Tag: #ViralLampung

  • Regenerasi Tokoh Adat Diperkuat, Masyarakat Adat Gunom Ragom Gelar Diklat Titi Puranti Begawi 2026

    Regenerasi Tokoh Adat Diperkuat, Masyarakat Adat Gunom Ragom Gelar Diklat Titi Puranti Begawi 2026

    Bandar Lampung – Masyarakat Adat Gunom Ragom Marga Sungkai Bunga Mayang kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya sekaligus menyiapkan regenerasi pemangku adat melalui penyelenggaraan Diklat Adat Titi Puranti Begawi Marga Bunga Mayang Sungkai Tahun 2026.

    Kegiatan bertema “Melalui Diklat Adat, Kita Mengenal Budaya sebagai Kearifan Lokal dan Jati Diri Masyarakat Lampung” ini berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu (4–5 Juli 2026), di Aula SMTI Bandar Lampung dan diikuti 40 peserta yang berasal dari Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Utara, serta berbagai tiuh di wilayah Sungkai Bunga Mayang.

    Diklat tersebut menjadi wadah pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami tata cara pelaksanaan Begawi secara utuh, sekaligus memperkuat nilai-nilai budaya dan identitas masyarakat Lampung di tengah derasnya arus modernisasi.

    Mewakili Gubernur Lampung, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Tony Ferdinansyah, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi konsistensi Masyarakat Adat Gunom Ragom dalam menjaga warisan budaya leluhur.

    “Pelestarian adat merupakan investasi peradaban yang nilainya tidak dapat diukur dengan materi. Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, menjaga adat adalah keputusan yang tepat. Kemajuan tidak boleh membuat kita melupakan akar budaya,” ujarnya.

    Tony menegaskan bahwa adat bukan sekadar simbol berupa pakaian adat, gelar, maupun prosesi seremonial, tetapi merupakan pedoman hidup masyarakat Lampung yang diwariskan turun-temurun.

    Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan investasi, tetapi juga harus dibarengi dengan pembangunan karakter masyarakat yang berlandaskan falsafah Piil Pesenggiri.

    “Nilai-nilai seperti Nemui Nyimah, Nengah Nyappur, Sakai Sambayan, dan Juluk Adok harus terus diwariskan kepada generasi muda. Budaya bukan penghambat kemajuan, justru menjadi fondasi untuk membangun Lampung yang maju tanpa kehilangan jati dirinya,” tegasnya.

    Sementara itu, Ketua Masyarakat Adat Gunom Ragom Marga Bunga Mayang Sungkai, Ansori DJausal, mengatakan penyelenggaraan diklat merupakan langkah strategis dalam menyiapkan kader-kader adat sebagai penerus para penyimbang dan tokoh adat yang kini sebagian besar telah memasuki usia lanjut.

    Menurutnya, kebutuhan regenerasi semakin mendesak seiring meningkatnya minat masyarakat melaksanakan prosesi Begawi, sementara jumlah tokoh adat yang memahami tata cara pelaksanaannya masih sangat terbatas.

    “Tujuan utama kegiatan ini adalah melakukan regenerasi. Banyak tokoh adat kita yang sudah sepuh. Jika tidak dipersiapkan sejak sekarang, dikhawatirkan akan terjadi kekosongan. Kami ingin melahirkan kader-kader muda yang mampu melanjutkan peran para tokoh adat dalam setiap pelaksanaan Begawi,” ujar Ansori.

    Ia juga mengungkapkan bahwa selama ini pelaksanaan adat kerap menghadapi kendala ketika beberapa kegiatan berlangsung pada waktu yang bersamaan.

    “Sering kali pelaksanaan adat bergantung pada beberapa figur saja. Ketika mereka berhalangan hadir atau terdapat dua acara bersamaan, prosesi adat menjadi terhambat. Melalui diklat ini kami ingin memperbanyak tokoh adat yang memahami pakem Begawi sehingga pelaksanaan adat dapat terus berjalan dengan baik,” jelasnya.

