Tag: Humas Polda Lampung

  • Ketua Gapoktan Mekar Jaya Merangkap Ketua BPD Desa Cipadang Diduga Memperkaya Diri

    Ketua Gapoktan Mekar Jaya Merangkap Ketua BPD Desa Cipadang Diduga Memperkaya Diri

    Pesawaran – Sejumlah warga Desa Cipadang, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, menyoroti kepemimpinan Iskandar, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mekar Jaya yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Ia diduga memperkaya diri sendiri maupun orang lain melalui pengelolaan bantuan pemerintah yang seharusnya diperuntukkan bagi Gapoktan.

    Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyebut, berbagai bantuan pemerintah untuk Gapoktan Mekar Jaya kini tak lagi memberi manfaat bagi masyarakat.

    “Dulu ada delapan unit bajak dari Kepala Desa sebelumnya, sekarang hilang semua. Ada yang katanya dijual di dusun sebelah,” ujarnya, Selasa (23/9/2025).

    Alat Pertanian Hilang

    Warga juga menuding sejumlah alat pertanian lain seperti mesin penyedot air (alkon) dan traktor tidak jelas keberadaannya.

    “Dulu ada alkon, sekarang sudah tidak ada lagi, mungkin dijual oleh Ketua Gapoktan. Traktor yang besar juga entah ke mana,” cetusnya.

    Pupuk Diduga Diperjualbelikan

    Warga lain, berinisial M, mengaku namanya sering dicatut sebagai penerima pupuk bersubsidi, padahal ia hanya sekali mendapat jatah.

    “Sejak dulu nama saya dipakai terus, tapi saya baru sekali dapat pupuk, itu pun cuma tiga karung,” ungkapnya.

    Ia menambahkan, distribusi pupuk di desa terkesan tidak transparan dan diduga diperjualbelikan melalui toko Gono Kios Tani Mandiri.

    “Pupuk itu memang dibongkar di gudang Gapoktan, tapi tetap dibawa ke toko itu lagi. Diduga ada kerja sama dengan ketua Gapoktan,” imbuhnya.

    Menurut sejumlah warga, rangkap jabatan Iskandar sebagai Ketua Gapoktan sekaligus Ketua BPD dinilai mengurangi fungsi pengawasan.

    “Mungkin itu alasannya dia jadi Ketua BPD, supaya tidak ada yang berani mengawasi,” kata salah satu warga.

    Tanggapan Ketua Gapoktan

    Dikonfirmasi terpisah, Ketua Gapoktan Mekar Jaya Desa Cipadang, Iskandar, membantah tuduhan tersebut. Ia mengakui sebagian barang sempat digadaikan, namun mengklaim sudah ditebus kembali.

    “Semua barang itu bisa saya tunjukkan. Dulu memang pernah saya gadaikan, tapi sudah saya tebus kembali. Kalau traktor ada di desa tetangga,” kata Iskandar.

    Namun saat ditanya lebih jauh terkait dugaan penyalahgunaan pupuk, Iskandar enggan memberikan keterangan lebih lanjut dan memilih menghindar.

    Sementara itu, saat dikonfirmasi ke pihak Kios Tani Mandiri atau toko milik Gono, yang bersangkutan tidak dapat dimintai keterangan. Saat ditemui ia sedang tidur, dan ketika dihubungi melalui WhatsApp maupun telepon tidak memberikan jawaban.

  • Dedikasi Tanpa Batas, Polisi Lalu Lintas Pesawaran Siaga di Jalur Padat Meski Diguyur Hujan

    Dedikasi Tanpa Batas, Polisi Lalu Lintas Pesawaran Siaga di Jalur Padat Meski Diguyur Hujan

    Polres Pesawaran, Polda Lampung – Wujud pengabdian tanpa kenal lelah kembali ditunjukkan personel Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Pesawaran. Pada Sabtu pagi (20/9/2025) pukul 06.30 WIB, meskipun wilayah Gedong Tataan diguyur hujan, jajaran Sat Lantas tetap melaksanakan pengaturan arus lalu lintas di Simpang Tugu Coklat, Jalan Lintas Barat (Jalinbar), Pesawaran.

