Kategori: Sosial

  • Malam Puncak HUT RI ke-80 RT 004 Dusun Gedung Dalom Berlangsung Meriah

    Malam Puncak HUT RI ke-80 RT 004 Dusun Gedung Dalom Berlangsung Meriah

    PESAWARAN – Malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-80 di RT 004, Dusun Gedung Dalom, Desa Kurungan Nyawa, berlangsung meriah pada Sabtu malam (30/8/2025).

    Acara ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan perlombaan yang telah digelar sebelumnya, mulai dari anak-anak, remaja, ibu-ibu hingga bapak-bapak. Selain pembagian hadiah lomba, panitia juga memberikan doorprize, serta penghargaan khusus seperti dresscode terunik, panitia terbaik, hingga panitia dengan dedikasi, loyalitas, dan totalitas tinggi selama kegiatan berlangsung.

    Salah satu koordinator kegiatan, Ariyanto, menyampaikan bahwa tema perayaan tahun ini adalah “Kebersamaan dalam Berkarya”. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan warga RT 004 yang telah antusias berpartisipasi, serta para donatur yang mendukung acara baik berupa barang maupun uang tunai. Acara juga dihadiri oleh aparatur desa, di antaranya Kepala Dusun Gedung Dalom David Abraham dan Ketua RT 004 Riduan.

    Dalam sambutannya, David Abraham menyampaikan permohonan maaf dari Kepala Desa yang berhalangan hadir karena menghadiri kegiatan lain. Ia menegaskan bahwa peringatan HUT RI ke-80 ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air, mempererat kerukunan dan keguyuban antarwarga.

    “Mulai sekarang, tidak ada lagi istilah warga perumahan dan warga pribumi. Semua memiliki hak dan kewajiban yang sama di sini,” tegas David.

    Sementara itu, Ketua RT 004, Riduan, turut memberikan apresiasi kepada panitia yang telah bekerja keras mulai dari tahap perencanaan, pencarian dana, pelaksanaan lomba hingga malam puncak perayaan.

    “Terima kasih kepada panitia yang sudah totalitas. Semoga di tahun-tahun mendatang acara ini bisa lebih meriah lagi,” ujarnya.

    Acara malam puncak HUT RI ke-80 ditutup dengan makan bersama dan pembubaran panitia, sekaligus menjadi momen kebersamaan warga RT 004 Dusun Gedung Dalom.

  • Malam Puncak HUT RI ke-80 di Dusun Gedong Dalom Berlangsung Meriah

    Malam Puncak HUT RI ke-80 di Dusun Gedong Dalom Berlangsung Meriah

    PESAWARAN – Malam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Dusun Gedong Dalom, Desa Kurungan Nyawa, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, berlangsung meriah dan penuh antusiasme, Minggu (24/8/2025) malam.

    Acara yang digelar oleh Muli Mekhanai Gedong Dalom itu dihadiri Sekretaris Desa Kurungan Nyawa Donarayasa mewakili Kepala Desa Yuwansyah, Kepala Dusun Gedong Dalom David Abraham, Ketua RT 1 hingga RT 4, Kepala Dusun Sukajaya 2 Ahmad Yani, tokoh masyarakat, tokoh agama, pengurus Muli Mekhanai, serta ratusan warga setempat.

    Sekdes Kurungan Nyawa, Donarayasa, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

    “Kami dari Pemerintah Desa Kurungan Nyawa sangat berterimakasih dan mengapresiasi kegiatan ini. Semoga peringatan HUT RI menjadi pengingat kita semua atas perjuangan para pahlawan yang rela berkorban demi kemerdekaan bangsa,” ujarnya.

    Ia juga berpesan agar seluruh warga menjaga keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung.

    Sementara itu, Kepala Dusun Gedong Dalom, David Abraham, mengucapkan terima kasih kepada Muli Mekhanai yang menjadi motor penggerak kegiatan.

    “Acara ini sudah menjadi agenda rutin setiap tahun. Keberhasilan terselenggaranya kegiatan tentu berkat kerja keras Muli Mekhanai, dukungan Kepala Desa, warga, serta para donatur dan sponsor,” ucap David.

    David menambahkan, peringatan HUT RI bukan hanya seremonial, melainkan juga momentum menanamkan semangat perjuangan bagi generasi muda.
    “Terutama bagi pemuda-pemudi Dusun Gedong Dalom, teruslah berkarya di bidang masing-masing dan lakukan kegiatan positif bagi lingkungan,” pesannya.