    Ketua Panitia, Jan Roma, SE., MM., bergelar Sultan Raja Hukum, menjelaskan bahwa diklat tahun ini merupakan pelaksanaan kedua setelah sebelumnya diselenggarakan pada tahun 2011.

    Menurutnya, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin sebagai upaya memperkuat regenerasi dan meningkatkan kompetensi para pelaku adat.

    “Diklat pertama dilaksanakan pada tahun 2011. Kini kami kembali menyelenggarakannya karena sebagian besar peserta angkatan pertama telah memasuki usia lanjut. Regenerasi menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda agar estafet kepemimpinan adat tetap berjalan,” katanya.

    Ia menambahkan, tingginya antusiasme masyarakat dalam melaksanakan prosesi Begawi harus diimbangi dengan ketersediaan sumber daya manusia yang memahami tata cara adat secara benar.

    “Jangan sampai tradisi yang masih hidup dan terus berkembang di tengah masyarakat justru terkendala karena kekurangan tokoh adat. Melalui diklat ini kami berharap lahir generasi penerus yang mampu menjaga kelestarian adat Lampung sekaligus meneruskan nilai-nilai luhur Piil Pesenggiri kepada generasi berikutnya,” tutup Jan Roma.

    Melalui penyelenggaraan Diklat Adat Titi Puranti Begawi 2026, Masyarakat Adat Gunom Ragom menegaskan komitmennya untuk memastikan warisan budaya Lampung tetap lestari, relevan dengan perkembangan zaman, serta terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Lampung.

  • Ketua DPW PSI Lampung Sambut Kedatangan Kaesang Pangarep di Bandara Raden Intan, Siap Sukseskan Rakorda PSI dan Agenda Jokowi di Lampung

    Ketua DPW PSI Lampung Sambut Kedatangan Kaesang Pangarep di Bandara Raden Intan, Siap Sukseskan Rakorda PSI dan Agenda Jokowi di Lampung

    Bandar Lampung | RAM NEWS LAMPUNG – Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Lampung, Achmad Ridho Julian, bersama jajaran pengurus DPW PSI Lampung melaksanakan penjemputan Ketua Umum DPP PSI, Kaesang Pangarep, beserta rombongan di Bandara Raden Intan II, Lampung, pada Kamis (25/6/2026).

    Penyambutan berlangsung dengan penuh kehangatan dan semangat kebersamaan. Turut hadir dalam penyambutan tersebut Dr. R. Benny Kisworo, S.E., M.M., Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), bersama jajaran pengurus pusat dan daerah untuk menyambut kedatangan Ketua Umum DPP PSI beserta rombongan di Provinsi Lampung.

    Kedatangan Kaesang Pangarep merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Lampung yang akan dilaksanakan pada 26–28 Juni 2026. Selama tiga hari, Rakorda akan menjadi forum konsolidasi dan penguatan organisasi guna mempererat sinergi antara pengurus pusat, wilayah, dan daerah.

    Selain mengikuti Rakorda, jajaran pengurus PSI dijadwalkan mendampingi Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, yang akan berada di Lampung selama tiga hari untuk menyapa masyarakat melalui sejumlah agenda yang telah dipersiapkan.

    Ketua DPW PSI Lampung, Achmad Ridho Julian, menyampaikan bahwa seluruh jajaran pengurus telah siap menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen PSI dalam memperkuat kedekatan dengan masyarakat Lampung.

    “Kami menyambut dengan penuh antusias kedatangan Ketua Umum DPP PSI, Mas Kaesang Pangarep, beserta jajaran DPP. Rakorda ini diharapkan semakin memperkuat soliditas kader PSI di Lampung, sekaligus mendukung seluruh agenda kunjungan Presiden ke-7 RI, Bapak Joko Widodo, agar berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Achmad Ridho Julian.

    Melalui Rakorda dan rangkaian kegiatan tersebut, PSI Lampung berharap dapat memperkuat koordinasi organisasi, meningkatkan semangat kader, serta menghadirkan politik yang dekat dengan rakyat dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat Lampung.

