Kategori: Lampung Selatan

  • Cekcok Berujung Bacok! Tekab 308 Polsek Gedong Tataan Tangkap Pelaku dalam Kurang dari 24 Jam

    Cekcok Berujung Bacok! Tekab 308 Polsek Gedong Tataan Tangkap Pelaku dalam Kurang dari 24 Jam

    Pesawaran – Gerak cepat kembali ditunjukkan jajaran Tekab 308 Presisi Polsek Gedong Tataan, Polres Pesawaran, Polda Lampung dalam mengungkap kasus tindak pidana penganiayaan berat yang terjadi di Desa Negeri Katon, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, pada Kamis (12/03/2026).

    Dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kejadian, petugas berhasil mengamankan pelaku yang diduga melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam terhadap seorang warga setempat.

    Pengungkapan kasus ini dipimpin langsung oleh Panit II Reskrim Polsek Gedong Tataan, AIPDA Andhika Ramadhona, S.IP., bersama personel Tekab 308 Presisi setelah menerima laporan masyarakat terkait peristiwa penganiayaan yang mengakibatkan korban mengalami luka akibat sabetan senjata tajam.

    Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (12/03/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu korban berinisial M. (39) berpapasan dengan pelaku F. (41) di wilayah Desa Negeri Katon.

    Pertemuan keduanya kemudian memicu cekcok mulut yang diduga dilatarbelakangi persoalan pribadi. Dalam kondisi emosi, pelaku turun dari sepeda motor dan mengambil senjata tajam jenis arit/sabit yang dibawanya.

    Pelaku kemudian melakukan penganiayaan terhadap korban hingga menyebabkan luka robek pada bagian lengan kiri.

    Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya melerai keduanya. Korban kemudian mendapatkan penanganan awal dari tenaga kesehatan di wilayah setempat sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gedong Tataan.

    Menindaklanjuti laporan tersebut, sekitar pukul 17.00 WIB, Tim Tekab 308 Presisi Polsek Gedong Tataan langsung bergerak melakukan penyelidikan guna melacak keberadaan pelaku.

    Dipimpin oleh AIPDA Andhika Ramadhona, petugas berhasil memperoleh informasi bahwa pelaku berada di kediamannya di wilayah Desa Negeri Katon.

    Tanpa menunggu lama, petugas segera menuju lokasi dan berhasil mengamankan pelaku berinisial F. (41) tanpa perlawanan. Saat dilakukan pemeriksaan awal, pelaku mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap korban menggunakan sebilah arit/sabit.

    Petugas juga mengamankan barang bukti berupa satu bilah arit/sabit bergagang kayu berwarna cokelat serta satu potong kaos berwarna cokelat, sebelum membawa pelaku ke Polsek Gedong Tataan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

    Kapolsek Gedong Tataan AKP Dedi Yohanes, S.H., M.H. menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas setiap tindak pidana yang meresahkan masyarakat.

    “Kami memastikan setiap laporan masyarakat akan segera ditindaklanjuti secara cepat dan profesional. Saat ini pelaku telah diamankan dan sedang menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Kapolsek.
    Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 466 KUHP tentang Penganiayaan.

    Pengungkapan kasus ini menjadi bukti komitmen Polsek Gedong Tataan Polres Pesawaran dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, khususnya di tengah momentum bulan suci Ramadan, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan rasa aman dan nyaman.

  • 🔥 “Uang Disetor, Umroh Tak Berangkat! GRIB Jaya Laporkan Akbar Bintang Putranto ke Polisi”

    🔥 “Uang Disetor, Umroh Tak Berangkat! GRIB Jaya Laporkan Akbar Bintang Putranto ke Polisi”

    Bandar Lampung – Dugaan penipuan terkait pemberangkatan ibadah umroh dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian. Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Lampung Selatan melalui kuasa hukumnya, Rustamaji, melaporkan seseorang bernama Akbar Bintang Putranto atas dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan.

