Tag: #lampunghariini

  • Kapolda Lampung Terima Audiensi Danbrigif 4 Marinir/Beruang Sakti, Perkuat Sinergi TNI-Polri

    Kapolda Lampung Terima Audiensi Danbrigif 4 Marinir/Beruang Sakti, Perkuat Sinergi TNI-Polri

    Bandar Lampung | RAM NEWS LAMPUNG – Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, menerima audiensi dan silaturahmi Danbrigif 4 Marinir/Beruang Sakti (BS), Kolonel Marinir Supriadi Tarigan, beserta rombongan di ruang kerja Kapolda Lampung, Jumat (19/6/2026).

    Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban sebagai wujud mempererat hubungan silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara Polda Lampung dan Brigif 4 Marinir/Beruang Sakti dalam menjaga stabilitas keamanan di Provinsi Lampung.

    Dalam audiensi tersebut, kedua pimpinan membahas pentingnya menjaga komunikasi, koordinasi, dan kerja sama yang solid antara TNI dan Polri. Sinergitas yang terjalin diharapkan dapat semakin meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, khususnya dalam menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, serta mendukung berbagai program strategis di wilayah Lampung.

    Kapolda Lampung menyambut baik kunjungan Danbrigif 4 Marinir/Beruang Sakti dan menegaskan bahwa kolaborasi yang kuat antara TNI dan Polri merupakan kunci dalam menjaga kondusivitas daerah serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

    Sementara itu, Danbrigif 4 Marinir/Beruang Sakti menyampaikan komitmennya untuk terus menjalin koordinasi dan kerja sama yang erat dengan Polda Lampung dalam mendukung tugas-tugas pengamanan serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

    Audiensi ini menjadi momentum penting dalam memperkokoh soliditas dan sinergitas TNI-Polri demi terciptanya situasi keamanan yang aman, damai, dan kondusif di Provinsi Lampung.

  • Penembak ASN di Metro Serahkan Diri ke Polisi

    Penembak ASN di Metro Serahkan Diri ke Polisi

    LAMPUNG — Pelaku penembakan terhadap seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial DC di Kota Metro akhirnya menyerahkan diri kepada pihak kepolisian pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Dalam proses penyerahan diri tersebut, pelaku turut menyerahkan senjata api rakitan yang digunakan untuk menembak korban hingga meninggal dunia.

    Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, mengatakan pelaku menyerahkan diri setelah aparat kepolisian melakukan langkah preemtif melalui pendekatan persuasif dan humanis kepada keluarga maupun pelaku agar bersedia mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

    “Sejak awal kami mengedepankan upaya persuasif dan humanis kepada pihak keluarga serta pelaku agar menyerahkan diri secara baik-baik berikut barang bukti senjata api rakitan yang digunakan,” ujar Yuni, Minggu (24/5/2026).

    Pelaku diketahui bernama FP, warga Desa Sukadana Ilir, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Lampung Utara. Saat menyerahkan diri, FP didampingi Wakil Bupati Lampung Utara Romli, orang tua pelaku Gunawan Hamsyah, serta Kepala Desa Sukadana Ilir Agus Sahriwan.

    Penyerahan diri dilakukan di Mapolres Lampung Utara dan diterima langsung oleh tim gabungan Resmob Polda Lampung bersama Polres Metro.

    Yuni menjelaskan, pihak kepolisian juga memberikan jaminan keamanan kepada pelaku selama menjalani proses hukum. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan proses penegakan hukum berjalan kondusif dan menghindari adanya tindakan balasan dari pihak tertentu.

    “Kami memastikan keselamatan pelaku selama menjalani proses hukum. Kepolisian hadir untuk menjamin seluruh proses berjalan aman, profesional, dan sesuai aturan hukum, serta dilakukan dengan tindakan tegas dan terukur,” katanya.

    Menurut Yuni, pendekatan humanis yang dilakukan aparat merupakan bagian penting dalam penyelesaian perkara pidana tanpa mengesampingkan proses penegakan hukum terhadap pelaku.

    “Polda Lampung tetap bertindak tegas dan terukur, namun pendekatan kemanusiaan juga dikedepankan agar situasi tetap kondusif dan tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat,” ungkapnya.

    Saat ini, pelaku telah diamankan dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penanganan perkara penembakan tersebut selanjutnya ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung.

