Menu

Mode Gelap
Warga Persada 4 Kemiling Raya Gotong Royong Bersihkan Rumput dan Perbaiki Jalan PSI Lampung Rayakan 11 Tahun “Udayah Navasaktih”: Kebangkitan PSI sebagai Kekuatan Baru Indonesia Maju Empat Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, Warga GG Laksana Pesawaran Perbaiki Jalan Pakai Dana Swadaya Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-97, Warga Kodam XXI/RI Kobarkan Semangat “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu” DPW PSI Lampung Gelar Rapat Koordinasi, Fokus Mantapkan Struktur dan Program Kerja Ketua Gapoktan Mekar Jaya Merangkap Ketua BPD Desa Cipadang Diduga Memperkaya Diri

Berita

Pemkab Puncak Jaya Salurkan Rp 10 Miliar untuk Dukung Ritual Adat Perdamaian Dua Kubu Pendukung Paslon

badge-check


					Pemkab Puncak Jaya Salurkan Rp 10 Miliar untuk Dukung Ritual Adat Perdamaian Dua Kubu Pendukung Paslon Perbesar

PUNCAK JAYA – Dalam rangka mendukung upaya rekonsiliasi pasca-Pilkada, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Puncak Jaya menyalurkan dana sebesar Rp 10 miliar kepada dua kubu pendukung pasangan calon bupati yang sempat terlibat konflik. Dana tersebut difokuskan untuk pelaksanaan ritual adat perdamaian sebagai bentuk penyelesaian secara budaya lokal.

Penyerahan dana dilakukan langsung oleh Penjabat Bupati Puncak Jaya, Yopi Murib, pada Jumat, 6 Juni 2025, bertempat di dua lokasi berbeda: Lapangan Amanah dan Lapangan Pagalame. Masing-masing kubu menerima Rp 5 miliar untuk mendukung pelaksanaan prosesi adat.

“Dana ini kami serahkan sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap penyelesaian konflik secara adat. Harapan kami, setelah ini masyarakat bisa hidup rukun dan damai kembali,” ujar Yopi Murib dalam sambutannya.

Ritual adat yang diselenggarakan mencakup prosesi khas masyarakat Puncak Jaya seperti “patah panah” dan “lepas tali busur”, yang secara simbolik menandai berakhirnya permusuhan. Sebelumnya, prosesi awal “Belah Kayu Doli” telah dilaksanakan pada 12 Mei 2025, disaksikan langsung oleh kedua pasangan calon serta para tokoh masyarakat adat dan agama.

Konflik yang terjadi antara pendukung paslon nomor urut 1, Yuni Wonda – Mus Kogoya, dan paslon nomor urut 2, Miren Kogoya – Mendi Wonorengga, berlangsung sejak November 2024, dan telah menyebabkan korban jiwa serta ratusan orang terluka.

Dengan rampungnya rangkaian ritual perdamaian adat, Pemkab berharap terciptanya kestabilan sosial, serta kembalinya roda pemerintahan dan pelayanan publik secara optimal di wilayah Puncak Jaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Persada 4 Kemiling Raya Gotong Royong Bersihkan Rumput dan Perbaiki Jalan

21 Desember 2025 - 11:47 WIB

PSI Lampung Rayakan 11 Tahun “Udayah Navasaktih”: Kebangkitan PSI sebagai Kekuatan Baru Indonesia Maju

16 November 2025 - 20:31 WIB

Empat Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, Warga GG Laksana Pesawaran Perbaiki Jalan Pakai Dana Swadaya

10 November 2025 - 10:43 WIB

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-97, Warga Kodam XXI/RI Kobarkan Semangat “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”

28 Oktober 2025 - 15:37 WIB

DPW PSI Lampung Gelar Rapat Koordinasi, Fokus Mantapkan Struktur dan Program Kerja

1 Oktober 2025 - 18:11 WIB

Trending di Bandar Lampung