    Laporan tersebut dibuat pada Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 15.38 WIB di Polresta Bandar Lampung.
    Hal ini tertuang dalam Surat Tanda Terima Laporan (STTL) Nomor: LP/B/405/III/2026/SPKT/POLRESTA BANDAR LAMPUNG/POLDA LAMPUNG.
    Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan diduga terjadi pada Kamis (12/3/2026) di Jalan Teluk Ambon, Kelurahan Pidada Panjang, Kota Bandar Lampung.

    Pelapor menyebutkan bahwa terlapor diduga tidak memberangkatkan pelapor untuk melaksanakan ibadah umroh, meskipun pelapor telah menyerahkan sejumlah uang kepada terlapor sebagai biaya keberangkatan.

    Namun hingga waktu yang telah dijanjikan, keberangkatan ibadah umroh tersebut tidak juga terealisasi. Ketika pelapor meminta agar dana yang telah diberikan dikembalikan, terlapor diduga tidak mengembalikannya.

    Atas kejadian tersebut, pihak pelapor akhirnya menempuh jalur hukum dengan membuat laporan resmi ke Polresta Bandar Lampung agar perkara ini dapat diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

  • DPW PSI Lampung Berbagi Takjil dan Gelar Ramah Tamah di Bulan Suci Ramadhan 1447 H

    DPW PSI Lampung Berbagi Takjil dan Gelar Ramah Tamah di Bulan Suci Ramadhan 1447 H

    Bandar Lampung, Sabtu 7 Maret 2026 – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Lampung melaksanakan kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Sabtu (7/3/2026).

    Kegiatan yang berlangsung di Kantor Sekretariat DPW PSI Lampung tersebut dilanjutkan dengan acara ramah tamah bersama seluruh pengurus partai.

    Acara ini dipimpin langsung oleh Ketua DPW PSI Lampung Achmad Ridho Julian, didampingi Sekretaris DPW PSI Beni Batara, S.M, serta diikuti oleh seluruh jajaran pengurus DPW PSI Lampung.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sis Azitriaz Tiza, yang merupakan Ketua DPW PSI Lampung periode 2022–2025.

    Ketua DPW PSI Lampung Achmad Ridho Julian menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan PSI dengan masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah.

    “Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekaligus mempererat silaturahmi antar pengurus dan kader PSI,” ujarnya.

    Setelah kegiatan pembagian takjil, acara dilanjutkan dengan ramah tamah yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat soliditas dan kebersamaan seluruh pengurus DPW PSI Lampung dalam menjalankan roda organisasi ke depan.

    Kegiatan ini diharapkan dapat terus menjadi agenda rutin setiap bulan Ramadhan sebagai wujud kepedulian sosial Partai Solidaritas Indonesia kepada masyarakat.

  • Tunjukkan Keseriusan, Bustami Datangi DPW PSI Lampung Usai Sowan ke Solo

    Tunjukkan Keseriusan, Bustami Datangi DPW PSI Lampung Usai Sowan ke Solo

    Lampung — Keseriusan untuk bergabung dan membesarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ditunjukkan Bustami dengan mengunjungi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Lampung, Kamis (5/3/2026). Kunjungan tersebut dilakukan setelah sebelumnya Bustami melakukan sowan ke Solo sebagai bagian dari komunikasi politiknya.

    Sebagai seorang senator yang secara undang-undang dibatasi untuk tidak menjadi pengurus partai politik, Bustami menegaskan bahwa dirinya bergabung dengan PSI sebagai kader.

    Ia menyampaikan komitmennya untuk turut membesarkan PSI, khususnya di Provinsi Lampung.

    “Dengan pengalaman saya di eksekutif maupun sebagai senator, saya berkomitmen kuat untuk membesarkan PSI Lampung. Target kita jelas, setiap daerah pemilihan (dapil) harus ada kader PSI yang terpilih,” ujar Bustami.

    Pernyataan tersebut disampaikan Bustami di sela-sela keberangkatannya mengikuti Safari Ramadan DPW PSI yang berlokasi di DPD PSI Way Kanan. Momentum tersebut menjadi ajang konsolidasi sekaligus penguatan struktur partai di tingkat daerah.