    “Kasus ini akan ditangani secara komprehensif oleh Ditreskrimum Polda Lampung, termasuk pendalaman terkait kepemilikan senjata api rakitan yang digunakan pelaku,” tegas Yuni.

    Sebelumnya, peristiwa penembakan terjadi di Jalan Khair Bras, Metro Barat, tepatnya di depan sebuah tempat pencucian mobil. Saat kejadian, korban sedang duduk bersama sejumlah rekannya ketika pelaku datang untuk menagih utang.

    Percakapan antara keduanya kemudian memanas hingga terjadi cekcok. Keributan berlanjut ke pinggir jalan sebelum pelaku mengeluarkan senjata api rakitan dari tas kecil yang dibawanya dan menembak korban hingga mengenai pelipis kepala korban. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

  • GEGER! Arinal Djunaidi Resmi Jadi Tersangka, Langsung Dijebloskan ke Lapas

    GEGER! Arinal Djunaidi Resmi Jadi Tersangka, Langsung Dijebloskan ke Lapas

    Bandar Lampung, 28 April 2026 — Mantan Gubernur Lampung periode 2019–2024, Arinal Djunaidi, resmi ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan oleh Kejaksaan Tinggi Lampung dalam kasus dugaan korupsi di tubuh BUMD PT Lampung Energi Berjaya.

    Penahanan dilakukan pada Selasa malam (28/4/2026). Arinal langsung digiring ke Lapas Way Hui usai menjalani pemeriksaan intensif. Ia terlihat keluar dari Gedung Kejati sekitar pukul 21.20 WIB mengenakan rompi tahanan berwarna pink, tangan diborgol, serta menggunakan masker.

    Sebelumnya, Arinal tiba di Kejati menggunakan mobil pribadi jenis Alphard. Namun, saat diberangkatkan ke lapas, ia dibawa menggunakan kendaraan tahanan milik Kejati Lampung. Kehadirannya menjadi sorotan puluhan awak media, dengan Arinal tampak menundukkan kepala saat digiring petugas.

    Tak lama sebelum penahanan, sang istri, Riana Sari, bersama keluarga sempat hadir di Kejati Lampung. Dalam keterangannya, ia menyampaikan dukungan penuh kepada suaminya.

    “Kami akan membuktikan semuanya di pengadilan,” ujarnya singkat.

    Penahanan Arinal menyusul tiga tersangka lain dalam perkara yang sama, yaitu:

    M. Hermawan Eriadi (Direktur Utama)

    Budi Kurniawan

    Heri Wardoyo

    Ketiganya telah lebih dulu menjalani proses hukum sejak 2025 dan kini masih menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Tanjung Karang.

    Dalam proses penyidikan, Kejati Lampung telah menyita sejumlah aset milik Arinal Djunaidi dengan total mencapai Rp38,58 miliar, meliputi:

    7 unit mobil senilai Rp3,5 miliar

    Logam mulia 645 gram senilai Rp1,29 miliar

    Uang tunai rupiah & valuta asing Rp1,35 miliar

    Deposito di sejumlah bank Rp4,4 miliar

    29 sertifikat hak milik senilai Rp28,04 miliar

    Kasus ini bermula dari pembentukan PT Lampung Energi Berjaya sebagai anak perusahaan BUMD melalui PT Lampung Jasa Utama untuk mengelola dana Participating Interest (PI) 10 persen sektor migas.

    2018–2019: PT LEB dibentuk oleh Pemprov Lampung

    2019–2021: Perusahaan menerima dana sekitar US$17,28 juta (± Rp271 miliar)

    2022–2023: Muncul laporan masyarakat, Kejati mulai penyelidikan

    2024: Penyitaan aset meningkat hingga Rp84 miliar

    September 2025: Rumah Arinal digeledah, total sitaan mencapai Rp122 miliar

    2025–2026: Penyidikan berkembang hingga penetapan tersangka

    Penyidik menduga dana Participating Interest tersebut tidak sepenuhnya digunakan sesuai peruntukannya. Sebagian dana diduga mengalir ke berbagai pihak serta digunakan untuk kepentingan pribadi dalam bentuk aset.

    Hingga kini, Kejaksaan Tinggi Lampung masih terus mengembangkan kasus ini, termasuk menelusuri aliran dana lain yang belum terlacak.