    Patroli dan pengaturan arus lalu lintas tersebut dipimpin oleh Aipda Ariyanto bersama Bripka Imam Budi serta 3 personel Sat Lantas lainnya. Kehadiran mereka difokuskan pada titik rawan kepadatan guna mengantisipasi kemacetan sekaligus menjaga kelancaran arus kendaraan yang melintas.

    Kasat Lantas Polres Pesawaran, Iptu Olivia Jeniar C, S.Tr.K., M.H., menegaskan bahwa tugas Polri adalah memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat kapan pun dan dalam kondisi apa pun.

    > “Hujan tidak menjadi penghalang bagi kami untuk tetap hadir mengatur lalu lintas. Kami ingin memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan lancar dan aman di jalan raya. Ini adalah bentuk pengabdian kami dalam mewujudkan Polri Presisi yang selalu siap melayani dengan sepenuh hati,” ujarnya.

    Melalui kegiatan rutin ini, Polres Pesawaran berharap tercipta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas), serta meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jalan di wilayah Kabupaten Pesawaran.

  • Paguyuban Lampung Sungkai “Sungkai Bercahaya” Resmi Berdiri di Lampung Tengah

    Paguyuban Lampung Sungkai “Sungkai Bercahaya” Resmi Berdiri di Lampung Tengah

    Lampung Tengah, 14 September 2025 — Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap identitas serta nilai-nilai kedaerahan, warga suku Lampung Sungkai secara resmi mendirikan paguyuban bernama Sungkai Bercahaya (SURYA). Momen bersejarah ini ditandai dengan kegiatan Silaturahmi Akbar sekaligus Pembentukan Pengurus yang digelar di Omah Ba’so, Mei & Café, Bandar Jaya, Kabupaten Lampung Tengah, Minggu (14/9/2025).

    Paguyuban Sungkai Bercahaya hadir sebagai wadah pemersatu warga Lampung Sungkai lintas wilayah dan profesi. Tujuannya untuk mempererat silaturahmi, memperkuat solidaritas, serta membangun kolaborasi di berbagai bidang sosial, budaya, ekonomi, hingga kemasyarakatan.

    Acara berlangsung hangat dan penuh semangat. Melalui musyawarah yang terbuka, warga yang hadir sepakat membentuk struktur kepengurusan dengan proses pemilihan demokratis. Hasil pemilihan menetapkan susunan pengurus sebagai berikut:

    Ketua Umum: Supriyadi, S.H.

    Wakil Ketua I: David

    Wakil Ketua II: Rudi

    Ketua Harian: Hartasi

    Sekretaris: Candra Alamsyah

    Bendahara I: Asep

    Bendahara II: Junaidi

    Bidang Hukum: Iqbal, S.H., M.H.

    Bidang Media: Asyadi, Herman

    Bidang Seni Sosial Budaya: Andi Onces

    Bidang Humas: Jauhari

    Bidang Agama: —

    Bidang UMKM: Guntur Firdaus

    Ketua Umum terpilih, Supriyadi, S.H., menyampaikan bahwa lahirnya paguyuban ini merupakan langkah awal strategis dalam membangun kekuatan kebersamaan antarwarga Lampung Sungkai.

    “Paguyuban ini bukan hanya sebagai simbol persatuan, tetapi juga akan menjadi motor penggerak nilai-nilai positif, baik secara internal maupun dalam menjalin komunikasi yang sehat dan produktif,” ujarnya.

    Supriyadi menambahkan, visi dan misi Sungkai Bercahaya adalah membangun silaturahmi yang terbuka, meningkatkan seni dan budaya, menjaga kekompakan, berkontribusi terhadap kemajuan, serta menjunjung tinggi nilai kebersamaan. Paguyuban ini juga diharapkan mampu mempersatukan kesenjangan, menjaga keharmonisan adat istiadat, menggali kearifan lokal, dan mendorong pemuda generasi Sungkai untuk terus berkembang.

    “Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan rekan-rekan masyarakat Sungkai yang hadir. Amanah sebagai Ketua Umum Sungkai Bercahaya akan saya jalankan sebaik mungkin demi kepentingan bersama,” tutupnya.