  • POLISI BISA NGAKAK! Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Lampung Gelar Lomba Stand Up Comedy

    POLISI BISA NGAKAK! Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Lampung Gelar Lomba Stand Up Comedy

    Bandar Lampung | RAM NEWS LAMPUNG – Dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Lampung menghadirkan kegiatan unik dan penuh hiburan melalui Lomba Stand Up Comedy yang diikuti personel Polri dari berbagai satuan kerja dan satuan wilayah jajaran Polda Lampung.

    Kegiatan yang berlangsung di Aula Polda Lampung pada Senin (22/6/2026) tersebut sukses menghadirkan suasana penuh gelak tawa. Para peserta yang sehari-hari dikenal tegas dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, kali ini tampil berbeda dengan menunjukkan kemampuan mereka dalam dunia komedi.

    Berbagai materi lucu dan menghibur disuguhkan para peserta, mulai dari kisah kehidupan sehari-hari, pengalaman saat bertugas, dinamika pelayanan masyarakat, hingga pesan-pesan kamtibmas yang dikemas secara kreatif dan ringan sehingga mudah diterima oleh masyarakat.

    Setelah melalui proses penilaian ketat dari dewan juri yang mempertimbangkan kesesuaian tema, teknik penyampaian, serta orisinalitas materi, akhirnya terpilih para pemenang lomba Stand Up Comedy Hari Bhayangkara ke-80, yakni:

    🏆 Juara 1: Aiptu Badar Johan (Polres Tulang Bawang Barat)

    🥈 Juara 2: Bripka Heru SW (Polres Lampung Barat)

    🥉 Juara 3: Ipda Rahmat Basuki (Polres Pringsewu)

    Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, mengapresiasi tinggi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba ini menjadi bukti bahwa personel Polri tidak hanya profesional dalam bertugas, tetapi juga memiliki sisi humanis dan kreatif.

    “Kami sangat bangga melihat antusiasme dan kreativitas para personel dalam Lomba Stand Up Comedy Hari Bhayangkara ke-80 ini. Melalui media komedi, kita dapat melihat sisi lain anggota Polri yang lebih dekat dengan masyarakat, humanis, serta mampu menyampaikan pesan-pesan positif dengan cara yang menghibur,” ujar Yuni.

    Ia menambahkan, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang unjuk bakat, namun juga sarana mempererat kebersamaan antaranggota, mengurangi kejenuhan di tengah padatnya tugas pelayanan, sekaligus membangun harmonisasi di lingkungan kerja.

    “Pesan-pesan kamtibmas yang dibalut dengan komedi sering kali lebih mudah diterima masyarakat. Ini menjadi salah satu cara kreatif Polri untuk terus hadir dan dekat dengan masyarakat,” tambahnya.

    Sebagai bentuk penghargaan, para pemenang akan menerima piala dan uang pembinaan yang akan diserahkan secara resmi pada puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang akan digelar pada 1 Juli 2026 mendatang.

    Melalui kegiatan ini, Polda Lampung berharap semangat kebersamaan antarpersonel semakin kuat serta mendorong lahirnya inovasi dan kreativitas dalam memberikan pelayanan yang humanis, profesional, dan semakin dicintai masyarakat.

  • Polda Lampung Gagalkan Peredaran Narkoba Rp235 Miliar, 179,5 Kg Sabu Disita, 948 Ribu Jiwa Terselamatkan

    Polda Lampung Gagalkan Peredaran Narkoba Rp235 Miliar, 179,5 Kg Sabu Disita, 948 Ribu Jiwa Terselamatkan

    LAMPUNG SELATAN | RAM NEWS LAMPUNG – Polda Lampung kembali menunjukkan komitmennya dalam memerangi peredaran narkotika. Dalam kurun waktu Februari hingga Juni 2026, jajaran Polda Lampung bersama Polres Lampung Selatan berhasil mengungkap 17 kasus besar narkotika dan menangkap 24 tersangka di kawasan Seaport Interdiction Bakauheni, Lampung Selatan.

