Kategori: Sosial

  • Gubernur Mirza Tetapkan Harga Dasar Singkong Rp1.350/Kg

    Gubernur Mirza Tetapkan Harga Dasar Singkong Rp1.350/Kg

    Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal resmi menetapkan harga dasar pembelian ubi kayu (singkong) di tingkat industri sebesar Rp1.350 per kilogram, sebagaimana tertuang dalam Instruksi Gubernur Nomor 2 Tahun 2025 tentang Penetapan Harga Ubi Kayu di Provinsi Lampung.

    Instruksi ini diterbitkan sebagai bentuk respon langsung terhadap aspirasi petani singkong yang sebelumnya menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur, Senin (5/5).

    Dalam kebijakan tersebut, Gubernur Mirza menetapkan beberapa poin utama:

    1. Harga beli ubi kayu oleh industri sebesar Rp1.350/kg;
    2. Potongan rafaksi maksimal 30%;
    3. Tanpa pengukuran kadar pati;
    4. Berlaku hingga ada kebijakan nasional terkait Lartas dan harga resmi dari Kementerian.

    Kebijakan ini disebut sebagai langkah konkret untuk menciptakan tata niaga yang lebih adil dan berpihak kepada petani.

    “Ini adalah bentuk komitmen kami terhadap kesejahteraan petani Lampung. Kita tidak bisa biarkan mereka terus dirugikan oleh sistem yang tidak berpihak,” ujar Gubernur Mirza dalam pernyataan resminya.

    Penetapan harga dasar ini diharapkan mampu memberikan kepastian dan keadilan bagi ribuan petani singkong di Bumi Ruwa Jurai, sekaligus menjaga stabilitas pasokan industri pengolahan yang bergantung pada komoditas tersebut.(*)

  • Gubernur Lampung Turun Langsung Temui Massa Aksi Petani Singkong

    Gubernur Lampung Turun Langsung Temui Massa Aksi Petani Singkong

    Bandar Lampung, 5 Mei 2025 — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, turun langsung menemui ratusan massa yang menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang Komplek Kantor Pemerintah Provinsi Lampung, Senin (5/5). Aksi ini diikuti oleh petani singkong dan mahasiswa yang menyuarakan tuntutan atas harga singkong yang dianggap tak sebanding dengan biaya produksi.

    Dalam suasana panas dan penuh ketegangan, Gubernur Mirza mencoba menenangkan massa dan mengajak perwakilan mereka untuk berdialog secara langsung guna mencari solusi terbaik. Namun, ajakan tersebut sempat ditolak. Massa mendesak agar tuntutan dipenuhi tanpa melalui pembicaraan tertutup.

    “Saya siap mendengarkan aspirasi masyarakat, tapi penyelesaian harus dilakukan dengan cara yang baik dan tertib,” tegas Gubernur Mirza di hadapan massa.

    Ketegangan sempat meningkat ketika sebagian peserta aksi melempar batu dan benda keras ke arah aparat keamanan. Polisi yang berjaga membentuk barikade guna mengantisipasi kericuhan yang lebih luas.

    Setelah sempat menolak, sebagian perwakilan pengunjuk rasa akhirnya menerima ajakan untuk berdialog di Balai Keratun. Pemerintah Provinsi Lampung mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dan tetap menjaga ketertiban.

    Dalam dialog, Gubernur Mirza menegaskan komitmennya memperjuangkan kepentingan petani.

    “Saya setengah mati memperjuangkan petani. Jangan bilang saya tidak bisa membela rakyat,” ujarnya lantang.

    Ia menjelaskan telah mengupayakan penambahan kuota serapan gabah oleh Bulog untuk melindungi hasil panen petani. “Awalnya hanya 20 persen, saya minta tambahan agar 100 ribu hektare lahan dan 40 ribu petani bisa diserap hasilnya, apalagi saat pengusaha tidak mau beli dengan harga Rp6.500/kg,” terang Mirza.

    Tak hanya itu, Gubernur juga menyinggung program pemutihan tunggakan untuk dua juta warga, termasuk petani, meskipun sebagian besar kebijakan tersebut berada di ranah pemerintah pusat.

    “Jangan bilang saya tidak dukung petani singkong. Keluarga saya juga terdampak. Saya sangat memahami,” tambahnya.