    Ketua Muli Mekhanai Dusun Gedong Dalom, Yovan Novrianda, didampingi Ketua Panitia Febri Sanjaya, turut menyampaikan rasa syukurnya atas suksesnya acara.
    “Berkat kerja sama panitia yang solid serta dukungan penuh dari warga, donatur, dan sponsor, alhamdulillah acara ini berjalan lancar, aman, dan sukses,” katanya.

    Yovan juga memberi selamat kepada para pemenang lomba yang sebelumnya digelar.

    “Jangan melihat hadiahnya, tapi ambil makna perjuangan dan kebersamaan. Kami sebagai generasi muda sangat bersyukur atas kemerdekaan yang kita nikmati hari ini, berkat pengorbanan para pahlawan,” ungkapnya.

    Sebagai penutup rangkaian acara, panitia membagikan hadiah lomba seperti makan kerupuk, lari kelereng, balon untuk ibu-ibu, gaple, karaoke, dan lainnya. Selain itu, doorprize menarik juga diberikan bagi para tamu undangan sehingga menambah semarak malam puncak HUT RI ke-80 di Dusun Gedong Dalom.

    (Mahad)

  • LBH Cahaya Keadilan Lampung Rayakan HUT RI ke-80 di Sekretariat Pringsewu

    LBH Cahaya Keadilan Lampung Rayakan HUT RI ke-80 di Sekretariat Pringsewu

    PRINGSEWU – Suasana sederhana namun penuh kehangatan mewarnai perayaan HUT RI ke-80 yang digelar di Sekretariat LBH Cahaya Keadilan Lampung, Tambak Rejo, Pringsewu, Minggu (24/8/2025).

    Tidak ada panggung mewah maupun pesta kembang api. Yang ada hanyalah kebersamaan warga; anak-anak berlarian gembira, orang tua tersenyum menyaksikan, dentuman musik rakyat mengiringi, serta aneka perlombaan yang meriah. Mulai dari lomba bola dangdut, makan kerupuk, makan pisang, sambung lagu karaoke, hingga lomba tes ingatan yang diikuti anak-anak, ibu-ibu, dan juga lansia. Hadiah pun langsung dibagikan di tempat, menambah semarak acara.

    Acara tersebut turut dihadiri Ketua LBH Cahaya Keadilan Lampung, Dr. (Cand) Nurul Hidayah, S.H., M.H., staf LBH Cahaya Keadilan, wartawan Rifka M.Pd., serta warga setempat.

    Dalam sambutannya, Ketua LBH Cahaya Keadilan Lampung, Dr. (Cand) Nurul Hidayah, menyampaikan bahwa kemerdekaan bukan soal besarnya perayaan, melainkan makna yang terkandung di dalamnya.

    “Kami sajikan acara ini bersama warga untuk memeriahkan HUT RI ke-80. Peringatan kemerdekaan tidak harus besar, yang penting membawa makna kebersamaan,” ujar Bunda Nurul, sapaan akrabnya.

    Menurutnya, hiburan rakyat seperti ini tidak hanya menjadi ajang melepas penat, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan. “Perayaan kemerdekaan adalah momen untuk belajar arti gotong royong. Semua warga terlibat, ada yang menyiapkan tempat, ada yang mengurus konsumsi, ada pula yang menjadi pengisi acara,” tambahnya.

    Sri, salah satu warga setempat, mengaku bangga dan terhibur dengan kegiatan tersebut.

    “Terima kasih Bunda Nurul. Dengan adanya acara ini kami bisa mendapat hiburan gratis, sekaligus bernostalgia mengenang masa kecil saat perayaan 17 Agustus selalu jadi momen paling ditunggu,” ungkapnya.

    Pesan untuk Generasi Muda

    HUT RI bukan sekadar perlombaan makan kerupuk atau panggung hiburan, tetapi juga momentum untuk menghargai perjuangan para pahlawan dan mewarisi semangat persatuan. Warga yang hadir membuktikan bahwa menjaga kebersamaan adalah cara terbaik untuk mengisi kemerdekaan.

    Perayaan sederhana ini mengajarkan bahwa makna kemerdekaan tidak diukur dari megahnya acara, melainkan dari kuatnya ikatan antarwarga.

  • Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Prajurit Yonif 9 Marinir Gelar Panen Raya Padi

    Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Prajurit Yonif 9 Marinir Gelar Panen Raya Padi

    PESAWARAN – Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kesejahteraan prajurit, keluarga, dan masyarakat binaan, Yonif 9 Marinir di bawah jajaran Brigif 4 Marinir/BS melaksanakan panen raya padi di lahan ketahanan pangan Batalyon Infanteri 9 Marinir, Batumenyan, Teluk Pandan, Pesawaran, Jumat (22/8/2025).

    Kegiatan panen raya tersebut dipimpin langsung oleh Danbrigif 4 Marinir/BS Kolonel Marinir Supriadi Tarigan, S.E., M.M., didampingi Ketua Jalasenastri Cabang 7 PG Kormar, Ny. Yayuk Supriadi Tarigan, bersama jajaran.

    Langkah ini menjadi bukti nyata dukungan Brigif 4 Marinir/BS terhadap program pemerintah, khususnya melalui Kementerian Pertanian, dalam menjaga stabilitas harga sekaligus ketersediaan pangan di masyarakat. Para petani yang tergabung dalam kelompok tani binaan Yonif 9 Marinir beserta masyarakat sekitar menyambut baik panen raya tersebut, yang diharapkan mampu menjaga keberlanjutan ketahanan pangan.

    Komandan Yonif 9 Marinir, Letkol Marinir Achmad Toripin, S.A.P., M.Tr.Opsla., menegaskan komitmennya bersama prajurit dan kelompok tani binaan untuk terus mendukung target swasembada pangan sebagaimana arahan Presiden RI Prabowo Subianto.

    “Peran prajurit dalam mendorong kelompok tani binaan sangat penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Hal ini juga sejalan dengan program pemenuhan Makan Bergizi Gratis di sekolah,” ujarnya.

    Kegiatan panen raya ini menjadi bukti bahwa Brigif 4 Marinir/BS senantiasa hadir dan siap membantu masyarakat dalam berbagai aspek, termasuk di bidang pertanian, demi mewujudkan kesejahteraan bersama serta mendukung ketahanan pangan nasional

  • Kabupaten Pesawaran Raih Penghargaan Nasional Perhutanan Sosial 2025

    Kabupaten Pesawaran Raih Penghargaan Nasional Perhutanan Sosial 2025

    Jakarta, 21 Agustus 2025 – Kabupaten Pesawaran kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Bupati Pesawaran, Dr. Ir. H. Dendi Ramadhona K, S.T., M.Tr.I.P., menerima penghargaan sebagai Pemerintah Daerah Tingkat Kabupaten/Kota Terbaik dalam ajang Festival Perhutanan Sosial (Pesona) 2025 yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Auditorium Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Kamis (21/8/2025).

    Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja Pemkab Pesawaran dalam mendukung program perhutanan sosial yang dinilai berhasil menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain Pesawaran, penghargaan serupa juga diterima Kabupaten Berau (Kalimantan Timur) dan Kabupaten Enrekang (Sulawesi Selatan).

    Festival Pesona 2025 mengusung tema “Merawat Hutan, Mewariskan Harapan”. Acara ini merupakan rangkaian HUT ke-80 RI lingkup KLHK yang bertujuan memperkuat sinergi antar-pemangku kepentingan dalam percepatan perhutanan sosial.

    Plt Dirjen Perhutanan Sosial KLHK, Mahfudz, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wadah kolaborasi lintas sektor.

    “Festival Pesona menjadi ruang komunikasi, edukasi, sekaligus promosi hasil-hasil perhutanan sosial agar semakin dikenal dan berdaya saing,” ujarnya.

    Festival yang berlangsung 20–22 Agustus ini menampilkan beragam agenda, mulai dari gelar pesona, talkshow “Perhutanan Sosial Berbicara dengan Gerakan Sosial Inklusif”, temu usaha tematik, kopi agroforestry, lomba, hingga podcast. Produk unggulan kelompok perhutanan sosial, seperti kopi, madu, dan aren, juga turut dipamerkan.

    Selain Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung juga berhasil meraih penghargaan. Beberapa di antaranya yaitu kategori pendamping terbaik yang diraih Tri Endah Anggraeni, serta Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Mawar Bodas yang dinobatkan sebagai KUPS terbaik.

    Wakil Menteri Kehutanan RI, dr. Sulaiman Umar Siddiq, menyebut penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi tertinggi dari KLHK.

    “Perhutanan sosial merupakan jalan kemandirian bangsa melalui pemanfaatan hutan untuk ketahanan pangan, energi, dan air,” jelasnya.

