Tag: #P4GN

  • Darurat Narkoba di Lampung! GRANAT Turun Tangan Putus Rantai Peredaran

    Darurat Narkoba di Lampung! GRANAT Turun Tangan Putus Rantai Peredaran

    Lampung – Ancaman narkoba di Provinsi Lampung masih menjadi perhatian serius. Peredaran dan penyalahgunaan narkotika tidak hanya merusak generasi muda, tetapi juga menghancurkan ketahanan keluarga serta mengganggu stabilitas sosial masyarakat.

    Berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional dan Polda Lampung, Lampung masih termasuk wilayah yang rawan terhadap peredaran gelap narkoba. Kondisi ini mendorong perlunya kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan pemberantasan.

    Ketua DPD GRANAT Provinsi Lampung, H. Tony Eka Candra, menegaskan bahwa Gerakan Nasional Anti Narkotika berkomitmen penuh mendukung program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba).

    “GRANAT hadir tidak hanya sebagai pendukung, tetapi sebagai mitra strategis pemerintah dalam memutus mata rantai narkoba di Lampung,” ujarnya.

    Dalam pelaksanaannya, GRANAT aktif bersinergi dengan aparat penegak hukum dan lembaga terkait, termasuk BNN dan Polda Lampung. Pendekatan yang digunakan menggabungkan langkah represif melalui penegakan hukum, dengan strategi preventif dan rehabilitatif.

    Fokus utama GRANAT adalah membangun kesadaran masyarakat guna menekan permintaan (demand) narkoba. Menurut Tony, para penyalahguna pada dasarnya adalah korban yang harus diselamatkan melalui rehabilitasi, sementara bandar dan pengedar merupakan pelaku kejahatan yang harus ditindak tegas.

    Upaya pencegahan dilakukan melalui edukasi, sosialisasi, dan penyuluhan yang masif serta terstruktur di seluruh kabupaten/kota di Lampung. Program ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemuda, pelajar, mahasiswa, Aparatur Sipil Negara, hingga tokoh agama dan tokoh adat.

    “Ribuan peserta telah mengikuti pelatihan penyuluh anti narkoba. Mereka menjadi ujung tombak dalam menyampaikan pesan pencegahan hingga ke tingkat desa,” jelasnya.

    Materi yang diberikan mencakup strategi pencegahan dan pemberantasan, bahaya narkoba, dampak jangka panjang terhadap kesehatan, serta deteksi dini penyalahgunaan.

    Pendekatan berbasis komunitas ini dinilai efektif karena narkoba mengikuti prinsip supply and demand. Ketika permintaan menurun, maka pasokan akan ikut tertekan. Dengan demikian, ruang gerak pengedar dan bandar dapat dipersempit.

    Selain pencegahan, aspek rehabilitasi juga menjadi perhatian serius. GRANAT bersama BNN Provinsi Lampung memberikan pendampingan konseling serta program pasca-rehabilitasi bagi para korban penyalahgunaan narkoba.

    “Tujuannya bukan hanya menghentikan ketergantungan, tetapi juga memulihkan kepercayaan diri dan kemampuan hidup agar tidak kembali terjerumus,” tambahnya.

    Meski menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia, sinergi antara GRANAT, BNN, dan Polda Lampung mulai menunjukkan hasil positif. Kesadaran masyarakat meningkat, pelaporan kasus bertambah, dan dukungan keluarga terhadap rehabilitasi semakin kuat.

    GRANAT Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran strategis dalam memerangi narkoba.

    “Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Mari kita wujudkan Lampung bersih dari narkoba demi masa depan generasi muda dan keutuhan bangsa,” tutup Tony.

    (***)

  • Silaturahmi Jadi Kunci Penguatan Moral Bangsa Menuju Indonesia BERSINAR di Bulan Ramadhan

    Silaturahmi Jadi Kunci Penguatan Moral Bangsa Menuju Indonesia BERSINAR di Bulan Ramadhan

    LAMPUNG – Ketua DPD GRANAT Provinsi Lampung sekaligus Wakil Ketua I ICMI Wilayah Provinsi Lampung, H. Tony Eka Candra, menegaskan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai kekuatan sosial dalam membangun bangsa, khususnya di Bulan Suci Ramadhan. (Minggu 22 Februari 2026)

    Menurutnya, silaturahmi tidak hanya memiliki nilai keagamaan, tetapi juga berperan strategis dalam memperkuat persatuan, kepedulian sosial, serta ketahanan masyarakat di tengah tantangan kehidupan modern yang semakin individualistis.

    “Ramadhan merupakan momentum untuk membersihkan hati dan memperbaiki hubungan sosial. Silaturahmi menjadi sarana penting untuk menumbuhkan empati, kebersamaan, dan kepedulian antarwarga,” ujar Tony Eka Candra dalam keterangannya.

    Ia mengutip sabda Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa menyambung tali silaturahmi dapat melapangkan rezeki dan memanjangkan umur. Hal tersebut, kata dia, menegaskan bahwa kesalehan ritual harus berjalan seiring dengan kesalehan sosial.

    Peran Silaturahmi dalam P4GN
    Lebih lanjut, Tony menekankan bahwa silaturahmi juga memiliki peran penting dalam mendukung program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika). Melalui komunikasi yang baik dan keterlibatan semua elemen masyarakat, upaya pencegahan narkoba dapat dilakukan secara lebih efektif.

    “Penyalahguna dan pecandu narkoba harus dipandang sebagai korban yang perlu diselamatkan melalui rehabilitasi, bukan semata-mata sebagai pelaku kejahatan. Yang harus diberantas adalah produsen, sindikat, bandar, dan pengedar narkoba,” tegasnya.

    Ia menyebut narkoba sebagai ancaman serius bagi generasi muda dan masa depan bangsa karena dapat merusak tatanan keluarga serta kehidupan sosial masyarakat. Oleh karena itu, momentum Ramadhan harus dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas sosial dan pengawasan lingkungan.

    Dorong Terwujudnya Indonesia BERSINAR
    Tony mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan Ramadhan sebagai ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Indonesia BERSINAR (Bersih dari Narkoba).

    “Dengan silaturahmi yang kuat, masyarakat akan lebih peduli, saling mengingatkan, dan bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dan sehat,” ujarnya.

    Ia berharap, melalui semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang tumbuh di Bulan Suci Ramadhan, bangsa Indonesia dapat semakin kokoh dalam menghadapi berbagai tantangan dan melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.

    “Selamat menjalankan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan. Mohon maaf lahir dan batin,” pungkasnya.
    (*)