Menu

Mode Gelap
HUT Ke-7 KOWAPI Pesawaran, Dahron Sungkai Ajak Wartawan Junjung Profesionalisme dan Kode Etik Regenerasi Tokoh Adat Diperkuat, Masyarakat Adat Gunom Ragom Gelar Diklat Titi Puranti Begawi 2026 Ketua DPW PSI Lampung Sambut Kedatangan Kaesang Pangarep di Bandara Raden Intan, Siap Sukseskan Rakorda PSI dan Agenda Jokowi di Lampung POLISI BISA NGAKAK! Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Lampung Gelar Lomba Stand Up Comedy Polda Lampung Gagalkan Peredaran Narkoba Rp235 Miliar, 179,5 Kg Sabu Disita, 948 Ribu Jiwa Terselamatkan Jelang Kunjungan Jokowi, Tiga Rakorda Jadi Penanda Kekuatan Baru PSI Lampung

Bandar Lampung

Regenerasi Tokoh Adat Diperkuat, Masyarakat Adat Gunom Ragom Gelar Diklat Titi Puranti Begawi 2026

badge-check


					Regenerasi Tokoh Adat Diperkuat, Masyarakat Adat Gunom Ragom Gelar Diklat Titi Puranti Begawi 2026 Perbesar

Bandar Lampung – Masyarakat Adat Gunom Ragom Marga Sungkai Bunga Mayang kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya sekaligus menyiapkan regenerasi pemangku adat melalui penyelenggaraan Diklat Adat Titi Puranti Begawi Marga Bunga Mayang Sungkai Tahun 2026.

Kegiatan bertema “Melalui Diklat Adat, Kita Mengenal Budaya sebagai Kearifan Lokal dan Jati Diri Masyarakat Lampung” ini berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu (4–5 Juli 2026), di Aula SMTI Bandar Lampung dan diikuti 40 peserta yang berasal dari Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Utara, serta berbagai tiuh di wilayah Sungkai Bunga Mayang.

Diklat tersebut menjadi wadah pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami tata cara pelaksanaan Begawi secara utuh, sekaligus memperkuat nilai-nilai budaya dan identitas masyarakat Lampung di tengah derasnya arus modernisasi.

Mewakili Gubernur Lampung, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Tony Ferdinansyah, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi konsistensi Masyarakat Adat Gunom Ragom dalam menjaga warisan budaya leluhur.

“Pelestarian adat merupakan investasi peradaban yang nilainya tidak dapat diukur dengan materi. Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, menjaga adat adalah keputusan yang tepat. Kemajuan tidak boleh membuat kita melupakan akar budaya,” ujarnya.

Tony menegaskan bahwa adat bukan sekadar simbol berupa pakaian adat, gelar, maupun prosesi seremonial, tetapi merupakan pedoman hidup masyarakat Lampung yang diwariskan turun-temurun.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan investasi, tetapi juga harus dibarengi dengan pembangunan karakter masyarakat yang berlandaskan falsafah Piil Pesenggiri.

“Nilai-nilai seperti Nemui Nyimah, Nengah Nyappur, Sakai Sambayan, dan Juluk Adok harus terus diwariskan kepada generasi muda. Budaya bukan penghambat kemajuan, justru menjadi fondasi untuk membangun Lampung yang maju tanpa kehilangan jati dirinya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Masyarakat Adat Gunom Ragom Marga Bunga Mayang Sungkai, Ansori DJausal, mengatakan penyelenggaraan diklat merupakan langkah strategis dalam menyiapkan kader-kader adat sebagai penerus para penyimbang dan tokoh adat yang kini sebagian besar telah memasuki usia lanjut.

Menurutnya, kebutuhan regenerasi semakin mendesak seiring meningkatnya minat masyarakat melaksanakan prosesi Begawi, sementara jumlah tokoh adat yang memahami tata cara pelaksanaannya masih sangat terbatas.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah melakukan regenerasi. Banyak tokoh adat kita yang sudah sepuh. Jika tidak dipersiapkan sejak sekarang, dikhawatirkan akan terjadi kekosongan. Kami ingin melahirkan kader-kader muda yang mampu melanjutkan peran para tokoh adat dalam setiap pelaksanaan Begawi,” ujar Ansori.

Ia juga mengungkapkan bahwa selama ini pelaksanaan adat kerap menghadapi kendala ketika beberapa kegiatan berlangsung pada waktu yang bersamaan.

“Sering kali pelaksanaan adat bergantung pada beberapa figur saja. Ketika mereka berhalangan hadir atau terdapat dua acara bersamaan, prosesi adat menjadi terhambat. Melalui diklat ini kami ingin memperbanyak tokoh adat yang memahami pakem Begawi sehingga pelaksanaan adat dapat terus berjalan dengan baik,” jelasnya.

Ketua Panitia, Jan Roma, SE., MM., bergelar Sultan Raja Hukum, menjelaskan bahwa diklat tahun ini merupakan pelaksanaan kedua setelah sebelumnya diselenggarakan pada tahun 2011.

Menurutnya, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin sebagai upaya memperkuat regenerasi dan meningkatkan kompetensi para pelaku adat.

“Diklat pertama dilaksanakan pada tahun 2011. Kini kami kembali menyelenggarakannya karena sebagian besar peserta angkatan pertama telah memasuki usia lanjut. Regenerasi menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda agar estafet kepemimpinan adat tetap berjalan,” katanya.

Ia menambahkan, tingginya antusiasme masyarakat dalam melaksanakan prosesi Begawi harus diimbangi dengan ketersediaan sumber daya manusia yang memahami tata cara adat secara benar.

“Jangan sampai tradisi yang masih hidup dan terus berkembang di tengah masyarakat justru terkendala karena kekurangan tokoh adat. Melalui diklat ini kami berharap lahir generasi penerus yang mampu menjaga kelestarian adat Lampung sekaligus meneruskan nilai-nilai luhur Piil Pesenggiri kepada generasi berikutnya,” tutup Jan Roma.

Melalui penyelenggaraan Diklat Adat Titi Puranti Begawi 2026, Masyarakat Adat Gunom Ragom menegaskan komitmennya untuk memastikan warisan budaya Lampung tetap lestari, relevan dengan perkembangan zaman, serta terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Lampung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HUT Ke-7 KOWAPI Pesawaran, Dahron Sungkai Ajak Wartawan Junjung Profesionalisme dan Kode Etik

11 Juli 2026 - 14:41 WIB

Ketua DPW PSI Lampung Sambut Kedatangan Kaesang Pangarep di Bandara Raden Intan, Siap Sukseskan Rakorda PSI dan Agenda Jokowi di Lampung

25 Juni 2026 - 20:15 WIB

POLISI BISA NGAKAK! Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Lampung Gelar Lomba Stand Up Comedy

24 Juni 2026 - 13:43 WIB

Polda Lampung Gagalkan Peredaran Narkoba Rp235 Miliar, 179,5 Kg Sabu Disita, 948 Ribu Jiwa Terselamatkan

20 Juni 2026 - 13:22 WIB

Jelang Kunjungan Jokowi, Tiga Rakorda Jadi Penanda Kekuatan Baru PSI Lampung

20 Juni 2026 - 13:13 WIB

Trending di Berita