  • 10 Tahun Dibiarkan Hancur! Jalan Gunung Raja Jadi Simbol ‘Tutup Mata’ — Keadilan Sosial Hanya Slogan?

    10 Tahun Dibiarkan Hancur! Jalan Gunung Raja Jadi Simbol ‘Tutup Mata’ — Keadilan Sosial Hanya Slogan?

    Lampung Utara — Kondisi Jalan Gunung Raja di Kecamatan Sungkai Barat, Kabupaten Lampung Utara, kian memprihatinkan. Infrastruktur vital yang menjadi akses utama masyarakat itu dilaporkan sudah lebih dari 10 tahun tidak tersentuh perbaikan.

    Pantauan di lokasi menunjukkan jalan tersebut mengalami kerusakan parah di hampir seluruh titik. Aspal mengelupas, lubang besar menganga, hingga saat musim hujan berubah menjadi kubangan lumpur yang sulit dilalui kendaraan.

    Warga setempat mengaku kecewa dengan minimnya perhatian dari pihak berwenang. Mereka menilai pemerintah seolah tutup mata dan tutup telinga terhadap kondisi yang sudah lama dikeluhkan.

    “Sudah 10 tahun lebih jalan ini rusak, tapi tidak ada perbaikan serius. Kalau begini terus, mungkin tahun depan cuma gerobak sapi yang bisa lewat,” ujar salah satu warga dengan nada kesal.

    Selain menghambat aktivitas sehari-hari, kondisi jalan juga berdampak pada perekonomian warga. Distribusi hasil pertanian menjadi terganggu, biaya transportasi meningkat, bahkan tak jarang kendaraan mengalami kerusakan akibat jalan yang tidak layak.

    Warga pun mempertanyakan komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan, khususnya sebagaimana tertuang dalam sila ke-5 Pancasila: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

    Mereka berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera turun tangan dan mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan tersebut, sebelum kondisi semakin parah dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

  • Ayo Jaga Lampung! Polda Ajak Masyarakat Perkuat Kamtibmas Berbasis Nilai Sakai Sambayan

    Ayo Jaga Lampung! Polda Ajak Masyarakat Perkuat Kamtibmas Berbasis Nilai Sakai Sambayan

    Lampung — Polda Lampung menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

    Melalui semangat kampanye “Ayo Jaga Lampung”, Polda Lampung mengajak masyarakat, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga seluruh lapisan warga untuk memperkuat sinergi dalam menjaga situasi tetap aman, damai, sehat, dan beradab.

    Ajakan ini selaras dengan nilai luhur budaya Lampung, khususnya Sakai Sambayan, yang mengandung makna gotong royong, kebersamaan, dan solidaritas sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai tersebut dinilai sebagai fondasi penting dalam membangun keharmonisan sekaligus memperkuat ketahanan sosial terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas.
    Di tengah dinamika kehidupan sosial yang semakin kompleks, masyarakat memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas lingkungan. Mulai dari kepedulian terhadap sekitar, keaktifan dalam ronda malam, komunikasi antarwarga, penyelesaian masalah melalui musyawarah, hingga pelaporan cepat terhadap potensi gangguan keamanan menjadi bentuk nyata kontribusi masyarakat.

    Selain itu, Polda Lampung juga terus memperkuat program Sabuk Kamtibmas Polda Lampung sebagai wadah kolaborasi antara Polri, pemerintah, tokoh masyarakat, dan seluruh warga. Melalui sinergi ini, sistem keamanan diharapkan tidak hanya bertumpu pada penegakan hukum, tetapi juga tumbuh dari kesadaran kolektif masyarakat.
    Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, menegaskan bahwa stabilitas daerah hanya dapat terwujud jika seluruh unsur memiliki komitmen yang sama.

    “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Lampung. Keamanan bukan hanya tugas Polri, tetapi tanggung jawab kita semua. Ketika semua unsur bersatu dalam semangat Sakai Sambayan, maka Lampung akan tetap kuat, aman, damai, dan beradab,” ujarnya.