    Mirza menyayangkan sikap sebagian pendemo yang menolak ruang dialog yang telah disiapkan secara terbuka.

    “Harga itu harus dibentuk dengan keikhlasan kedua belah pihak. Kalau tidak, itu dzalim. Pemerintah tidak memaksakan harga, tapi kita cari titik adil untuk semua pihak, melihat kondisi nasional dan internasional,” tegasnya.

    Hingga berita ini diturunkan, proses dialog antara petani, Pemerintah Provinsi Lampung, dan Panitia Khusus (Pansus) Tata Niaga Singkong DPRD Lampung masih berlangsung. (*)

  • Jenguk Bayi Terlantar, Bunda Eva Doakan Tumbuh Jadi Anak yang Kuat

    Jenguk Bayi Terlantar, Bunda Eva Doakan Tumbuh Jadi Anak yang Kuat

    Bandar Lampung, ramnewslampung.com – Warga Kelurahan Bumi Kedamaian digegerkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki yang tergeletak lemah dan kedinginan di lingkungan mereka, Rabu (30/4/2025) sekitar pukul 16.00 WIB. Bayi malang itu pertama kali ditemukan oleh seorang anak yang kemudian melaporkannya kepada warga sekitar.

    Bayi dengan berat 2,6 kilogram dan panjang 46 sentimeter tersebut ditemukan dalam kondisi tali pusar sudah terpotong. Saat ini, bayi yang kemudian diberi nama Apriansyah oleh pihak rumah sakit tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo.

    Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, yang akrab disapa Bunda Eva, langsung turun tangan begitu menerima laporan dari Camat Kedamaian. Ia pun menjenguk sang bayi dan memastikan penanganan medis berjalan baik.

    “Sore tadi Bunda dapat laporan dari Camat Kedamaian. Langsung Bunda minta bayi dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa,” ujar Eva Dwiana saat ditemui di ruang perawatan.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi bayi dinyatakan sehat. Namun untuk memastikan pemulihan total, Apriansyah tetap dirawat di rumah sakit di bawah pengawasan ketat tim medis.

    “Alhamdulillah, adek bayi kondisinya sehat. Saat ini bayi menjadi tanggung jawab pemerintah,” tambahnya.

    Raut sedih tampak jelas di wajah Walikota Eva Dwiana selama kunjungannya. Ia bahkan menyampaikan harapan agar bayi yang belum diketahui asal-usul keluarganya itu dapat tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan tangguh.

    “Tak bisa berkata-kata Bunda. Sampai sekarang orang tua ataupun keluarganya belum terlacak. Sedih Bunda melihatnya,” tutupnya.(*)

  • Usai Orasi Damai, Aliansi Masyarakat Bandar Lampung Audiensi Bersama Pemkot Bahas Penanganan Banjir

    Usai Orasi Damai, Aliansi Masyarakat Bandar Lampung Audiensi Bersama Pemkot Bahas Penanganan Banjir

    Bandar Lampung, 30 April 2025 — Ratusan massa dari Aliansi Masyarakat Bandar Lampung (AMBL) menggelar aksi damai dan audiensi bersama Pemerintah Kota Bandar Lampung, Rabu (30/4), untuk menyampaikan aspirasi dan mendukung langkah nyata pemerintah dalam penanganan banjir.

    Setelah melakukan orasi di depan Kantor Kelurahan Pesawahan Teluk Betung dan halaman Kantor Wali Kota, massa diterima langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Sukarma Wijaya. Dalam pertemuan tersebut, perwakilan AMBL menyampaikan apresiasi atas respons cepat Pemkot terhadap musibah banjir yang melanda beberapa wilayah kota.

    Koordinator aksi, Yudi Yudhistira, menyampaikan bahwa pihaknya melihat adanya komitmen kuat dari Wali Kota Bandar Lampung dalam memberikan solusi jangka pendek maupun jangka panjang atas permasalahan banjir. “Pemkot telah menjalankan berbagai langkah konkret seperti evakuasi warga terdampak, distribusi bantuan logistik, layanan kesehatan, serta pembangunan infrastruktur seperti tanggul dan drainase,” jelasnya.

    Yudi juga menyoroti pentingnya menjaga ruang publik dari narasi provokatif yang dapat menciptakan kegaduhan. Ia menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah tetap perlu, namun harus disampaikan secara etis dan berdasarkan data yang akurat. “Kritik adalah bagian dari demokrasi, namun harus bermoral dan membangun. Kita semua punya tanggung jawab menjaga suasana kondusif demi kemajuan kota ini,” katanya.