    Dalam kunjungannya ke DPW PSI Lampung, Bustami diterima langsung oleh Ketua DPW, Sekretaris DPW, serta jajaran pengurus wilayah. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan.

    Dalam obrolan santai namun sarat makna itu, selain membahas target politik ke depan, Bustami juga berbagi pengalaman panjangnya di dunia pemerintahan dan legislatif. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi jajaran pengurus DPW PSI Lampung untuk semakin solid dan progresif dalam membangun kekuatan partai.

    Kehadiran Bustami dinilai menjadi energi baru bagi PSI Lampung dalam menghadapi agenda-agenda politik ke depan, dengan tekad memperluas basis dukungan dan memperkuat kaderisasi di setiap dapil.

  • Warga Natar Keluhkan Bau Menyengat, DPRD Lampung Selatan Siap Koordinasi dengan DLH

    Warga Natar Keluhkan Bau Menyengat, DPRD Lampung Selatan Siap Koordinasi dengan DLH

    Lampung Selatan — Sekretaris Komisi III DPRD Lampung Selatan, Hendry Gunawan, menanggapi keluhan masyarakat terkait dugaan bau menyengat yang diduga berasal dari aktivitas pabrik PT Keong Nusantara Abadi (Wong Coco) di wilayah Kecamatan Natar.

    Hendry Gunawan yang akrab disapa Een menyampaikan bahwa sebagai anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) Natar, dirinya tidak akan mengambil langkah secara sepihak. Ia menegaskan bahwa setiap tindak lanjut harus dilakukan melalui mekanisme kelembagaan di internal Komisi III.

    “Persoalan ini akan saya komunikasikan dan koordinasikan terlebih dahulu dengan Ketua Komisi III DPRD Lampung Selatan, Ibu Yuti Ramayanti dari Fraksi Gerindra, serta seluruh anggota Komisi III untuk dibahas bersama. Kami tidak bisa serta-merta mengambil langkah sendiri,” ujar Een.

    Selain koordinasi internal, Een juga berencana berkomunikasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Selatan guna menindaklanjuti laporan masyarakat. Menurutnya, koordinasi tersebut penting agar dapat dilakukan peninjauan langsung ke lokasi guna memastikan kondisi yang sebenarnya.
    “Saya juga akan mencoba berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Lampung Selatan agar dapat dijadwalkan peninjauan ke lapangan,” tambahnya.

    Diketahui, keluhan warga Desa Bumisari belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Warga mengeluhkan bau tidak sedap yang diduga berasal dari aktivitas pabrik Wong Coco. Bau menyengat tersebut disebut paling parah terjadi pada malam hari, terutama setelah turun hujan, sehingga mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.

    Salah seorang warga yang tinggal di sekitar area pabrik, dan meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan, mengungkapkan bahwa bau menyengat kerap muncul pada malam hari dan sangat mengganggu aktivitas serta waktu istirahat warga.

    Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat memberikan perhatian serius dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh serta penanganan yang tepat, agar lingkungan tetap terjaga dan kenyamanan warga dapat kembali dirasakan.

  • PSI LAMPUNG Selatan Konsolidasi Perkuat Struktur Hingga Desa

    PSI LAMPUNG Selatan Konsolidasi Perkuat Struktur Hingga Desa

    LAMPUNG SELATAN (12 Februari 2026) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Lampung Selatan menggelar rapat konsolidasi besar-besaran bersama 17 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) tingkat kecamatan se-Kabupaten Lampung Selatan. Pertemuan yang berlangsung di Rumah Makan Pondok Rawit, Sidomulyo ini menjadi momentum penguatan struktur partai pasca-Rakernas Makassar.