     

  • Tekab 308 Presisi Polres Pesawaran Ungkap Kasus Pembunuhan Berencana di Way Lima, Dua Pelaku Diamankan

    Tekab 308 Presisi Polres Pesawaran Ungkap Kasus Pembunuhan Berencana di Way Lima, Dua Pelaku Diamankan

    Pesawaran – Tim gabungan Tekab 308 Presisi Polda Lampung, Polres Pesawaran, dan Polsek Kedondong berhasil mengungkap kasus pembunuhan berencana di Dusun Sugihwaras, Desa Banjar Negeri, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, Minggu (31/8/2025) dini hari. Dua pelaku yang masih berusia remaja berhasil diamankan kurang dari 24 jam setelah kejadian.

    Korban berinisial D (40), warga Desa Pekondoh, Kecamatan Way Lima. Berdasarkan keterangan saksi, sebelum kejadian korban bersama rekannya baru pulang dari Pringsewu dan tiba di rumah sekitar pukul 03.15 WIB. Tak lama kemudian, dua pelaku datang dan masuk ke kamar korban. Sekitar pukul 04.20 WIB, korban terdengar berteriak meminta pertolongan. Warga yang mendekat menemukan pintu kamar terkunci, sementara kedua pelaku melarikan diri melalui pintu samping rumah.

    Korban sempat dilarikan ke RSUD Pesawaran, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka parah yang diderita.

    Kapolres Pesawaran AKBP Heri Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.I.K. melalui Kasat Reskrim IPTU Putu Yoga M. S.Tr.K., M.H. membenarkan adanya pengungkapan cepat kasus ini.
    “Berkat laporan masyarakat dan kerja cepat tim gabungan Tekab 308 Presisi, kedua pelaku berhasil kami amankan pada hari yang sama,” ujarnya.

    Pelaku pertama berinisial R (14), warga Kecamatan Way Lima, ditangkap sekitar pukul 11.00 WIB di rumahnya. Dari hasil pemeriksaan, ia mengakui membantu rekannya dengan menyiapkan pisau sebelum berangkat ke rumah korban.

    Selanjutnya, sekitar pukul 19.30 WIB, petugas kembali mengamankan pelaku utama berinisial D (15) di rumah neneknya di Desa Pekondoh, Kecamatan Way Lima. Saat diperiksa, ia mengaku sudah merencanakan aksinya karena dilatarbelakangi rasa sakit hati terhadap korban.

    “Motif sementara adalah dendam pribadi. Saat ini kedua pelaku sudah diamankan di Polres Pesawaran untuk proses hukum lebih lanjut,” terang IPTU Pande.

    Barang bukti yang disita antara lain tiga unit telepon genggam, satu unit sepeda motor, dua bilah pisau, satu bilah golok, dua tas, dan satu jaket.

    Kapolres Pesawaran menegaskan keberhasilan pengungkapan ini menunjukkan kesigapan Polri dalam melindungi masyarakat.
    “Polres Pesawaran bersama jajaran berkomitmen untuk selalu hadir dengan langkah cepat, tepat, dan profesional dalam mengungkap setiap tindak pidana, demi terciptanya rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” ungkapnya.

  • Gubernur Mirza Duduk Bersama Massa Aliansi Lampung Melawan

    Gubernur Mirza Duduk Bersama Massa Aliansi Lampung Melawan

    Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama jajaran Forkopimda turun langsung menemui massa aksi Aliansi Lampung Melawan di halaman kantor DPRD Provinsi Lampung, Senin (1/9/2025). Hadir pula Ketua DPRD Lampung, Kapolda Lampung, serta Pangdam II/Sriwijaya Raden Intan.

    Dalam kesempatan itu, Gubernur Mirza menyampaikan apresiasi kepada ribuan massa yang menggelar aksi dengan damai dan tertib. Ia menegaskan bahwa seluruh aspirasi akan diteruskan langsung kepada Presiden RI sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam memperjuangkan suara rakyat.

    “Saya berterima kasih atas kedewasaan teman-teman dalam menyampaikan pendapat. Seluruh aspirasi ini akan saya sampaikan kepada Presiden sebagai bahan pertimbangan pemerintah pusat,” ujar Gubernur.