    Dari pengungkapan tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti narkotika dalam jumlah fantastis dengan nilai ekonomis mencapai Rp235,1 miliar.

    Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf mengatakan, pengungkapan ini merupakan bentuk nyata perang terhadap jaringan narkoba yang mengancam masa depan generasi bangsa.

    “Pengungkapan kasus ini merupakan wujud komitmen Polda Lampung dalam memberantas peredaran gelap narkotika yang dapat merusak generasi penerus bangsa serta mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Helfi Assegaf saat konferensi pers di Mapolres Lampung Selatan, Kamis (18/6/2026).

    Adapun barang bukti yang berhasil diamankan meliputi 179,5 kilogram sabu, 58 kilogram ganja, 44.128 butir ekstasi, 11,4 kilogram ketamin, 3.148 cartridge etomidate, 5 liter liquid etomidate, serta 20.000 butir Happy Five (Erimin 5).

    Selain itu, polisi juga menyita delapan unit mobil, enam tas, lima telepon genggam, dan satu lembar STNK yang diduga terkait jaringan peredaran narkotika.

    Para pelaku menggunakan berbagai modus untuk mengelabui petugas. Narkoba disembunyikan di dalam tas, kardus, kotak speaker, bagasi kendaraan pribadi, bus, minibus, mobil boks ekspedisi hingga paket kiriman melalui jasa kurir.

    Berdasarkan perhitungan kepolisian, pengungkapan ini diperkirakan berhasil menyelamatkan sekitar 948.628 jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

    Helfi Assegaf menegaskan tidak ada ruang bagi bandar maupun pengedar narkoba di Provinsi Lampung.

    “Tidak ada toleransi terhadap segala bentuk peredaran gelap narkotika. Kami akan terus bertindak tegas, profesional, dan tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang terlibat,” tegasnya.

    Polda Lampung juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif melawan narkoba dengan melaporkan aktivitas mencurigakan melalui layanan darurat Polri 110 yang tersedia selama 24 jam.

    “Perang melawan narkoba bukan hanya tugas polisi, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat,” pungkas Helfi Assegaf.

  • Jelang Kunjungan Jokowi, Tiga Rakorda Jadi Penanda Kekuatan Baru PSI Lampung

    Jelang Kunjungan Jokowi, Tiga Rakorda Jadi Penanda Kekuatan Baru PSI Lampung

    Bandar Lampung | RAM NEWS LAMPUNG – Menjelang kunjungan Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi), ke Provinsi Lampung, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Lampung menyiapkan “hadiah spesial” berupa pelaksanaan tiga Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Kabupaten Mesuji, Kabupaten Tulang Bawang, dan Kota Bandar Lampung.

    Ketua DPW PSI Lampung, Achmad Ridho Julian, mengatakan pelaksanaan Rakorda tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat struktur organisasi partai hingga ke tingkat akar rumput. Menurutnya, Rakorda kali ini memiliki nilai istimewa karena menjadi Rakorda pertama yang dilaksanakan oleh kepengurusan tingkat kabupaten/kota se-Indonesia.

    “Rakorda ini menjadi bukti bahwa konsolidasi PSI Lampung terus berjalan. Target kami adalah membangun struktur hingga tingkat desa atau kelurahan sampai ke TPS sebagai fondasi utama kekuatan partai,” ujar Ridho.

    Ia menjelaskan, pelaksanaan Rakorda merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI Lampung yang digelar pada 17 April 2026. Dalam Rakorwil tersebut, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI melakukan verifikasi internal terhadap struktur DPW, DPD, dan DPC se-Lampung.

    Hasil verifikasi menunjukkan tingkat kehadiran dan kesesuaian struktur kepengurusan mencapai sekitar 90 persen, yang menjadi indikator kuat bahwa mesin partai di Lampung terus bergerak dan berkembang.

    Sementara itu, Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPW PSI Lampung, M. Ivan Afrihansa, menegaskan bahwa Rakorda bukan sekadar agenda seremonial. Setiap daerah yang akan melaksanakan Rakorda wajib memenuhi syarat pembentukan minimal 75 persen kepengurusan desa atau kelurahan.