    ​Ketua DPD PSI Lampung Selatan, Ivan Destianto, mengungkapkan bahwa saat ini pengurus PSI di tingkat kecamatan telah terbentuk 100%. Fokus utama selanjutnya adalah melakukan ekspansi struktur ke tingkat akar rumput.​

    “Kami sangat optimis melihat semangat jajaran pengurus. Target kami selanjutnya adalah membentuk pengurus di 260 desa dan 4 kelurahan di seluruh Lampung Selatan. Dengan kebersamaan dan kerja keras, kami yakin target struktur dan keanggotaan dari DPP dapat terwujud,” ujar Ivan.

    ​Acara ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi DPW PSI Lampung, di antaranya Sekretaris DPW Beni Batara, Ketua OKK M. Ivan Afrihansa, dan Ketua Bappilu M. Amin Tohari.

    ​Dalam arahannya, Sekretaris DPW PSI Lampung, Beni Batara, mengapresiasi akselerasi yang dilakukan DPD Lampung Selatan. Ia menekankan bahwa energi PSI saat ini harus melampaui era sebelumnya.

    Membangun partai harus dimulai dengan fondasi struktur yang kokoh di semua tingkatan.

    PSI harus menjadi ujung tombak dalam menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat demi kemajuan daerah.

    ​Menyambung hasil Rakernas bertajuk “PSI Rumah Bersama: Politik Terbuka, Kerja Nyata Untuk Indonesia”, Ketua OKK DPW PSI Lampung, M. Ivan Afrihansa, menegaskan bahwa PSI membuka pintu seluas-luasnya bagi semua kalangan.

    ​”Kami mengajak tokoh politik, masyarakat, agama, hingga organisasi kemasyarakatan untuk bergabung. Semakin beragam kalangan yang bergabung, maka akan semakin mudah bagi kita untuk membangun struktur hingga ke tingkat paling bawah,” pungkas Ivan Afrihansa.

  • Heboh Penemuan Mayat di Sungai Banjar Negeri, Diduga Kuat Pandra Apriliadi

    Heboh Penemuan Mayat di Sungai Banjar Negeri, Diduga Kuat Pandra Apriliadi

    Natar, 31 Juli 2025 — Warga Desa Banjar Negeri, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, digegerkan oleh penemuan sesosok mayat pria yang mengambang di pinggir sungai pada Kamis pagi (31/7/2025). Pria tersebut mengenakan jaket merah, dan diduga kuat merupakan Pandra Apriliadi (21), pemuda asal Sungkai Utara yang telah dilaporkan hilang sejak lima hari lalu.

    Sejak pukul 08.00 WIB, sekitar 80 warga yang dipimpin oleh Kepala Dusun, Suratmi, melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Banjar Negeri. Sungai ini membelah dua wilayah, yakni Desa Branti Raya dan Haduyang. Pencarian dipicu oleh meningkatnya atensi publik terhadap kasus hilangnya Pandra yang sempat viral di media sosial dan grup komunitas lokal.

    Sekitar pukul 10.15 WIB, warga menemukan sesosok jenazah pria di tepi sungai dalam kondisi tidak bernyawa. Temuan tersebut segera dilaporkan kepada Kepala Desa dan Babinsa untuk diteruskan kepada pihak kepolisian.

    Hingga Kamis siang, jenazah masih berada di lokasi penemuan, menunggu proses evakuasi dan identifikasi resmi oleh pihak kepolisian. Belum ada pernyataan resmi terkait penyebab kematian, waktu kematian, maupun konfirmasi identitas secara forensik.

    Meski demikian, sejumlah warga yang mengenal korban meyakini kuat bahwa mayat tersebut adalah Pandra Apriliadi.

    “Pandara sudah ditemukan, positif ini Pandra. Udah tidak simpang siur lagi, udah,” ujar seorang warga yang turut berada di lokasi penemuan.

    Penemuan mayat ini sontak menjadi viral. Sejumlah foto dan video dari lokasi penemuan tersebar luas di berbagai platform media sosial. Publik pun mendesak aparat penegak hukum untuk segera memastikan identitas korban dan mengungkap penyebab kematian secara terang-benderang.

