Menu

Mode Gelap
Jalan Ryacudu Sukarame Rusak Parah, Warga Mengeluh Hampir 3 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan 10 Tahun Dibiarkan Hancur! Jalan Gunung Raja Jadi Simbol ‘Tutup Mata’ — Keadilan Sosial Hanya Slogan? Ayo Jaga Lampung! Polda Ajak Masyarakat Perkuat Kamtibmas Berbasis Nilai Sakai Sambayan Baru Dilantik Kaesang, Veri Ferdinalsyah Langsung ‘Dikepung’ Dukungan! PSI Mesuji Tancap Gas! Ketua DPD PSI Mesuji Hadiri Rakorwil DPW PSI Lampung, Tegaskan Konsolidasi dan Soliditas Partai Ketua DPD Way Kanan Hadiri Rakorwil PSI Lampung, Sekaligus Pelantikan Pengurus oleh Kaesang Pangarep

Bandar Lampung

Gubernur Rahmat Mirzani Dorong Program Sister City untuk Bangkitkan Kejayaan Kelautan Berkelanjutan

badge-check


					Gubernur Rahmat Mirzani Dorong Program Sister City untuk Bangkitkan Kejayaan Kelautan Berkelanjutan Perbesar

Bandar Lampung — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, membuka peluang kerja sama internasional melalui Program Sister City guna mengembalikan kejayaan sektor kelautan Lampung dengan pendekatan yang berorientasi lingkungan.

Hal ini disampaikan dalam acara Silaturahmi dan Koordinasi Program Sister City Sektor Kelautan dan Perikanan Kabupaten/Kota Provinsi Lampung yang berlangsung di Hotel Golden Tulip Springhill, Bandar Lampung, Sabtu (22/3/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza menyoroti kejayaan Lampung di sektor kelautan pada era 90-an hingga 2000-an, khususnya dalam produksi udang nasional.

Namun, Gubernur mengakui bahwa semangat budidaya yang tinggi saat itu tidak diimbangi dengan kesadaran lingkungan, sehingga menyebabkan berbagai permasalahan seperti abrasi pantai, penurunan produksi tambak, serta serangan penyakit dan virus.

“Lampung pernah menjadi produsen udang nasional. Namun, pengabaian terhadap aspek lingkungan kini berujung pada berbagai dampak negatif yang dirasakan masyarakat,” ujar Gubernur Mirza.

Gubernur menyinggung kasus Dipasena sebagai contoh dampak buruk dari pembukaan tambak udang yang tidak berkelanjutan.

“Pengusaha yang dulu membuka tambak sudah pindah, meninggalkan masyarakat yang harus menanggung kerusakan lingkungan,” tegasnya.

Oleh karenanya, ia menekankan pentingnya peran pemerintah sebagai regulator dalam membenahi kondisi ini.

Sebagai langkah konkret, Gubernur mengusulkan revitalisasi mangrove sebagai salah satu solusi utama.

“Penanaman mangrove memiliki efek ganda, memperbaiki kualitas tambak, mengurai racun, dan menahan abrasi,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai program untuk mendukung kesejahteraan nelayan, diantaranya :

– Pembangunan pom bensin khusus nelayan di setiap pelabuhan.
– Kemudahan pengurusan izin kapal.
– Peningkatan teknologi bagi nelayan.

“Kita harus memperkuat nelayan kita dengan teknologi agar mereka mampu bersaing dan meningkatkan produktivitas,” tambahnya.

Melalui langkah-langkah ini, Gubernur berharap kejayaan sektor kelautan Lampung dapat kembali diraih, dengan tetap mengedepankan kelestarian lingkungan demi keberlanjutan generasi mendatang. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jalan Ryacudu Sukarame Rusak Parah, Warga Mengeluh Hampir 3 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

22 April 2026 - 16:47 WIB

10 Tahun Dibiarkan Hancur! Jalan Gunung Raja Jadi Simbol ‘Tutup Mata’ — Keadilan Sosial Hanya Slogan?

21 April 2026 - 15:22 WIB

Ayo Jaga Lampung! Polda Ajak Masyarakat Perkuat Kamtibmas Berbasis Nilai Sakai Sambayan

21 April 2026 - 14:20 WIB

Baru Dilantik Kaesang, Veri Ferdinalsyah Langsung ‘Dikepung’ Dukungan! PSI Mesuji Tancap Gas!

21 April 2026 - 11:53 WIB

Ketua DPD PSI Mesuji Hadiri Rakorwil DPW PSI Lampung, Tegaskan Konsolidasi dan Soliditas Partai

21 April 2026 - 10:23 WIB

Trending di Bandar Lampung