    Ia juga menambahkan bahwa nilai adat Lampung harus terus dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun persaudaraan, memperkuat persatuan, dan meningkatkan kepedulian sosial.
    Menurutnya, masyarakat yang sehat dan beradab hanya dapat tumbuh dalam lingkungan yang tertib, aman, dan penuh rasa saling menghormati. Oleh karena itu, partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci utama menjaga kestabilan sosial di Provinsi Lampung

    “Mari kita jaga Lampung dengan hati, kepedulian, dan kebersamaan. Kamtibmas yang kondusif adalah pondasi pembangunan dan syarat utama terwujudnya masyarakat Lampung yang aman, damai, dan beradab,” tutup Yuni.

  • Baru Dilantik Kaesang, Veri Ferdinalsyah Langsung ‘Dikepung’ Dukungan! PSI Mesuji Tancap Gas!

    Baru Dilantik Kaesang, Veri Ferdinalsyah Langsung ‘Dikepung’ Dukungan! PSI Mesuji Tancap Gas!

    Bandar Lampung, 19 April 2026 — Ketua DPD PSI Kabupaten Mesuji, Veri Ferdinalsyah, menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) DPW PSI Lampung yang digelar di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Minggu (19/4/2026). Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum pelantikan pengurus DPW dan DPD PSI se-Lampung oleh Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus DPP, DPW, serta pengurus DPC PSI dari berbagai kabupaten/kota. Kehadiran para pimpinan pusat menegaskan perhatian serius terhadap perkembangan PSI di Provinsi Lampung.

    Usai pelantikan, dukungan terhadap kepemimpinan Veri Ferdinalsyah sebagai Ketua DPD PSI Mesuji mengalir deras. Hal ini terlihat dari banyaknya papan bunga ucapan selamat yang memenuhi kantor Sekretariat DPD PSI Mesuji. Ucapan tersebut datang dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, relasi politik, hingga mitra organisasi.

    Veri menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.

    “Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang luar biasa, khususnya kepada semua pihak yang telah mengirimkan papan bunga ucapan ke Sekretariat DPD PSI Mesuji. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bergerak,” ujarnya.

    Menurutnya, dukungan tersebut mencerminkan luasnya jejaring yang dimiliki serta kepercayaan terhadap kepemimpinannya. Ia menegaskan bahwa hal ini menjadi modal penting dalam membesarkan PSI di Kabupaten Mesuji.

    Sebagai langkah konkret, DPD PSI Mesuji akan segera merealisasikan program ambulance gratis bagi masyarakat. Program ini menjadi bentuk nyata kepedulian sosial PSI kepada rakyat.

    “Pada prinsipnya, PSI Mesuji akan terus hadir dan bersama rakyat. Program ambulance gratis ini adalah wujud kepedulian kami terhadap kebutuhan masyarakat,” tegas Veri yang dikenal sebagai sosok dermawan.

    Sementara itu, dalam arahannya, Kaesang Pangarep menegaskan bahwa Provinsi Lampung menjadi salah satu target utama kemenangan PSI di wilayah Sumatera. Ia menyebut Lampung memiliki potensi besar untuk menjadi lumbung suara PSI, bahkan di luar Pulau Jawa.

    Kehadiran Ketua Umum, Bendahara Umum, serta jajaran pengurus inti DPP lainnya menjadi sinyal kuat bahwa PSI pusat memberikan perhatian khusus terhadap Lampung. Bahkan, dalam forum Rakorwil, Kaesang secara langsung menanyakan kebutuhan para kader di daerah sebagai bentuk komitmen dukungan.

    PSI juga berkomitmen untuk membantu fasilitas pendukung, termasuk penyediaan ambulance serta berbagai kebutuhan lain guna menunjang kerja-kerja politik di daerah.

    Melalui Wakil Sekretaris Jenderal PSI, Yoga, dalam jumpa pers usai pelantikan disampaikan bahwa semangat kader PSI Lampung sangat luar biasa.

    “Lampung sangat luar biasa, antusias dan semangatnya semoga tidak sirna. Kami yakin PSI Lampung akan mampu menempatkan kadernya hingga ke Senayan,” ujarnya optimis.

    Dengan semangat konsolidasi dan dukungan yang terus mengalir, PSI Lampung optimis menatap kontestasi politik ke depan dengan target besar: menjadikan Lampung sebagai basis kekuatan utama PSI di Sumatera.