    Hingga kini, KLHK mencatat lebih dari 8,3 juta hektare hutan telah didistribusikan dalam skema akses kelola perhutanan sosial, dengan penerima manfaat mencapai 1,4 juta kepala keluarga serta terbentuk lebih dari 15 ribu KUPS di seluruh Indonesia.

    Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona yang hadir bersama Kepala Bappeda dan Kabag SDA menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada masyarakat.

    “Penghargaan ini bukan hanya untuk pemerintah daerah, melainkan untuk seluruh masyarakat yang telah berperan aktif menjaga hutan. Hutan bukan sekadar warisan alam, tetapi juga sumber kehidupan yang harus dijaga untuk generasi mendatang,” ungkapnya.

    Menurut Bupati Dendi, prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Pesawaran dalam mempercepat pengelolaan perhutanan sosial sebagaimana amanah Perpres Nomor 28 Tahun 2023, sekaligus mendorong sinergi dengan masyarakat, pendamping KTH, dan KUPS dalam menjaga keberlanjutan hutan.

    “Kami berkomitmen menjadikan perhutanan sosial sebagai pilar ekonomi masyarakat sekaligus benteng ekologi daerah,” pungkasnya.

    (RED/SN)

  • Wujud Kepedulian, Bhabinkamtibmas Polsek Padang Cermin Gotong Royong Bantu Warga Terdampak Longsor di Teluk Pandan

    Wujud Kepedulian, Bhabinkamtibmas Polsek Padang Cermin Gotong Royong Bantu Warga Terdampak Longsor di Teluk Pandan

    PESAWARAN – Sebagai bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, Bhabinkamtibmas Polsek Padang Cermin, Aipda Penizela, turun langsung membantu warga yang terdampak musibah tanah longsor di Desa Cilimus, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Rabu (20/8/2025) pagi.

    Dalam kegiatan tersebut, Aipda Penizela terlihat membaur bersama warga dan aparatur desa setempat melakukan gotong royong membersihkan material longsor yang menimpa bagian belakang rumah milik Ibu Saiyah (45). Aksi ini merupakan respons cepat pasca-bencana longsor yang terjadi sehari sebelumnya, Selasa (19/8/2025) sekitar pukul 17.00 WIB.

    Musibah longsor dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut. Akibatnya, pondasi tanah dari sebidang lahan kosong milik Bapak Ansori tergerus air dan longsor hingga menimpa bangunan rumah Ibu Saiyah yang berada tepat di bawahnya.

    “Begitu mendapat laporan, kami langsung berkoordinasi dengan kepala desa. Hari ini kami bersama warga melaksanakan gotong royong sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab kami sebagai Bhabinkamtibmas untuk selalu hadir bagi warga binaan, terutama saat mereka tertimpa musibah,” ujar Aipda Penizela di sela-sela kegiatan.

    Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, bagian belakang rumah Ibu Saiyah mengalami kerusakan cukup parah dengan estimasi kerugian materiil mencapai Rp15 juta.

    Di tempat terpisah, Kapolsek Padang Cermin, AKP Agus Jatmiko, menegaskan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas di lokasi bencana adalah prioritas utama. “Kehadiran anggota di lapangan bukan hanya untuk mendata, tetapi juga memberikan dukungan moril dan tenaga. Sinergi antara Polri, aparat desa, dan masyarakat inilah yang mempercepat penanganan pasca-bencana,” jelas Kapolsek.

    Sementara itu, Ibu Saiyah menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya atas perhatian yang diberikan. “Saya sangat berterima kasih atas bantuan dari Pak Bhabin dan warga sekitar. Kehadiran bapak-bapak sangat menguatkan kami yang sedang tertimpa musibah ini,” tuturnya.

    Kegiatan gotong royong ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan dan kepedulian yang masih kental di tengah masyarakat. Peran aktif Bhabinkamtibmas Polres Pesawaran kembali menunjukkan fungsi Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

    (Red/SN)

  • PBB di Kota Bandar Lampung Gratis, Ini Syaratnya

    PBB di Kota Bandar Lampung Gratis, Ini Syaratnya

    Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung menggratiskan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2025. Adapun syaratnya yakni tagihan PBB dibawah Rp. 150.000.

    Pemerintah Kota Bandar Lampung berharap masyarakat dapat memanfaatkan progam tersebut.

    Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Bandar Lampung Desti Mega Putri menjelaskan, selain Gratis atas kebijakan Ibu Walikota Bunda Eva Dwiana, Pemerintah Kota Bandar Lampung memberikan diskon PBB.

    “Tahun ini kami juga ada program keringanan untuk tagihan PBB. Sehingga masyarakat diharapkan dapat menunaikan kewajibannya,” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandar Lampung Desti Mega Putri dikutip dari media Antara.

    Dia mengatakan keringanan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk PBB ini yakni tagihan Rp150.000 pemerintah menggratiskan, kemudian tagihan dari Rp151.000 hingga Rp300.000 diberi diskon 50 persen.

    “Sementara itu PBB dengan tagihan Rp301.000 hingga Rp500.000 diberikan diskon 30 persen. Diskon berlaku untuk 1 Nilai Objek Pajak (NOP),” kata dia.

    Dia pun menyampaikan dengan adanya Program keringanan ini, Pemerintah Kota Bandar Lampung berharap tingkat kepatuhan wajib pajak terhadap PBB meningkat.

    “Jadi kami mengingatkan warga untuk segera membayar PBB sebelum batas akhir pada 31 Agustus 2025,” kata dia.

    Dia pun mengimbau kembali agar tidak menunggu hingga jatuh tempo untuk membayar PBB, agar Pemerintah Kota dapat mempercepat realisasi program pembangunan di berbagai sektor.

    Desti pun mengatakan bagi warga yang ingin mengajukan keberatan, pembetulan data, atau meminta salinan SPPT PBB, silahkan datang ke loket pelayanan dan akan ditindak lanjuti.

    “Layanan Bapenda tersedia di Mall Pelayanan Publik. Silahkan saja warga yang ingin membetulkan data PBB nya nanti petugas kami akan segera melayani,” kata dia.

  • Pegawai Koperasi Tewas Dibunuh Nasabah yang Gagal Bayar Cicilan di Lampung

    Pegawai Koperasi Tewas Dibunuh Nasabah yang Gagal Bayar Cicilan di Lampung

    Bandar Lampung, 1 Agustus 2025 — Seorang pegawai koperasi bernama Pandra Apriliadi (21) ditemukan tewas mengenaskan usai menjadi korban pembunuhan oleh salah satu nasabahnya, Salam Prayitno (46). Insiden tragis ini terjadi ketika korban tengah menagih cicilan pinjaman yang belum dibayarkan pelaku.

    Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung, Kombes Pol Indra Hermawan dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Lampung, Jumat (1/8/2025), mengungkapkan bahwa pelaku merupakan peminjam dana koperasi senilai Rp 500.000, yang digunakan untuk modal usaha berjualan siomay. Pinjaman tersebut memiliki skema angsuran mingguan sebesar Rp 125.000.

    “Tersangka memang meminjam uang untuk modal berdagang siomay. Namun saat korban datang menagih cicilan, tersangka mengaku tidak mampu membayar,” jelas Kombes Indra.

    Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa korban sempat memarahi tersangka dan menuntut agar cicilan segera dilunasi. Tekanan emosional meningkat saat tersangka gagal meminjam uang dari tetangganya untuk menutup pembayaran.

    “Korban diduga memaki pelaku dengan kata-kata kasar, yang memicu emosi tersangka hingga berujung pada aksi kekerasan yang menyebabkan kematian korban,” lanjutnya.

    Polda Lampung telah mengamankan tersangka dan melakukan pemeriksaan intensif. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus ini. Saat ini, pelaku dijerat dengan pasal pembunuhan sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan terancam hukuman penjara maksimal.

    Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan secara bijak dan tidak terpancing emosi dalam menyikapi konflik, khususnya yang berkaitan dengan masalah keuangan.

    (*)

  • Heboh Penemuan Mayat di Sungai Banjar Negeri, Diduga Kuat Pandra Apriliadi

    Heboh Penemuan Mayat di Sungai Banjar Negeri, Diduga Kuat Pandra Apriliadi

    Natar, 31 Juli 2025 — Warga Desa Banjar Negeri, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, digegerkan oleh penemuan sesosok mayat pria yang mengambang di pinggir sungai pada Kamis pagi (31/7/2025). Pria tersebut mengenakan jaket merah, dan diduga kuat merupakan Pandra Apriliadi (21), pemuda asal Sungkai Utara yang telah dilaporkan hilang sejak lima hari lalu.

