Satgas Penertiban Kawasan Hutan Tindak Tegas Perambah TNBBS di Lampung Barat

    Lampung Barat, 28 Mei 2025 – Terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 5 Tahun 2025 tentang Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan disambut baik oleh berbagai pihak, termasuk Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) Lampung Barat. Fokal IMM mendesak agar Satgas tersebut segera turun ke lapangan dan menindak para perambah di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang kian merajalela di Kabupaten Lampung Barat.

    Menurut Fokal IMM, kerusakan hutan di wilayah tersebut sudah pada tahap mengkhawatirkan, di mana kawasan konservasi yang seharusnya dilindungi justru telah banyak disulap menjadi kebun kopi ilegal tanpa penegakan hukum yang tegas.

    “Satgas ini adalah mandat langsung dari Presiden, dan ini menjadi kabar baik bahwa negara hadir dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kami mendorong agar Satgas segera melakukan relokasi perambah dan penghentian seluruh aktivitas ilegal di kawasan TNBBS. Kami menduga ada mafia yang terlibat dalam perusakan hutan ini,” tegas Heri Agustiawan, perwakilan Fokal IMM Lampung Barat.

    Lebih lanjut, Heri menyatakan bahwa Fokal IMM siap mendukung penuh upaya reboisasi demi mengembalikan fungsi ekosistem hutan. Ia menegaskan pentingnya menjaga kelestarian kawasan hutan, karena hutan adalah sumber kehidupan bagi masyarakat Lampung Barat.

    “Negara ini harus membuktikan diri sebagai negara hukum, bukan negara kekuasaan. Penertiban hutan adalah bentuk nyata dari keadilan lingkungan,” tambahnya.

    Fokal IMM juga menyoroti dampak kerusakan hutan yang telah menimbulkan konflik antara manusia dan satwa liar. Kasus terbaru terjadi di kawasan Talang Lobang, Kecamatan Air Hitam, di mana seorang warga bernama Sudarso (50) tewas dalam konflik dengan Harimau Sumatera. Sejak akhir 2024 hingga pertengahan 2025, tercatat sudah lima korban jiwa akibat konflik serupa di Kabupaten Lampung Barat.

    “Kami percaya, jika pemerintah pusat melalui Satgas ini benar-benar turun tangan, maka pemerintah daerah akan turut mendukung dan menjalankan kebijakan tersebut. Menjaga hutan berarti menjaga kehidupan masyarakat,” tutup Heri.

    Perpres Nomor 5 Tahun 2025 sendiri menegaskan mandat Satgas untuk memberantas aktivitas ilegal di kawasan hutan, memperbaiki tata kelola lahan, dan memaksimalkan penerimaan negara dari sektor kehutanan. Satgas ini berada langsung di bawah koordinasi Presiden, menandakan keseriusan negara dalam menjaga hutan Indonesia dari ancaman kerusakan dan eksploitasi liar. (*)

  • Bupati Lampung Barat Sambangi Forkopimda, Pererat Silaturahmi Usai Idulfitri

    Bupati Lampung Barat Sambangi Forkopimda, Pererat Silaturahmi Usai Idulfitri

    Lampung Barat — Dalam suasana penuh kehangatan Idulfitri 1446 H, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus didampingi Wakil Bupati Mad Hasnurin, Sekretaris Daerah Nukman, Asisten I Bidang Pembangunan dan Kesra Ahmad Hikami, serta sejumlah kepala perangkat daerah, melakukan kunjungan silaturahmi ke Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Selasa, 8 April 2025.

    Kunjungan ini tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, namun juga menjadi simbol eratnya persaudaraan dan sinergi antarpimpinan daerah dalam upaya mendorong kemajuan Kabupaten Lampung Barat.

    Rangkaian kunjungan dimulai dari Kodim 0422/LB, dilanjutkan ke Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, Badan Pusat Statistik (BPS), Kejaksaan Negeri, dan berakhir di Polres Lampung Barat.

    Silaturahmi yang berlangsung pada hari pertama masuk kerja setelah libur panjang Hari Raya Idulfitri ini terasa hangat dan akrab. Suasana penuh canda tawa antara Bupati dan jajaran Forkopimda mencerminkan keharmonisan serta semangat kebersamaan yang terus terjaga.

    Melalui silaturahmi ini, tercipta ruang dialog yang bermanfaat untuk membahas berbagai isu strategis, khususnya di bidang keamanan dan pembangunan daerah. Momen tersebut juga mempertegas komitmen bersama untuk terus bersinergi dalam membangun Lampung Barat ke arah yang lebih baik.

  • Apel gelar pasukan diawali dengan pemeriksaan pasukan oleh Kapolres Lampung Barat bersama Sekda Lampung Barat

    Apel gelar pasukan diawali dengan pemeriksaan pasukan oleh Kapolres Lampung Barat bersama Sekda Lampung Barat

    Lampung barat — Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Barat Nukman ikuti apel gelar pasukan Operasi Ketupat Krakatau 2025 dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri 1446 Hijriah, di halaman Mapolres Lampung Barat Senin (20/03).

    Apel gelar pasukan diawali dengan pemeriksaan pasukan oleh Kapolres Lampung Barat Rinaldo Aser bersama Sekda Lampung Barat Nukman, dilanjutkan dengan pemasangan pita tanda operasi.

    Apel diikuti pihak Polri, TNI, Pol PP, Dishub, BPBD dan anggota pramuka serta dihadiri anggota DPRD, perwakilan Kejaksaan Negeri Lampung Barat, Kepala Perangkat Daerah.

    Dalam sambutannya, Kapolres Lampung Barat Rinaldo Aser mengatakan apel gelar pasukan tersebut merupakan bentuk komitmen untuk memastikan kesiapan pengamanan pada mudik Hari Raya Idul Fitri agar dapat berjalan dengan aman dan nyaman.

    “Prediksi mudik di hari Raya Idul Fitri tahun 2025 ini diperkirakan 52 persen dari total penduduk Indonesia atau setara dengan 146 ,48 juta orang, namun jumlah ini diperkirakan bisa saja berubah disetiap waktu mengingat pengalaman pengamanan lebaran pada tahun sebelumnya jumlah pemudik jauh lebih besar dibanding dari jumlah survei,” kata Polres Lampung Barat.(*)