    Ketua DPRD Lampung juga menyatakan komitmen lembaga legislatif untuk mengawal aspirasi rakyat, sementara Kapolda Lampung menegaskan jaminan keamanan dan transparansi dalam proses hukum terkait kasus Affan yang menjadi sorotan publik.

    Aksi damai Aliansi Lampung Melawan berjalan kondusif hingga akhir, dengan massa membubarkan diri secara tertib setelah dialog bersama pimpinan daerah.

  • Wujud Kepedulian, Bhabinkamtibmas Polsek Padang Cermin Gotong Royong Bantu Warga Terdampak Longsor di Teluk Pandan

    Wujud Kepedulian, Bhabinkamtibmas Polsek Padang Cermin Gotong Royong Bantu Warga Terdampak Longsor di Teluk Pandan

    PESAWARAN – Sebagai bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, Bhabinkamtibmas Polsek Padang Cermin, Aipda Penizela, turun langsung membantu warga yang terdampak musibah tanah longsor di Desa Cilimus, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Rabu (20/8/2025) pagi.

    Dalam kegiatan tersebut, Aipda Penizela terlihat membaur bersama warga dan aparatur desa setempat melakukan gotong royong membersihkan material longsor yang menimpa bagian belakang rumah milik Ibu Saiyah (45). Aksi ini merupakan respons cepat pasca-bencana longsor yang terjadi sehari sebelumnya, Selasa (19/8/2025) sekitar pukul 17.00 WIB.

    Musibah longsor dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut. Akibatnya, pondasi tanah dari sebidang lahan kosong milik Bapak Ansori tergerus air dan longsor hingga menimpa bangunan rumah Ibu Saiyah yang berada tepat di bawahnya.

    “Begitu mendapat laporan, kami langsung berkoordinasi dengan kepala desa. Hari ini kami bersama warga melaksanakan gotong royong sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab kami sebagai Bhabinkamtibmas untuk selalu hadir bagi warga binaan, terutama saat mereka tertimpa musibah,” ujar Aipda Penizela di sela-sela kegiatan.

    Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, bagian belakang rumah Ibu Saiyah mengalami kerusakan cukup parah dengan estimasi kerugian materiil mencapai Rp15 juta.

    Di tempat terpisah, Kapolsek Padang Cermin, AKP Agus Jatmiko, menegaskan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas di lokasi bencana adalah prioritas utama. “Kehadiran anggota di lapangan bukan hanya untuk mendata, tetapi juga memberikan dukungan moril dan tenaga. Sinergi antara Polri, aparat desa, dan masyarakat inilah yang mempercepat penanganan pasca-bencana,” jelas Kapolsek.

    Sementara itu, Ibu Saiyah menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya atas perhatian yang diberikan. “Saya sangat berterima kasih atas bantuan dari Pak Bhabin dan warga sekitar. Kehadiran bapak-bapak sangat menguatkan kami yang sedang tertimpa musibah ini,” tuturnya.

    Kegiatan gotong royong ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan dan kepedulian yang masih kental di tengah masyarakat. Peran aktif Bhabinkamtibmas Polres Pesawaran kembali menunjukkan fungsi Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

    (Red/SN)

  • Pegawai Koperasi Tewas Dibunuh Nasabah yang Gagal Bayar Cicilan di Lampung

    Pegawai Koperasi Tewas Dibunuh Nasabah yang Gagal Bayar Cicilan di Lampung

    Bandar Lampung, 1 Agustus 2025 — Seorang pegawai koperasi bernama Pandra Apriliadi (21) ditemukan tewas mengenaskan usai menjadi korban pembunuhan oleh salah satu nasabahnya, Salam Prayitno (46). Insiden tragis ini terjadi ketika korban tengah menagih cicilan pinjaman yang belum dibayarkan pelaku.

    Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung, Kombes Pol Indra Hermawan dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Lampung, Jumat (1/8/2025), mengungkapkan bahwa pelaku merupakan peminjam dana koperasi senilai Rp 500.000, yang digunakan untuk modal usaha berjualan siomay. Pinjaman tersebut memiliki skema angsuran mingguan sebesar Rp 125.000.