    Lebih lanjut, AMBL memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Wali Kota Bandar Lampung yang dinilai tanggap dan turun langsung ke lapangan dalam menghadapi persoalan masyarakat. “Kami percaya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci utama dalam menyelesaikan masalah,” tambah Yudi.

    Aksi damai tersebut berlangsung tertib dengan pengamanan dari Satpol PP dan aparat kepolisian. Aliansi berharap pertemuan ini dapat memperkuat sinergi antara warga dan pemerintah kota dalam membangun Bandar Lampung yang lebih tangguh dan responsif terhadap bencana. (*)

  • Tingkatkan Kompetensi Personel, Satbrimob dan Ditsamapta Polda Lampung Gelar Pelatihan Pengendalian Massa

    Tingkatkan Kompetensi Personel, Satbrimob dan Ditsamapta Polda Lampung Gelar Pelatihan Pengendalian Massa

    Bandar Lampung – Dalam rangka meningkatkan kemampuan teknis dan taktis dalam pengendalian massa, Satuan Brimob dan Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Lampung menggelar pelatihan bersama penggunaan alat pelontar gas air mata (flash ball), Selasa (29/4/2025), di Markas Komando Satbrimob Polda Lampung.

    Pelatihan dibuka dengan arahan oleh Kasubbagrenmin Satbrimob Polda Lampung, AKP Budiman, yang menekankan pentingnya kesiapan personel dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan.

    Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan memperkuat profesionalisme dan kesiapsiagaan personel dalam menangani unjuk rasa maupun situasi kontinjensi lainnya.

    Sebanyak 20 personel dilibatkan dalam pelatihan, terdiri dari 10 anggota Satbrimob dan 10 anggota Ditsamapta. Mereka dibimbing langsung oleh instruktur Ipda Parlindungan Sitanggang dari Satbrimob dan Aiptu Irfan Firmansyah dari Ditsamapta.

    “Materi pelatihan mencakup pengenalan alat khusus flash ball dan jenis amunisinya, teknik penggunaan yang aman dan efektif, standar operasional prosedur (SOP) dalam situasi operasional, serta perawatan dan pemeliharaan alat,” jelas Kombes Yuni.

    Selain teori, pelatihan juga dilengkapi dengan praktik lapangan yang menitikberatkan pada jarak tembak, sudut elevasi, dan akurasi penggunaan alat dalam kondisi terkendali.

    “Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polda Lampung dalam meningkatkan kapasitas dan kapabilitas personel, agar senantiasa sigap dan tanggap dalam mengamankan situasi yang melibatkan massa,” pungkas Yuni.

  • Kaesang Tunjuk Achmad Ridho Julian Sebagai Ketua DPW PSI Lampung, Gantikan Azitriaz Tiza

    Kaesang Tunjuk Achmad Ridho Julian Sebagai Ketua DPW PSI Lampung, Gantikan Azitriaz Tiza

    Bandar Lampung – Ram News Lampung Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep resmi menunjuk Achmad Ridho Julian sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Lampung, menggantikan Azitriaz Tiza.

    Penunjukan Ridho Julian ini tertuang dalam surat lampiran struktur pengurus wilayah DPW PSI Lampung bernomor 026/SK/DPP/2025. Surat tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep bersama Sekretaris Jenderal Raja Juli Antoni pada 18 Maret 2025.

    Kabar ini dikonfirmasi oleh jajaran pengurus DPW PSI Lampung.
    “Ia benar, Bro Ridho ditunjuk sebagai Ketua DPW PSI Lampung,” ujar Wakil Ketua DPW PSI Lampung, M. Ivan Afrihansa, Selasa, 29 April 2025.

    Ivan menjelaskan, pergantian kepemimpinan ini merupakan bagian dari penguatan struktur internal PSI secara nasional dalam rangka menghadapi Pemilu 2029.
    “Proses pergantian berjalan kondusif. Bahkan, Ketua sebelumnya, Bro Tiza, menyatakan kesediaannya untuk membantu proses transisi kepengurusan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” tambahnya.

