Minggu, 27 April 2025|ramnewslampung.com
LAMPUNG – Polisi mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di area berisiko tinggi, seperti saluran irigasi.

“Kami mengingatkan seluruh warga agar melarang anak-anak bermain atau berenang di saluran irigasi yang arusnya deras dan membahayakan,” tegas Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari Yuyun, Sabtu (26/4/2025).
Menurut Yuyun, pengawasan lingkungan perlu diperketat, terlebih saat musim hujan ketika debit air irigasi dapat meningkat drastis. “Keterlibatan keluarga dan masyarakat sangat penting dalam mencegah insiden serupa terulang,” ujarnya.
Sebelumnya, dua remaja dilaporkan tenggelam saat mandi di saluran Irigasi Desa Tejosari, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Jumat (25/4/2025). Kedua korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh Tim SAR gabungan.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, ketika enam remaja bermain air di irigasi. Dua di antaranya, Doni Febriansyah (14) dan Hafizhal Al Faravka (13), terbawa arus deras dan tenggelam. Warga yang mendapat informasi dari teman korban segera melapor ke Basarnas.
Menanggapi laporan tersebut, Kepala Kantor SAR Lampung, Deden Ridwansah, mengerahkan satu tim rescue ke lokasi. Tim tiba pada pukul 17.35 WIB dan langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan, termasuk BPBD Kota Metro, Dinas Damkarmat, Polsek Metro Timur, Puskesmas Tejosari, Babinsa Tejosari, PMI, IEA Kota Metro, aparat desa, serta warga setempat.
Pencarian dilakukan menggunakan perahu karet dan alat deteksi bawah air Aqua Eyes. Setelah beberapa jam pencarian, sekitar pukul 21.45 WIB, korban pertama, Hafizhal Al Faravka, ditemukan pada koordinat 5° 8’30.32″S – 105°19’33.25″T, sekitar 400 meter dari lokasi awal kejadian. Korban kemudian dibawa ke RSUD Ahmad Yani Kota Metro.
Tidak lama berselang, pada pukul 22.17 WIB, tim kembali menemukan Doni Febriansyah di koordinat 5° 8’22.433″S – 105°19’36.373″T, berjarak sekitar 2 kilometer dari titik awal. Jenazah Doni langsung dibawa ke rumah duka.
Komandan Tim Rescue Kantor SAR Lampung, Febri Yanda, dalam laporannya menyampaikan, “Kedua korban tenggelam di Irigasi Desa Tejosari Metro Timur ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, kemudian korban diserahkan kepada pihak keluarga,” ungkapnya.
Polda Lampung mengingatkan kembali pentingnya pengawasan ketat dan edukasi kepada anak-anak mengenai bahaya bermain di area saluran air.(*)