    Pihak keluarga korban hingga kini masih menanti kabar resmi dari kepolisian dan berharap agar proses identifikasi dan penyelidikan dapat dilakukan secara terbuka dan tuntas.

    (*)

  • Ratusan Warga Sungkay dan Sahabat dari Lampung Sungkay Datangi Polsek Natar, Desak Titik Terang Hilangnya Pandra Apriliadi

    Ratusan Warga Sungkay dan Sahabat dari Lampung Sungkay Datangi Polsek Natar, Desak Titik Terang Hilangnya Pandra Apriliadi

    Natar, Selasa 29 Juli 2025 — Sekitar pukul 20.00 WIB, massa yang terdiri dari rombongan warga Sungkay dan para sahabat dari komunitas Lampung Sungkay mendatangi Polsek Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Kedatangan mereka adalah untuk menuntut kejelasan dan perkembangan terbaru atas kasus hilangnya Pandra Apriliadi, karyawan Koperasi Simpan Pinjam Lampung Jaya Bersatu, yang menghilang sejak Minggu malam (27 Juli 2025).

    Massa yang hadir memenuhi halaman Polsek menyuarakan kegelisahan dan harapan agar pihak kepolisian serius menangani kasus ini. Mereka mendesak agar pencarian dilakukan lebih intensif dan hasilnya segera disampaikan kepada publik, khususnya keluarga korban.

    “Kami datang sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas. Sudah dua hari adik kami belum ditemukan. Kami ingin ada kepastian, ada upaya maksimal dari aparat,” ujar salah satu tokoh pemuda Sungkay yang turut hadir dalam rombongan.

    Menanggapi tekanan dan harapan masyarakat, pihak Polsek Natar menyampaikan bahwa pencarian sudah dilakukan secara intensif. Bahkan, pada malam ini, tim dari Polsek akan turun langsung ke lokasi yang diduga menjadi titik terakhir keberadaan korban, dibantu dengan anjing pelacak (K9). Dalam pencarian tersebut, sekitar 10 orang perwakilan dari keluarga korban juga turut mendampingi tim.

    Pencarian dilakukan di wilayah sekitar Desa Purworejo, Kecamatan Natar, tempat terakhir Pandra diketahui berada. Sebelumnya, Pandra sempat melakukan video call dengan pacarnya dan mengabarkan bahwa ia sedang menagih ke seorang nasabah berinisial SP, dan sempat dibonceng oleh SP menuju suatu tempat yang gelap dan tidak dikenal.

    Sampai saat ini, korban belum ditemukan dan proses penyelidikan masih terus berlanjut. Pihak keluarga berharap agar pencarian dilakukan lebih luas dan melibatkan tim yang lebih besar.

    “Kami berharap aparat bisa terbuka kepada keluarga dan masyarakat. Kami ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi,” kata salah satu perwakilan keluarga korban.

    (Murida)

  • Karyawan Koperasi Lampung Jaya Bersatu Dilaporkan Hilang, Terakhir Terlihat di Natar

    Karyawan Koperasi Lampung Jaya Bersatu Dilaporkan Hilang, Terakhir Terlihat di Natar

    Natar, 28 Juli 2025 — Seorang karyawan koperasi simpan pinjam Lampung Jaya Bersatu bernama Pandra Apriliadi dilaporkan hilang oleh keluarganya ke Polsek Natar, Senin (28/7/2025). Keluarga menyatakan, Pandra terakhir kali diketahui hilang komunikasi sejak Minggu malam (27/7/2025) pukul 19.00 WIB.

    Putra Sanjaya, kakak kandung Pandra, menjelaskan bahwa adiknya sempat memberi kabar kepada pacarnya bahwa ia hendak melakukan penagihan kepada salah satu nasabah berinisial SP, warga Desa Purworejo, Kecamatan Natar.

    “Adek saya hilang komunikasi dengan kami mulai dari kemarin sore sekitar jam 7 malam sampai saat ini,” ungkap Putra.

