Menu

Mode Gelap
Jelang Kunjungan Jokowi ke Lampung, PSI Koordinasi dengan Polda Lampung untuk Pastikan Kelancaran Agenda Polda Lampung Gelar Donor Darah Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Ratusan Kantong Darah Terkumpul Lampung Raih WTP ke-12 Berturut-turut, Bukti Nyata Pengelolaan Keuangan Daerah yang Akuntabel Pengamanan Demo, Polisi Kerahkan 6.088 Personel Kawal Aksi Mahasiswa di Jakarta Bupati Nanda Indira Raih Disway Top Regional Leader Awards 2026, Harumkan Nama Pesawaran di Tingkat Nasional Hadiri Munas XVIII HIPMI di Bandar Lampung, Ketua Dewan Kehormatan Dorong Pengusaha Indonesia Tingkatkan Daya Saing

Bandar Lampung

Gubernur Rahmat Mirzani Dorong Program Sister City untuk Bangkitkan Kejayaan Kelautan Berkelanjutan

badge-check


					Gubernur Rahmat Mirzani Dorong Program Sister City untuk Bangkitkan Kejayaan Kelautan Berkelanjutan Perbesar

Bandar Lampung — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, membuka peluang kerja sama internasional melalui Program Sister City guna mengembalikan kejayaan sektor kelautan Lampung dengan pendekatan yang berorientasi lingkungan.

Hal ini disampaikan dalam acara Silaturahmi dan Koordinasi Program Sister City Sektor Kelautan dan Perikanan Kabupaten/Kota Provinsi Lampung yang berlangsung di Hotel Golden Tulip Springhill, Bandar Lampung, Sabtu (22/3/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza menyoroti kejayaan Lampung di sektor kelautan pada era 90-an hingga 2000-an, khususnya dalam produksi udang nasional.

Namun, Gubernur mengakui bahwa semangat budidaya yang tinggi saat itu tidak diimbangi dengan kesadaran lingkungan, sehingga menyebabkan berbagai permasalahan seperti abrasi pantai, penurunan produksi tambak, serta serangan penyakit dan virus.

“Lampung pernah menjadi produsen udang nasional. Namun, pengabaian terhadap aspek lingkungan kini berujung pada berbagai dampak negatif yang dirasakan masyarakat,” ujar Gubernur Mirza.

Gubernur menyinggung kasus Dipasena sebagai contoh dampak buruk dari pembukaan tambak udang yang tidak berkelanjutan.

“Pengusaha yang dulu membuka tambak sudah pindah, meninggalkan masyarakat yang harus menanggung kerusakan lingkungan,” tegasnya.

Oleh karenanya, ia menekankan pentingnya peran pemerintah sebagai regulator dalam membenahi kondisi ini.

Sebagai langkah konkret, Gubernur mengusulkan revitalisasi mangrove sebagai salah satu solusi utama.

“Penanaman mangrove memiliki efek ganda, memperbaiki kualitas tambak, mengurai racun, dan menahan abrasi,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai program untuk mendukung kesejahteraan nelayan, diantaranya :

– Pembangunan pom bensin khusus nelayan di setiap pelabuhan.
– Kemudahan pengurusan izin kapal.
– Peningkatan teknologi bagi nelayan.

“Kita harus memperkuat nelayan kita dengan teknologi agar mereka mampu bersaing dan meningkatkan produktivitas,” tambahnya.

Melalui langkah-langkah ini, Gubernur berharap kejayaan sektor kelautan Lampung dapat kembali diraih, dengan tetap mengedepankan kelestarian lingkungan demi keberlanjutan generasi mendatang. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jelang Kunjungan Jokowi ke Lampung, PSI Koordinasi dengan Polda Lampung untuk Pastikan Kelancaran Agenda

15 Juni 2026 - 12:36 WIB

Polda Lampung Gelar Donor Darah Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Ratusan Kantong Darah Terkumpul

13 Juni 2026 - 08:54 WIB

Lampung Raih WTP ke-12 Berturut-turut, Bukti Nyata Pengelolaan Keuangan Daerah yang Akuntabel

12 Juni 2026 - 18:10 WIB

Pengamanan Demo, Polisi Kerahkan 6.088 Personel Kawal Aksi Mahasiswa di Jakarta

12 Juni 2026 - 13:30 WIB

Bupati Nanda Indira Raih Disway Top Regional Leader Awards 2026, Harumkan Nama Pesawaran di Tingkat Nasional

12 Juni 2026 - 01:00 WIB

Trending di Berita