    PSI Lampung menargetkan konsolidasi organisasi yang lebih solid serta penguatan basis dukungan di akar rumput untuk meningkatkan elektabilitas partai ke depan. (*)

  • Polri Bongkar Jaringan Narkoba Terafiliasi Fredy Pratama di Kalsel, 8,7 Kg Sabu Diamankan

    Polri Bongkar Jaringan Narkoba Terafiliasi Fredy Pratama di Kalsel, 8,7 Kg Sabu Diamankan

    Kalimantan Selatan – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Selatan kembali mengungkap jaringan narkotika lintas provinsi yang terafiliasi dengan gembong narkoba internasional Fredy Pratama. Pengungkapan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Polri dalam memberantas sindikat narkotika di Indonesia.

    Dari operasi yang dilakukan, polisi berhasil mengamankan empat orang tersangka berinisial SP, HM, MF, dan MS. Bersama para tersangka, aparat juga menyita barang bukti berupa sabu seberat 8.711,83 gram, 10.049 butir ekstasi, serta 24,14 gram serbuk ekstasi.

    “Langkah ini sebagai komitmen Polri memiskinkan para bandar narkoba, jadi kami berupaya terus menjerat dengan Undang-Undang TPPU,” ujar Dirresnarkoba Polda Kalsel Kombes Pol. Kelana Jaya, S.I.K., M.H., pada Selasa (29/4).

    Keempat tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam hukuman penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun, serta denda maksimal mencapai Rp13 miliar.

    Pengungkapan ini mempertegas upaya Polri dalam memutus mata rantai distribusi narkoba di wilayah Kalimantan dan Sulawesi, khususnya yang dikendalikan oleh jaringan internasional Fredy Pratama. (*)

  • Gubernur Lampung Hadiri Raker dan RDP Komisi II DPR RI, Isu DOB Kabupaten SBM Menguat

    Gubernur Lampung Hadiri Raker dan RDP Komisi II DPR RI, Isu DOB Kabupaten SBM Menguat

    Jakarta, ramnewslampung.com –Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri rapat kerja (Raker) dan rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (29/4/2025) siang. Kehadiran Gubernur Mirza menjadi sorotan karena diperkirakan akan dimanfaatkan untuk menyuarakan secara langsung aspirasi pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Provinsi Lampung, khususnya rencana pemekaran Kabupaten Sungkai Bunga Mayang (SBM).

    Dalam agenda penting tersebut, Gubernur didampingi sejumlah pejabat tinggi Pemerintah Provinsi Lampung, di antaranya Inspektur Bayana, Kepala BKD Meiry Harika Sari, Kepala BPKAD Marindo Kurniawan, Sekretaris DPRD Tina Malinda, Karo Pemerintahan dan Otda Binarti Bintang, Karo Umum M. Zulyardi, serta Kepala Badan Penghubung.

    Dorongan pembentukan Kabupaten SBM kembali menguat menyusul kesimpulan RDP antara Komisi II DPR RI dan Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri pada Kamis (24/4/2025) lalu. Dalam pertemuan tersebut disepakati dua hal krusial.

    Pertama, perlunya percepatan penyelesaian draft naskah urgensi Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Penataan Daerah dan RPP Desain Besar Penataan Daerah. Hal ini menjadi landasan bagi diterbitkannya PP baru yang akan menjawab kebutuhan jumlah daerah otonomi dalam rangka mempercepat pembangunan nasional melalui pemerataan pembangunan daerah, yang tentunya harus didahului oleh evaluasi dan kajian mendalam.

    Kedua, penataan daerah termasuk kemungkinan dicabutnya moratorium pemekaran wilayah, dengan syarat, kriteria, dan indikator yang lebih ketat, terukur, dan sesuai peraturan perundang-undangan.

    Kesimpulan tersebut ditandatangani oleh Dirjen Otda Kemendagri Prof. Dr. Akmal Malik, M.Si dan Ketua Rapat Komisi II DPR RI Zulfikar Arse Sadikin, S.IP., M.Si.

    Menanggapi hasil tersebut, sumber RAM NEWS LAMPUNG menyebut bahwa Kabupaten Sungkai Bunga Mayang menjadi calon kuat DOB utama pasca moratorium dicabut. Ini didasarkan pada kesiapan daerah tersebut, termasuk ketersediaan lahan perkantoran yang sudah dimiliki—sebuah keunggulan signifikan dibanding calon daerah pemekaran lain di Provinsi Lampung.