    “Tersangka memang meminjam uang untuk modal berdagang siomay. Namun saat korban datang menagih cicilan, tersangka mengaku tidak mampu membayar,” jelas Kombes Indra.

    Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa korban sempat memarahi tersangka dan menuntut agar cicilan segera dilunasi. Tekanan emosional meningkat saat tersangka gagal meminjam uang dari tetangganya untuk menutup pembayaran.

    “Korban diduga memaki pelaku dengan kata-kata kasar, yang memicu emosi tersangka hingga berujung pada aksi kekerasan yang menyebabkan kematian korban,” lanjutnya.

    Polda Lampung telah mengamankan tersangka dan melakukan pemeriksaan intensif. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus ini. Saat ini, pelaku dijerat dengan pasal pembunuhan sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan terancam hukuman penjara maksimal.

    Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan secara bijak dan tidak terpancing emosi dalam menyikapi konflik, khususnya yang berkaitan dengan masalah keuangan.

    (*)

  • Heboh Penemuan Mayat di Sungai Banjar Negeri, Diduga Kuat Pandra Apriliadi

    Heboh Penemuan Mayat di Sungai Banjar Negeri, Diduga Kuat Pandra Apriliadi

    Natar, 31 Juli 2025 — Warga Desa Banjar Negeri, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, digegerkan oleh penemuan sesosok mayat pria yang mengambang di pinggir sungai pada Kamis pagi (31/7/2025). Pria tersebut mengenakan jaket merah, dan diduga kuat merupakan Pandra Apriliadi (21), pemuda asal Sungkai Utara yang telah dilaporkan hilang sejak lima hari lalu.

    Sejak pukul 08.00 WIB, sekitar 80 warga yang dipimpin oleh Kepala Dusun, Suratmi, melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Banjar Negeri. Sungai ini membelah dua wilayah, yakni Desa Branti Raya dan Haduyang. Pencarian dipicu oleh meningkatnya atensi publik terhadap kasus hilangnya Pandra yang sempat viral di media sosial dan grup komunitas lokal.

    Sekitar pukul 10.15 WIB, warga menemukan sesosok jenazah pria di tepi sungai dalam kondisi tidak bernyawa. Temuan tersebut segera dilaporkan kepada Kepala Desa dan Babinsa untuk diteruskan kepada pihak kepolisian.

    Hingga Kamis siang, jenazah masih berada di lokasi penemuan, menunggu proses evakuasi dan identifikasi resmi oleh pihak kepolisian. Belum ada pernyataan resmi terkait penyebab kematian, waktu kematian, maupun konfirmasi identitas secara forensik.

    Meski demikian, sejumlah warga yang mengenal korban meyakini kuat bahwa mayat tersebut adalah Pandra Apriliadi.

    “Pandara sudah ditemukan, positif ini Pandra. Udah tidak simpang siur lagi, udah,” ujar seorang warga yang turut berada di lokasi penemuan.

    Penemuan mayat ini sontak menjadi viral. Sejumlah foto dan video dari lokasi penemuan tersebar luas di berbagai platform media sosial. Publik pun mendesak aparat penegak hukum untuk segera memastikan identitas korban dan mengungkap penyebab kematian secara terang-benderang.

    Pihak keluarga korban hingga kini masih menanti kabar resmi dari kepolisian dan berharap agar proses identifikasi dan penyelidikan dapat dilakukan secara terbuka dan tuntas.

    (*)

  • Ratusan Warga Sungkay dan Sahabat dari Lampung Sungkay Datangi Polsek Natar, Desak Titik Terang Hilangnya Pandra Apriliadi

    Ratusan Warga Sungkay dan Sahabat dari Lampung Sungkay Datangi Polsek Natar, Desak Titik Terang Hilangnya Pandra Apriliadi

    Natar, Selasa 29 Juli 2025 — Sekitar pukul 20.00 WIB, massa yang terdiri dari rombongan warga Sungkay dan para sahabat dari komunitas Lampung Sungkay mendatangi Polsek Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Kedatangan mereka adalah untuk menuntut kejelasan dan perkembangan terbaru atas kasus hilangnya Pandra Apriliadi, karyawan Koperasi Simpan Pinjam Lampung Jaya Bersatu, yang menghilang sejak Minggu malam (27 Juli 2025).