    “Rakorda bukan sekadar agenda seremonial. Setiap daerah yang melaksanakan Rakorda harus memenuhi syarat pembentukan minimal 75 persen struktur desa atau kelurahan, yang kemudian akan diverifikasi secara faktual oleh DPW PSI Lampung,” jelas Ivan.

    Menurutnya, selain Mesuji, Tulang Bawang, dan Bandar Lampung, sejumlah daerah lain juga menunjukkan perkembangan yang cukup pesat dalam pembentukan struktur partai. Kabupaten Pesawaran, Lampung Timur, dan Pringsewu diperkirakan akan segera menyusul menggelar Rakorda dalam waktu dekat.

    PSI Lampung menargetkan seluruh 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung dapat melaksanakan Rakorda dengan sistem verifikasi yang sama. Langkah ini menjadi bagian dari strategi partai dalam memperkuat organisasi sekaligus mempersiapkan agenda-agenda politik ke depan.

    Dengan semakin masifnya pembentukan struktur hingga tingkat desa dan TPS, PSI Lampung optimistis mampu menjadi kekuatan politik baru yang solid dan siap menghadapi berbagai kontestasi politik di masa mendatang.

  • Jelang Kedatangan Jokowi ke Lampung, PSI Panaskan Mesin! Konsolidasi Besar Digelar, Raporda dan Agenda Budaya Jadi Sorotan

    Jelang Kedatangan Jokowi ke Lampung, PSI Panaskan Mesin! Konsolidasi Besar Digelar, Raporda dan Agenda Budaya Jadi Sorotan

    Bandar Lampung | RAM NEWS LAMPUNG – Menjelang kunjungan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Lampung bergerak cepat melakukan pemantapan dan konsolidasi internal. Rapat strategis digelar di Aula Rapat DPW PSI Lampung, Jumat (19/6/2026), guna memastikan seluruh rangkaian agenda besar partai berjalan sukses dan tanpa hambatan.

    Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPW PSI Lampung, Achmad Ridho Julian, didampingi Sekretaris DPW PSI Lampung, Beni Batara, serta Ketua Badan Saksi PSI Lampung, Reka Punanta.

    Suasana rapat berlangsung serius namun penuh semangat. Seluruh pengurus dan panitia yang terlibat dalam agenda kunjungan Jokowi tampak fokus membahas berbagai aspek persiapan, mulai dari penyambutan tamu, pengaturan acara, koordinasi lapangan hingga dukungan teknis selama kunjungan berlangsung.

    Dalam arahannya, Achmad Ridho menegaskan bahwa kunjungan Presiden ke-7 RI ke Lampung bukan hanya menjadi momentum silaturahmi, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan soliditas dan kekompakan kader PSI di Bumi Ruwa Jurai.

    “Seluruh pengurus harus memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing. Kesuksesan agenda ini adalah tanggung jawab bersama. Kita ingin memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan memberikan kesan terbaik,” tegasnya.

    Tak hanya membahas kunjungan Jokowi, rapat juga memfokuskan pembahasan pada pelaksanaan Raporda PSI Lampung serta sejumlah kegiatan budaya yang akan menjadi bagian dari agenda besar partai di akhir Juni mendatang.

    Sekretaris DPW PSI Lampung, Beni Batara, menilai kekuatan utama PSI terletak pada kekompakan kader. Ia mengajak seluruh tim yang telah dibentuk untuk bekerja maksimal sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

    “Soliditas kader menjadi modal utama. Dengan kerja sama yang baik, seluruh agenda yang telah direncanakan dapat terlaksana secara maksimal,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua Badan Saksi PSI Lampung, Reka Punanta, mengingatkan pentingnya kesiapan administrasi dan verifikasi internal dalam pelaksanaan Raporda agar seluruh tahapan organisasi berjalan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku.