    Langkah Gubernur Mirza ke Senayan hari ini dinilai sebagai bentuk dukungan penuh terhadap aspirasi masyarakat SBM yang telah lama menginginkan pembentukan daerah otonomi baru.

    “Kita hadir bukan sekadar memenuhi undangan, tapi membawa aspirasi nyata rakyat Lampung untuk pemerataan pembangunan yang lebih konkret dan terstruktur,” ujar seorang pejabat yang enggan disebutkan namanya.

    RAM NEWS LAMPUNG akan terus mengikuti perkembangan pembahasan ini dan memberikan informasi terbaru terkait nasib DOB Kabupaten Sungkay Bunga Mayang.

  • Warga Ketapang Kembali Gelar Gotong Royong di Balai Adat Sungkay

    Warga Ketapang Kembali Gelar Gotong Royong di Balai Adat Sungkay

    Selasa, 29 April 2025 –Warga Ketapang Kecamatan Sungkay Selatan, Lampung Utara, kembali mengadakan kegiatan gotong royong di Balai Adat Sungkay yang berlokasi di Ketapang Kecamatan Sungkay Selatan. Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan rumput di sekitar area balai adat, seiring dengan upaya perbaikan fasilitas guna menjaga kelestarian ciri khas adat Lampung Sungkay.

    Sejak pagi hari, masyarakat setempat secara sukarela bergotong royong, membersihkan lingkungan sekitar dan memperbaiki beberapa bagian bangunan yang memerlukan perawatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen warga untuk melestarikan nilai-nilai adat dan budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Lampung Sungkay.

    “Kami ingin balai adat ini tetap terjaga dan bisa menjadi pusat kegiatan adat bagi generasi mendatang,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang turut serta dalam kegiatan tersebut.

    Balai Adat Sungkay merupakan simbol penting bagi warga setempat, menjadi tempat berlangsungnya berbagai kegiatan budaya, musyawarah, dan acara adat lainnya. Dengan perbaikan dan pembersihan yang dilakukan secara bergotong royong, diharapkan balai adat ini semakin representatif dan nyaman untuk digunakan dalam berbagai kegiatan adat ke depan.

    Kegiatan gotong royong ini rencananya akan dilanjutkan secara berkala hingga seluruh proses perbaikan selesai. (*)

  • Guru Asal Belanda Terpikat Padepokan IKS.PI Kera Sakti, Bertekad Membawa Semangat Perguruan ke Negeri Asal

    Guru Asal Belanda Terpikat Padepokan IKS.PI Kera Sakti, Bertekad Membawa Semangat Perguruan ke Negeri Asal

    Caruban, 28 April 2025 —Johanna, seorang guru asal Belanda, datang ke Indonesia untuk mendalami budaya Nusantara, khususnya seni gamelan di Kota Semarang. Namun, dalam perjalanannya menuju Madiun, perhatiannya justru tertarik pada keberadaan Padepokan IKS.PI Kera Sakti di Caruban.

    Niat awalnya yang hanya sekadar berkunjung dan berfoto berubah setelah Johanna memberanikan diri bertanya lebih dalam mengenai Perguruan IKS.PI Kera Sakti. Ia terpesona oleh nilai-nilai keberagaman, filosofi, serta semangat persaudaraan yang hidup di dalam perguruan tersebut. Ketertarikannya begitu kuat, hingga Johanna kini bertekad membawa semangat dan nilai-nilai Perguruan IKS.PI Kera Sakti ke tanah kelahirannya.

    “Saya harap Perguruan IKS.PI Kera Sakti dapat berkembang di negara asal saya,” ungkap Johanna.

    Dalam kunjungannya, Johanna juga berkesempatan bertemu langsung dengan Ketua Umum KRAT. Drs. H. Bambang Sunarja, MA. Beliau menjelaskan bahwa saat ini Perguruan IKS.PI Kera Sakti telah memiliki cabang perwakilan di Belanda. Dengan kedatangan Johanna, diharapkan akan semakin memperkuat dukungan dan memperluas pengembangan IKS.PI Kera Sakti di Eropa, khususnya di Belanda.

    Langkah Johanna menjadi bukti bahwa nilai budaya dan persaudaraan yang diusung Perguruan IKS.PI Kera Sakti mampu melintasi batas negara dan menginspirasi masyarakat dunia. (*)