    Massa yang hadir memenuhi halaman Polsek menyuarakan kegelisahan dan harapan agar pihak kepolisian serius menangani kasus ini. Mereka mendesak agar pencarian dilakukan lebih intensif dan hasilnya segera disampaikan kepada publik, khususnya keluarga korban.

    “Kami datang sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas. Sudah dua hari adik kami belum ditemukan. Kami ingin ada kepastian, ada upaya maksimal dari aparat,” ujar salah satu tokoh pemuda Sungkay yang turut hadir dalam rombongan.

    Menanggapi tekanan dan harapan masyarakat, pihak Polsek Natar menyampaikan bahwa pencarian sudah dilakukan secara intensif. Bahkan, pada malam ini, tim dari Polsek akan turun langsung ke lokasi yang diduga menjadi titik terakhir keberadaan korban, dibantu dengan anjing pelacak (K9). Dalam pencarian tersebut, sekitar 10 orang perwakilan dari keluarga korban juga turut mendampingi tim.

    Pencarian dilakukan di wilayah sekitar Desa Purworejo, Kecamatan Natar, tempat terakhir Pandra diketahui berada. Sebelumnya, Pandra sempat melakukan video call dengan pacarnya dan mengabarkan bahwa ia sedang menagih ke seorang nasabah berinisial SP, dan sempat dibonceng oleh SP menuju suatu tempat yang gelap dan tidak dikenal.

    Sampai saat ini, korban belum ditemukan dan proses penyelidikan masih terus berlanjut. Pihak keluarga berharap agar pencarian dilakukan lebih luas dan melibatkan tim yang lebih besar.

    “Kami berharap aparat bisa terbuka kepada keluarga dan masyarakat. Kami ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi,” kata salah satu perwakilan keluarga korban.

    (Murida)

  • Upacara Penutupan Diksarmil dan Pelatihan Manajerial SPPI Batch III di Satdik II E Yonif 9 Marinir Tahun 2025

    Upacara Penutupan Diksarmil dan Pelatihan Manajerial SPPI Batch III di Satdik II E Yonif 9 Marinir Tahun 2025

    TNI AL – Kormar – Brigif 4 Marinir – Yonif 9 Marinir.

    Upacara penutupan Pendidikan Dasar Militer (Diksarmil) dan Pelatihan Manajerial Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Batch III dilaksanakan dengan khidmat di Satdik II E Yonif 9 Marinir, Batumenyan, Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, pada Sabtu (12/07/2025).

    Upacara dipimpin oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Lampung, Dr. Muhammad Firsada, M.Si., yang membacakan langsung amanat Menteri Pertahanan RI. Dalam amanat tersebut, Menhan menyampaikan apresiasi atas semangat dan kedisiplinan para peserta selama mengikuti pelatihan. Ia juga berpesan agar seluruh ilmu dan nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan dijadikan bekal dalam membentuk karakter serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa.

    Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian pelatihan intensif yang telah berlangsung selama beberapa bulan. Para peserta yang merupakan sarjana-sarjana terbaik dari seluruh Indonesia telah dibekali dengan pelatihan dasar militer, kepemimpinan, manajerial, serta pembentukan karakter. Tujuannya adalah membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga tangguh, adaptif, dan berintegritas, untuk menjadi agen penggerak pembangunan Indonesia.

    Acara penutupan turut diisi dengan penampilan demonstrasi keterampilan oleh para siswa SPPI Satdik II E Yonif 9 Marinir. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan semangat juang yang telah terbangun selama masa pelatihan.

    Komandan SPPI Batch III Satdik II E Yonif 9 Marinir, Letkol Marinir Achmad Toripin, S.A.P., M.Tr.Opsla., dalam sambutannya menyampaikan harapannya kepada seluruh lulusan.

    “Dengan berakhirnya upacara penutupan ini, para lulusan SPPI Batch III Satdik II E Yonif 9 Marinir diharapkan mampu menjadi pionir pembangunan yang berkarakter kuat serta siap berkontribusi di berbagai sektor kehidupan masyarakat demi kemajuan bangsa,” ujarnya.

    (*)