Tag: #LampungUpdate

  • Wapres Gibran Tiba di Lampung, Langsung Kunjungi Kampung Nelayan di Lampung Timur

    Wapres Gibran Tiba di Lampung, Langsung Kunjungi Kampung Nelayan di Lampung Timur

    Lampung Timur — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka tiba di Provinsi Lampung dan langsung menuju Kabupaten Lampung Timur pada Jumat, 8 Mei 2026.

    Dalam kunjungan kerjanya, Wapres RI dijadwalkan meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang berada di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur.

    Selain melakukan peninjauan, Wapres Gibran juga akan berdialog langsung bersama para nelayan setempat serta perangkat desa guna mendengar berbagai aspirasi dan kondisi masyarakat pesisir di wilayah tersebut.

    Kunjungan ini menjadi bagian dari perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan sektor kelautan dan pemberdayaan masyarakat nelayan di daerah.

    Usai dari Lampung Timur, Wakil Presiden Gibran dijadwalkan melanjutkan agenda kunjungan kerja ke Kota Bandar Lampung untuk meninjau sejumlah lokasi yang telah dijadwalkan sebelumnya.

    Kehadiran Wapres RI di Provinsi Lampung mendapat perhatian masyarakat dan diharapkan mampu membawa dampak positif bagi pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah.

  • Silaturahmi Ramadan, Presiden Prabowo Terima Megawati di Istana Merdeka

    Silaturahmi Ramadan, Presiden Prabowo Terima Megawati di Istana Merdeka

    Jakarta – Di hari ke-29 bulan suci Ramadan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka, Kamis (19/3/2026).

    Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan sebagai bagian dari tradisi silaturahmi menjelang Hari Raya Idulfitri. Kedua tokoh bangsa ini tampak berbincang akrab, mencerminkan semangat persatuan dan kebersamaan di momen Ramadan.

    Turut hadir dalam kesempatan tersebut, putri Megawati, Puan Maharani, serta putra Presiden Prabowo, Didit Hediprasetyo.

    Silaturahmi ini menjadi simbol penting dalam menjaga komunikasi dan keharmonisan antar pemimpin bangsa, khususnya dalam momentum bulan suci Ramadan yang sarat nilai kebersamaan, persaudaraan, dan saling memaafkan.
    Momentum tersebut juga diharapkan dapat memperkuat persatuan nasional serta memberikan contoh positif bagi masyarakat Indonesia dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman.

  • Heboh Penemuan Mayat di Sungai Banjar Negeri, Diduga Kuat Pandra Apriliadi

    Heboh Penemuan Mayat di Sungai Banjar Negeri, Diduga Kuat Pandra Apriliadi

    Natar, 31 Juli 2025 — Warga Desa Banjar Negeri, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, digegerkan oleh penemuan sesosok mayat pria yang mengambang di pinggir sungai pada Kamis pagi (31/7/2025). Pria tersebut mengenakan jaket merah, dan diduga kuat merupakan Pandra Apriliadi (21), pemuda asal Sungkai Utara yang telah dilaporkan hilang sejak lima hari lalu.

    Sejak pukul 08.00 WIB, sekitar 80 warga yang dipimpin oleh Kepala Dusun, Suratmi, melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Banjar Negeri. Sungai ini membelah dua wilayah, yakni Desa Branti Raya dan Haduyang. Pencarian dipicu oleh meningkatnya atensi publik terhadap kasus hilangnya Pandra yang sempat viral di media sosial dan grup komunitas lokal.

    Sekitar pukul 10.15 WIB, warga menemukan sesosok jenazah pria di tepi sungai dalam kondisi tidak bernyawa. Temuan tersebut segera dilaporkan kepada Kepala Desa dan Babinsa untuk diteruskan kepada pihak kepolisian.

    Hingga Kamis siang, jenazah masih berada di lokasi penemuan, menunggu proses evakuasi dan identifikasi resmi oleh pihak kepolisian. Belum ada pernyataan resmi terkait penyebab kematian, waktu kematian, maupun konfirmasi identitas secara forensik.

    Meski demikian, sejumlah warga yang mengenal korban meyakini kuat bahwa mayat tersebut adalah Pandra Apriliadi.

    “Pandara sudah ditemukan, positif ini Pandra. Udah tidak simpang siur lagi, udah,” ujar seorang warga yang turut berada di lokasi penemuan.

    Penemuan mayat ini sontak menjadi viral. Sejumlah foto dan video dari lokasi penemuan tersebar luas di berbagai platform media sosial. Publik pun mendesak aparat penegak hukum untuk segera memastikan identitas korban dan mengungkap penyebab kematian secara terang-benderang.

    Pihak keluarga korban hingga kini masih menanti kabar resmi dari kepolisian dan berharap agar proses identifikasi dan penyelidikan dapat dilakukan secara terbuka dan tuntas.

    (*)

  • Ratusan Warga Sungkay dan Sahabat dari Lampung Sungkay Datangi Polsek Natar, Desak Titik Terang Hilangnya Pandra Apriliadi

    Ratusan Warga Sungkay dan Sahabat dari Lampung Sungkay Datangi Polsek Natar, Desak Titik Terang Hilangnya Pandra Apriliadi

    Natar, Selasa 29 Juli 2025 — Sekitar pukul 20.00 WIB, massa yang terdiri dari rombongan warga Sungkay dan para sahabat dari komunitas Lampung Sungkay mendatangi Polsek Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Kedatangan mereka adalah untuk menuntut kejelasan dan perkembangan terbaru atas kasus hilangnya Pandra Apriliadi, karyawan Koperasi Simpan Pinjam Lampung Jaya Bersatu, yang menghilang sejak Minggu malam (27 Juli 2025).

    Massa yang hadir memenuhi halaman Polsek menyuarakan kegelisahan dan harapan agar pihak kepolisian serius menangani kasus ini. Mereka mendesak agar pencarian dilakukan lebih intensif dan hasilnya segera disampaikan kepada publik, khususnya keluarga korban.

    “Kami datang sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas. Sudah dua hari adik kami belum ditemukan. Kami ingin ada kepastian, ada upaya maksimal dari aparat,” ujar salah satu tokoh pemuda Sungkay yang turut hadir dalam rombongan.

    Menanggapi tekanan dan harapan masyarakat, pihak Polsek Natar menyampaikan bahwa pencarian sudah dilakukan secara intensif. Bahkan, pada malam ini, tim dari Polsek akan turun langsung ke lokasi yang diduga menjadi titik terakhir keberadaan korban, dibantu dengan anjing pelacak (K9). Dalam pencarian tersebut, sekitar 10 orang perwakilan dari keluarga korban juga turut mendampingi tim.

    Pencarian dilakukan di wilayah sekitar Desa Purworejo, Kecamatan Natar, tempat terakhir Pandra diketahui berada. Sebelumnya, Pandra sempat melakukan video call dengan pacarnya dan mengabarkan bahwa ia sedang menagih ke seorang nasabah berinisial SP, dan sempat dibonceng oleh SP menuju suatu tempat yang gelap dan tidak dikenal.

    Sampai saat ini, korban belum ditemukan dan proses penyelidikan masih terus berlanjut. Pihak keluarga berharap agar pencarian dilakukan lebih luas dan melibatkan tim yang lebih besar.

    “Kami berharap aparat bisa terbuka kepada keluarga dan masyarakat. Kami ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi,” kata salah satu perwakilan keluarga korban.

    (Murida)