    Lebih lanjut Putra menyampaikan, sebelum hilang, Pandra sempat melakukan video call (VC) dengan pacarnya ketika tiba di rumah SP. Dalam percakapan tersebut, Pandra mengatakan sedang menunggu SP pulang.

    “Pacarnya bilang, Pandra sempat VC sambil nunggu SP pulang. Setelah SP tiba, Pandra dibonceng oleh SP dengan motor milik Pandra sendiri untuk mengambil uang di suatu tempat yang tidak diketahui,” lanjut Putra.

    Menurut keterangan dari pacar Pandra, selama di perjalanan VC masih berlangsung. Namun situasi berubah saat keduanya memasuki area yang disebut gelap dan sunyi. Setelah itu, komunikasi terputus dan hingga kini Pandra belum dapat dihubungi.

    “Cewek adek saya bilang, tempat terakhir itu gelap banget. Itu terakhir komunikasi kami dengan dia,” jelas Putra.

    Pihak keluarga berharap kepolisian segera mengambil tindakan untuk menelusuri keberadaan Pandra.

    “Saya mewakili keluarga besar meminta bantuan kepada Kapolsek Natar AKP Setio Budi Howo, S.H. dan jajaran untuk membantu mencari keberadaan adik kami yang sudah hilang sejak Minggu malam,” tutup Putra.

    Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait laporan orang hilang tersebut.

    (Red/SN)

  • Diduga Lakukan Pungli, Pendamping PKH Desa Krawang Sari Jadi Sorotan

    Diduga Lakukan Pungli, Pendamping PKH Desa Krawang Sari Jadi Sorotan

    Lampung Selatan – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) kembali mencuat di Desa Krawang Sari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Warga mempertanyakan pungutan sebesar Rp 25 ribu yang diminta kepada setiap penerima manfaat.

    Seorang penerima PKH yang enggan disebutkan namanya mengaku bahwa pungutan tersebut sudah menjadi kebiasaan setiap kali pencairan bantuan dilakukan.

    “Kami penerima PKH dipungut uang sebesar Rp 25 ribu per orang. Kalau tidak percaya, coba tanya ke warga lain, semua akan jawab sama,” ujarnya kepada Lensanewstv pada Rabu (14/5/2025).

    Keterangan serupa disampaikan oleh seorang warga pria yang juga meminta identitasnya dirahasiakan. Ia menyebut istrinya pun dikenakan pungutan serupa saat menerima bantuan.

    “Istri saya juga dipungut Rp 25 ribu. Itu istri saya tanya sendiri. Kalau tidak percaya, bisa langsung cek,” katanya.

    Menanggapi hal ini, Kepala Desa Krawang Sari, Nikmatus Solekah, menyatakan bahwa dirinya tidak mengetahui secara pasti soal dugaan pungli pada bantuan PKH.

    “Kalau PKH saya kurang tahu, tapi kalau BLT Dana Desa, kami pastikan utuh tanpa potongan. Mungkin saja itu iuran waktu pertemuan kelompok, untuk beli air minum atau keperluan lain. Coba tanya yang bersangkutan,” jelasnya saat dikonfirmasi awak media.

    Upaya konfirmasi kepada Ketua PKH Desa Krawang Sari, Suhartati, belum membuahkan hasil. Pesan WhatsApp yang dikirim hanya terlihat centang dua tanpa balasan, sementara panggilan telepon tidak diangkat.

    Sementara itu, Koordinator PKH Kecamatan Natar, Lisa, membenarkan adanya pungutan sebesar Rp 25 ribu. Namun menurutnya, hal tersebut bukan merupakan potongan, melainkan iuran sukarela.

    “Memang benar ada iuran Rp 25 ribu, tapi itu bukan potongan dari dana PKH. Rp 20 ribu untuk konsumsi saat pertemuan kelompok, dan Rp 5 ribu untuk biaya layanan Brilink,” terang Lisa kepada wartawan.

    Masyarakat berharap agar Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun tangan menyelidiki dugaan pungli ini demi menjaga transparansi dan integritas program bantuan sosial dari pemerintah.

    (Redaksi/ramnewslampung)