  • Darurat Narkoba di Lampung! GRANAT Turun Tangan Putus Rantai Peredaran

    Darurat Narkoba di Lampung! GRANAT Turun Tangan Putus Rantai Peredaran

    Lampung – Ancaman narkoba di Provinsi Lampung masih menjadi perhatian serius. Peredaran dan penyalahgunaan narkotika tidak hanya merusak generasi muda, tetapi juga menghancurkan ketahanan keluarga serta mengganggu stabilitas sosial masyarakat.

    Berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional dan Polda Lampung, Lampung masih termasuk wilayah yang rawan terhadap peredaran gelap narkoba. Kondisi ini mendorong perlunya kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan pemberantasan.

    Ketua DPD GRANAT Provinsi Lampung, H. Tony Eka Candra, menegaskan bahwa Gerakan Nasional Anti Narkotika berkomitmen penuh mendukung program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba).

    “GRANAT hadir tidak hanya sebagai pendukung, tetapi sebagai mitra strategis pemerintah dalam memutus mata rantai narkoba di Lampung,” ujarnya.

    Dalam pelaksanaannya, GRANAT aktif bersinergi dengan aparat penegak hukum dan lembaga terkait, termasuk BNN dan Polda Lampung. Pendekatan yang digunakan menggabungkan langkah represif melalui penegakan hukum, dengan strategi preventif dan rehabilitatif.

    Fokus utama GRANAT adalah membangun kesadaran masyarakat guna menekan permintaan (demand) narkoba. Menurut Tony, para penyalahguna pada dasarnya adalah korban yang harus diselamatkan melalui rehabilitasi, sementara bandar dan pengedar merupakan pelaku kejahatan yang harus ditindak tegas.

    Upaya pencegahan dilakukan melalui edukasi, sosialisasi, dan penyuluhan yang masif serta terstruktur di seluruh kabupaten/kota di Lampung. Program ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemuda, pelajar, mahasiswa, Aparatur Sipil Negara, hingga tokoh agama dan tokoh adat.

    “Ribuan peserta telah mengikuti pelatihan penyuluh anti narkoba. Mereka menjadi ujung tombak dalam menyampaikan pesan pencegahan hingga ke tingkat desa,” jelasnya.

    Materi yang diberikan mencakup strategi pencegahan dan pemberantasan, bahaya narkoba, dampak jangka panjang terhadap kesehatan, serta deteksi dini penyalahgunaan.

    Pendekatan berbasis komunitas ini dinilai efektif karena narkoba mengikuti prinsip supply and demand. Ketika permintaan menurun, maka pasokan akan ikut tertekan. Dengan demikian, ruang gerak pengedar dan bandar dapat dipersempit.

    Selain pencegahan, aspek rehabilitasi juga menjadi perhatian serius. GRANAT bersama BNN Provinsi Lampung memberikan pendampingan konseling serta program pasca-rehabilitasi bagi para korban penyalahgunaan narkoba.

    “Tujuannya bukan hanya menghentikan ketergantungan, tetapi juga memulihkan kepercayaan diri dan kemampuan hidup agar tidak kembali terjerumus,” tambahnya.

    Meski menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia, sinergi antara GRANAT, BNN, dan Polda Lampung mulai menunjukkan hasil positif. Kesadaran masyarakat meningkat, pelaporan kasus bertambah, dan dukungan keluarga terhadap rehabilitasi semakin kuat.

    GRANAT Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran strategis dalam memerangi narkoba.

    “Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Mari kita wujudkan Lampung bersih dari narkoba demi masa depan generasi muda dan keutuhan bangsa,” tutup Tony.

    (***)

  • Hujan Deras Guyur Bandar Lampung, Sejumlah Titik Terendam Banjir

    Hujan Deras Guyur Bandar Lampung, Sejumlah Titik Terendam Banjir

    Bandar Lampung, 14 April 2026 — Hujan deras yang mengguyur wilayah Bandar Lampung pada Selasa (14/4/2026) menyebabkan banjir di sejumlah titik strategis kota.

    Salah satu lokasi yang terdampak cukup parah adalah di depan RSUD Abdul Moeloek, kawasan Kedaton, yang terendam air hingga mengganggu aktivitas lalu lintas dan akses masyarakat.

    Selain itu, banjir juga menggenangi Underpass Hanoman sehingga tidak dapat dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Kondisi ini menyebabkan kemacetan cukup panjang di sekitar lokasi.