    Sejak pukul 08.00 WIB, sekitar 80 warga yang dipimpin oleh Kepala Dusun, Suratmi, melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Banjar Negeri. Sungai ini membelah dua wilayah, yakni Desa Branti Raya dan Haduyang. Pencarian dipicu oleh meningkatnya atensi publik terhadap kasus hilangnya Pandra yang sempat viral di media sosial dan grup komunitas lokal.

    Sekitar pukul 10.15 WIB, warga menemukan sesosok jenazah pria di tepi sungai dalam kondisi tidak bernyawa. Temuan tersebut segera dilaporkan kepada Kepala Desa dan Babinsa untuk diteruskan kepada pihak kepolisian.

    Hingga Kamis siang, jenazah masih berada di lokasi penemuan, menunggu proses evakuasi dan identifikasi resmi oleh pihak kepolisian. Belum ada pernyataan resmi terkait penyebab kematian, waktu kematian, maupun konfirmasi identitas secara forensik.

    Meski demikian, sejumlah warga yang mengenal korban meyakini kuat bahwa mayat tersebut adalah Pandra Apriliadi.

    “Pandara sudah ditemukan, positif ini Pandra. Udah tidak simpang siur lagi, udah,” ujar seorang warga yang turut berada di lokasi penemuan.

    Penemuan mayat ini sontak menjadi viral. Sejumlah foto dan video dari lokasi penemuan tersebar luas di berbagai platform media sosial. Publik pun mendesak aparat penegak hukum untuk segera memastikan identitas korban dan mengungkap penyebab kematian secara terang-benderang.

    Pihak keluarga korban hingga kini masih menanti kabar resmi dari kepolisian dan berharap agar proses identifikasi dan penyelidikan dapat dilakukan secara terbuka dan tuntas.

    (*)

  • Ratusan Warga Sungkay dan Sahabat dari Lampung Sungkay Datangi Polsek Natar, Desak Titik Terang Hilangnya Pandra Apriliadi

    Ratusan Warga Sungkay dan Sahabat dari Lampung Sungkay Datangi Polsek Natar, Desak Titik Terang Hilangnya Pandra Apriliadi

    Natar, Selasa 29 Juli 2025 — Sekitar pukul 20.00 WIB, massa yang terdiri dari rombongan warga Sungkay dan para sahabat dari komunitas Lampung Sungkay mendatangi Polsek Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Kedatangan mereka adalah untuk menuntut kejelasan dan perkembangan terbaru atas kasus hilangnya Pandra Apriliadi, karyawan Koperasi Simpan Pinjam Lampung Jaya Bersatu, yang menghilang sejak Minggu malam (27 Juli 2025).

    Massa yang hadir memenuhi halaman Polsek menyuarakan kegelisahan dan harapan agar pihak kepolisian serius menangani kasus ini. Mereka mendesak agar pencarian dilakukan lebih intensif dan hasilnya segera disampaikan kepada publik, khususnya keluarga korban.

    “Kami datang sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas. Sudah dua hari adik kami belum ditemukan. Kami ingin ada kepastian, ada upaya maksimal dari aparat,” ujar salah satu tokoh pemuda Sungkay yang turut hadir dalam rombongan.

    Menanggapi tekanan dan harapan masyarakat, pihak Polsek Natar menyampaikan bahwa pencarian sudah dilakukan secara intensif. Bahkan, pada malam ini, tim dari Polsek akan turun langsung ke lokasi yang diduga menjadi titik terakhir keberadaan korban, dibantu dengan anjing pelacak (K9). Dalam pencarian tersebut, sekitar 10 orang perwakilan dari keluarga korban juga turut mendampingi tim.

    Pencarian dilakukan di wilayah sekitar Desa Purworejo, Kecamatan Natar, tempat terakhir Pandra diketahui berada. Sebelumnya, Pandra sempat melakukan video call dengan pacarnya dan mengabarkan bahwa ia sedang menagih ke seorang nasabah berinisial SP, dan sempat dibonceng oleh SP menuju suatu tempat yang gelap dan tidak dikenal.

    Sampai saat ini, korban belum ditemukan dan proses penyelidikan masih terus berlanjut. Pihak keluarga berharap agar pencarian dilakukan lebih luas dan melibatkan tim yang lebih besar.

    “Kami berharap aparat bisa terbuka kepada keluarga dan masyarakat. Kami ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi,” kata salah satu perwakilan keluarga korban.

    (Murida)