    Melalui rapat pemantapan ini, DPW PSI Lampung optimistis seluruh rangkaian kegiatan, termasuk kunjungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo, dapat berjalan sukses dan menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi, semangat kebersamaan, serta eksistensi PSI di Provinsi Lampung.

  • Anggota DPRD Provinsi Lampung Digugat Terkait Sengketa Tanah dan Bangunan di Kedaton

    Anggota DPRD Provinsi Lampung Digugat Terkait Sengketa Tanah dan Bangunan di Kedaton

    Bandar Lampung – Sengketa kepemilikan tanah dan bangunan yang berlokasi di Jalan Danau Tondano, Kelurahan Surabaya, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung, memasuki tahap persidangan di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjung Karang, Kamis (11/6/2026).

    Perkara tersebut berawal dari gugatan perdata yang diajukan oleh Ahmad Ridwan terhadap Yusron Amarullah terkait dugaan perbuatan melawan hukum dalam transaksi jual beli tanah dan bangunan yang dilakukan pada Maret 2021. Dalam perkara ini, Yusron Amarullah diketahui merupakan ayah kandung dari seorang anggota DPRD Provinsi Lampung berinisial Garinca Reza Pahlevi

    Menurut keterangan pihak penggugat, transaksi jual beli telah dilakukan secara sah di hadapan notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), serta sertifikat hak milik atas objek sengketa telah beralih atas nama Ahmad Ridwan Namun, hingga saat ini penggugat mengaku belum dapat menguasai maupun menempati tanah dan bangunan yang telah dibelinya tersebut.

    Kuasa hukum penggugat menjelaskan bahwa berbagai upaya persuasif telah dilakukan, termasuk pengiriman somasi agar objek sengketa dikosongkan. Namun karena tidak tercapai kesepakatan, perkara kemudian dibawa ke ranah hukum melalui gugatan perdata di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjung Karang dan laporan ke Polresta Bandar Lampung.

    Pada Kamis (11/6/2026), majelis hakim melaksanakan Sidang Pemeriksaan Setempat (PS) guna melihat langsung lokasi objek yang disengketakan. Pemeriksaan setempat merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pembuktian untuk memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi objek perkara.

    Pihak penggugat menegaskan bahwa dasar kepemilikan yang mereka miliki adalah Sertifikat Hak Milik (SHM) yang saat ini tercatat atas nama Ahmad Ridwan Oleh karena itu, mereka meminta pengosongan dan pengembalian fisik properti sesuai hak yang diklaim berdasarkan dokumen kepemilikan tersebut.

    Di sisi lain, proses hukum yang sedang berjalan masih memberikan ruang bagi para pihak untuk menyampaikan bukti, menghadirkan saksi, serta menyampaikan argumentasi hukum masing-masing. Pengadilan nantinya akan menilai seluruh fakta persidangan sebelum mengambil keputusan terkait status kepemilikan objek sengketa.

    Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan keluarga seorang anggota DPRD Provinsi Lampung. Sejumlah kalangan menilai perkara tersebut penting untuk memastikan perlindungan hak kepemilikan, kepastian hukum, serta transparansi dalam penegakan hukum.

    Kuasa hukum Ahmad Ridwan yang terdiri dari Robert Evo Wakando, Yogi Yanuardi, Hata Geronimo, dan Veronica dari RC Law Office Advocate & Legal Consultant menyatakan akan terus mengawal proses hukum hingga memperoleh kepastian hukum bagi kliennya.

    Hingga berita ini diterbitkan, proses persidangan masih berlangsung di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjung Karang dan seluruh pihak tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah serta menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

  • Polda Lampung Ungkap 75 Kasus Street Crime dalam 19 Hari, 95 Tersangka Berhasil Diamankan

    Polda Lampung Ungkap 75 Kasus Street Crime dalam 19 Hari, 95 Tersangka Berhasil Diamankan

    Lampung Selatan – Polda Lampung kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan berhasil mengungkap 75 kasus kejahatan jalanan (street crime) selama periode 13 hingga 31 Mei 2026.

