Menu

Mode Gelap
Pelaku Curanmor Penewas Bripka (Anumerta) Arya Supena Terancam Penjara Seumur Hidup, Kapolda Lampung Tegaskan Tembak di Tempat Manfaatkan Kelengahan Korban Saat Tertidur, Dua Pelaku Tindak Pidana Pencurian Ponsel Diringkus Tekab 308 Polsek Kedondong Dana BOS Hampir Rp1 Miliar di SMAN 1 Air Naningan Disorot, Renovasi Diduga Tak Sesuai Anggaran Komunitas Ojek Online dan Warga Gelar Doa Bersama untuk Mengenang Bripka (Anumerta) Arya Supena DPW PSI Lampung Silaturahmi dengan Wapres RI, Serahkan Lukisan Karya Seniman Binaan PSI Lampung Wapres Gibran Tiba di Lampung, Langsung Kunjungi Kampung Nelayan di Lampung Timur

Berita

Pemkab Puncak Jaya Salurkan Rp 10 Miliar untuk Dukung Ritual Adat Perdamaian Dua Kubu Pendukung Paslon

badge-check


					Pemkab Puncak Jaya Salurkan Rp 10 Miliar untuk Dukung Ritual Adat Perdamaian Dua Kubu Pendukung Paslon Perbesar

PUNCAK JAYA – Dalam rangka mendukung upaya rekonsiliasi pasca-Pilkada, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Puncak Jaya menyalurkan dana sebesar Rp 10 miliar kepada dua kubu pendukung pasangan calon bupati yang sempat terlibat konflik. Dana tersebut difokuskan untuk pelaksanaan ritual adat perdamaian sebagai bentuk penyelesaian secara budaya lokal.

Penyerahan dana dilakukan langsung oleh Penjabat Bupati Puncak Jaya, Yopi Murib, pada Jumat, 6 Juni 2025, bertempat di dua lokasi berbeda: Lapangan Amanah dan Lapangan Pagalame. Masing-masing kubu menerima Rp 5 miliar untuk mendukung pelaksanaan prosesi adat.

“Dana ini kami serahkan sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap penyelesaian konflik secara adat. Harapan kami, setelah ini masyarakat bisa hidup rukun dan damai kembali,” ujar Yopi Murib dalam sambutannya.

Ritual adat yang diselenggarakan mencakup prosesi khas masyarakat Puncak Jaya seperti “patah panah” dan “lepas tali busur”, yang secara simbolik menandai berakhirnya permusuhan. Sebelumnya, prosesi awal “Belah Kayu Doli” telah dilaksanakan pada 12 Mei 2025, disaksikan langsung oleh kedua pasangan calon serta para tokoh masyarakat adat dan agama.

Konflik yang terjadi antara pendukung paslon nomor urut 1, Yuni Wonda – Mus Kogoya, dan paslon nomor urut 2, Miren Kogoya – Mendi Wonorengga, berlangsung sejak November 2024, dan telah menyebabkan korban jiwa serta ratusan orang terluka.

Dengan rampungnya rangkaian ritual perdamaian adat, Pemkab berharap terciptanya kestabilan sosial, serta kembalinya roda pemerintahan dan pelayanan publik secara optimal di wilayah Puncak Jaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelaku Curanmor Penewas Bripka (Anumerta) Arya Supena Terancam Penjara Seumur Hidup, Kapolda Lampung Tegaskan Tembak di Tempat

17 Mei 2026 - 22:27 WIB

Manfaatkan Kelengahan Korban Saat Tertidur, Dua Pelaku Tindak Pidana Pencurian Ponsel Diringkus Tekab 308 Polsek Kedondong

17 Mei 2026 - 20:06 WIB

Dana BOS Hampir Rp1 Miliar di SMAN 1 Air Naningan Disorot, Renovasi Diduga Tak Sesuai Anggaran

12 Mei 2026 - 20:57 WIB

Komunitas Ojek Online dan Warga Gelar Doa Bersama untuk Mengenang Bripka (Anumerta) Arya Supena

11 Mei 2026 - 11:51 WIB

DPW PSI Lampung Silaturahmi dengan Wapres RI, Serahkan Lukisan Karya Seniman Binaan PSI Lampung

9 Mei 2026 - 12:54 WIB

Trending di Bandar Lampung