    Wilayah lain yang turut terdampak antara lain kawasan Pasir Gintung dan Jalan Urip Sumoharjo. Genangan air di beberapa titik dilaporkan cukup tinggi, sehingga memperlambat arus kendaraan dan meningkatkan risiko bagi pengguna jalan.

    Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa. Namun, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, menghindari titik-titik banjir, serta memantau perkembangan cuaca dan informasi dari pihak berwenang.

    Pemerintah setempat diharapkan segera mengambil langkah cepat untuk penanganan genangan air dan memastikan keselamatan warga di lokasi terdampak.

  • Wakapolda Lampung Ajak PJU Jalan Santai, Perkuat Soliditas dan Kebugaran

    Wakapolda Lampung Ajak PJU Jalan Santai, Perkuat Soliditas dan Kebugaran

    Lampung — Wakapolda Lampung, Brigjen Pol Drs. Sumarto, M.Si., melaksanakan kegiatan jalan pagi santai bersama para Pejabat Utama (PJU) di Kebun Raya ITERA, Jumat (10/04/2026).

    Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kebugaran fisik di tengah padatnya aktivitas dan tanggung jawab tugas kepolisian. Selain itu, momen ini juga dimanfaatkan untuk mempererat kebersamaan serta meningkatkan komunikasi antar pimpinan di lingkungan Polda Lampung.

    Dalam suasana santai namun penuh keakraban, para peserta terlihat menikmati jalur hijau Kebun Raya ITERA sambil berdiskusi ringan terkait tugas dan koordinasi ke depan.

    Wakapolda Lampung menegaskan bahwa kesehatan fisik dan kekompakan internal merupakan kunci utama dalam menunjang kinerja kepolisian. Dengan kondisi tubuh yang prima dan soliditas yang terjaga, diharapkan seluruh jajaran mampu menjalankan tugas secara optimal serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

    Kegiatan ini juga menjadi contoh bahwa menjaga keseimbangan antara tugas dan kesehatan merupakan hal penting bagi seluruh personel Polri.

  • Gudang BBM Ilegal Digerebek 32 Dibekuk, Rugikan Negara Rp. 160 Miliar

    Gudang BBM Ilegal Digerebek 32 Dibekuk, Rugikan Negara Rp. 160 Miliar

    Pesawaran, Lampung — Kapolda Lampung, Helfi Assegaf, turun langsung meninjau lokasi praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) ilegal di Desa Sukajaya Lempasing, Kabupaten Pesawaran, Kamis (9/4/2026).

    Peninjauan ini merupakan tindak lanjut dari operasi besar yang dilakukan oleh Ditreskrimsus Polda Lampung bersama Brimob Polda Lampung, yang berhasil membongkar tiga gudang besar tempat pengolahan dan distribusi BBM ilegal.

    Dalam operasi tersebut, aparat berhasil mengamankan 32 pelaku dari tiga lokasi berbeda yang diduga terlibat dalam jaringan penyalahgunaan BBM berskala besar.

    Tak hanya itu, petugas juga menyita barang bukti dalam jumlah fantastis, yakni sekitar 203.000 liter solar, yang berasal dari hasil olahan minyak mentah ilegal serta penyelewengan BBM subsidi.

    Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, praktik ilegal ini menyebabkan kerugian negara diperkirakan mencapai Rp160,7 miliar.

    Selain BBM, aparat juga menyita berbagai aset pendukung aktivitas ilegal tersebut, di antaranya:

    10 unit truk modifikasi
    3 kapal pengangkut
    Puluhan mesin alkon
    Ratusan tandon penampungan

    Dari hasil pengungkapan, diketahui para pelaku menggunakan modus pemurnian minyak mentah atau yang dikenal sebagai “minyak cong” dengan mencampurkan bahan kimia tertentu agar menyerupai solar asli. Selain itu, ditemukan juga praktik pengecoran BBM subsidi dari SPBU yang kemudian diolah dan dijual kembali secara ilegal.

    Kapolda Lampung menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan penindakan tegas terhadap segala bentuk kejahatan yang merugikan negara dan masyarakat, khususnya dalam sektor energi.

    “Ini menjadi perhatian serius. Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku penyalahgunaan BBM ilegal di wilayah Lampung,” tegasnya.