    Kasus yang berhasil diungkap tersebut terdiri dari pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas), dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Dari hasil pengungkapan itu, sebanyak 95 tersangka berhasil diamankan beserta ratusan barang bukti hasil tindak pidana maupun sarana yang digunakan para pelaku.

    Kapolda Lampung, Irjen Pol. Helfi Assegaf, menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan bukti nyata keseriusan dan komitmen Polda Lampung dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menekan angka kriminalitas di wilayah Provinsi Lampung.

    Menurut Kapolda, keberhasilan pengungkapan kasus ini juga didukung oleh pembentukan Patroli QR (Quick Response) JANJI JAGA di tingkat Polda maupun Polres jajaran. Tim patroli tersebut secara aktif melaksanakan patroli pada lokasi dan jam-jam rawan kejahatan, merespons cepat laporan masyarakat, serta melakukan tindakan dan pengungkapan terhadap tindak pidana jalanan.

    Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi, modus operandi yang digunakan para pelaku cukup beragam. Pada kasus Curat, pelaku umumnya merusak pintu atau jendela menggunakan alat bantu seperti linggis dan obeng, serta memanfaatkan kondisi rumah atau bangunan yang sedang kosong.

    Sementara itu, pada kasus Curas, para pelaku melakukan intimidasi, penghadangan di lokasi sepi, hingga perampasan secara paksa terhadap barang berharga milik korban.

    Sedangkan pada kasus Curanmor, pelaku kerap menggunakan kunci letter T, modus peminjaman kendaraan, hingga berpura-pura menjadi pembeli dalam transaksi cash on delivery (COD) untuk membawa kabur kendaraan milik korban.

    Dalam operasi pengungkapan tersebut, Polda Lampung dan jajaran berhasil menyita sebanyak 410 barang bukti serta uang tunai senilai Rp18.377.000. Barang bukti yang diamankan antara lain kendaraan roda dua dan roda empat, telepon genggam, dokumen kendaraan, senjata api rakitan, senjata tajam, amunisi, hingga berbagai barang hasil kejahatan lainnya.

    Kapolda menegaskan bahwa Polda Lampung akan terus mengedepankan langkah preemtif, preventif, dan represif dalam menekan aksi kejahatan jalanan. Patroli rutin akan terus ditingkatkan dengan menyasar titik-titik rawan kriminalitas berdasarkan hasil analisa dan evaluasi yang dilakukan secara berkala.

    Selain itu, petugas juga aktif memberikan edukasi serta imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan turut berpartisipasi dalam menjaga keamanan lingkungan.

    Dalam pelaksanaan penegakan hukum, Polda Lampung memastikan seluruh tindakan kepolisian dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan tetap menjunjung tinggi prinsip hak asasi manusia.

    Namun demikian, terhadap pelaku yang melakukan perlawanan, berupaya melarikan diri, atau melakukan tindakan yang membahayakan keselamatan masyarakat maupun petugas, kepolisian akan mengambil tindakan tegas dan terukur sesuai ketentuan yang berlaku.

    Kapolda Lampung juga mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, menggunakan kunci ganda saat memarkir kendaraan, serta segera melaporkan setiap tindak pidana maupun aktivitas mencurigakan melalui layanan Kepolisian 110.

    “Keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Polda Lampung akan terus hadir memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta tidak memberikan ruang bagi para pelaku kejahatan jalanan di Provinsi Lampung,” tegas Helfi Assegaf.

    Partisipasi aktif masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman, tertib, dan kondusif di seluruh wilayah Provinsi Lampung.

  • Lampung Bersiap Sambut Jokowi, Antusiasme Masyarakat Mengalir dari Berbagai Kalangan

    Lampung Bersiap Sambut Jokowi, Antusiasme Masyarakat Mengalir dari Berbagai Kalangan

    Bandar Lampung – Rencana kunjungan Presiden ke-7 Republik Indonesia, , ke Provinsi Lampung disambut antusias oleh berbagai elemen masyarakat. Kunjungan tersebut dinilai sebagai bentuk pemenuhan kerinduan masyarakat Lampung terhadap sosok yang akrab disapa Jokowi.

    Ketua DPW PSI Lampung, , mengatakan bahwa kerinduan masyarakat kepada Jokowi muncul karena berbagai pembangunan dan perhatian yang telah diberikan selama memimpin Indonesia.

    “Kerinduan itu tumbuh berkat berbagai pembangunan dan perhatian yang telah beliau berikan selama memimpin Indonesia. Kerinduan itu datang dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh pemerintahan, tokoh adat, tokoh budaya, relawan Bapak Jokowi, relawan Mas Gibran, hingga masyarakat umum yang merasakan langsung dampak pembangunan di Lampung selama masa kepemimpinan Presiden Jokowi,” ujar Achmad Ridho Julian, Minggu (31/5/2026).

    Menurutnya, apabila tidak ada perubahan jadwal, kunjungan Jokowi ke Lampung akan berlangsung pada 26–28 Juni 2026.

    “Seluruh jajaran pengurus PSI Lampung, mulai dari tingkat DPW, DPD, DPC hingga DPRt, siap berkolaborasi dengan organisasi relawan Bapak Jokowi dan relawan Mas Gibran dalam menyambut serta membersamai seluruh agenda Bapak Jokowi di Lampung,” lanjutnya.

    Achmad Ridho menegaskan bahwa selama menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, Jokowi telah memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan di Provinsi Lampung.

    Berbagai proyek strategis berhasil direalisasikan, mulai dari pembangunan jalan nasional, perbaikan jalan provinsi, pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera, waduk, infrastruktur pertanian, hingga berbagai program pembangunan lainnya yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

    “Berbagai pembangunan tersebut telah memberikan dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi, peningkatan konektivitas antarwilayah, serta kesejahteraan masyarakat Lampung,” katanya.

    Ia juga menilai bahwa sosok Jokowi meninggalkan kesan yang sangat baik di hati masyarakat Lampung.

    “Bapak Jokowi banyak meninggalkan kesan yang baik di Provinsi Lampung. Banyak pembangunan yang telah dilakukan dan dampaknya sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi, konektivitas wilayah, serta kesejahteraan masyarakat Lampung,” tambahnya.

    Rencana kunjungan ini diharapkan menjadi momentum silaturahmi antara Jokowi dengan masyarakat Lampung, sekaligus mempererat ikatan emosional yang telah terjalin selama masa kepemimpinannya.

    Kontak Narahubung:

    Achmad Ridho Julian

    Ketua DPW PSI Lampung

    +62 812-7261-460

  • Wakapolda Lampung Ajak Pejabat Utama “Healing Sehat” di ITERA, Soliditas dan Kebugaran Jadi Prioritas

    Wakapolda Lampung Ajak Pejabat Utama “Healing Sehat” di ITERA, Soliditas dan Kebugaran Jadi Prioritas

    LAMPUNG — Suasana pagi di kawasan Kampus Institut Teknologi Sumatera (ITERA) tampak berbeda, Jumat (29/5/2026). Wakapolda Lampung, Brigjen Pol Drs. Sumarto, M.Si. bersama Pejabat Utama Polda Lampung melaksanakan olahraga jalan cepat usai apel pagi.

    Kegiatan olahraga tersebut dilakukan dengan mengelilingi area kampus ITERA sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan meningkatkan kebugaran fisik personel di tengah padatnya aktivitas pelayanan kepada masyarakat.

    Tak hanya menjaga stamina, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat kebersamaan, kekompakan, dan soliditas antarpejabat serta personel di lingkungan Polda Lampung.

    Dengan suasana penuh semangat dan keakraban, para peserta tampak antusias mengikuti olahraga pagi tersebut. Langkah sehat yang dilakukan bersama ini sekaligus menjadi contoh positif pentingnya menjaga pola hidup sehat dan disiplin fisik.

    Polda Lampung terus mendorong budaya hidup sehat di lingkungan kepolisian agar seluruh personel tetap prima, profesional, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.