Menu

Mode Gelap
Silaturahmi Jadi Kunci Penguatan Moral Bangsa Menuju Indonesia BERSINAR di Bulan Ramadhan Warga Natar Keluhkan Bau Menyengat, DPRD Lampung Selatan Siap Koordinasi dengan DLH DPD KO-WAPPI Pesawaran Gelar Rakor Jelang Ramadan 1447 Hijriah Tak Berkutik Saat Dikejar, Pembawa Senpi Rakitan dan Amunisi Aktif Diamankan Tekab 308 Presisi Polres Pesawaran PSI LAMPUNG Selatan Konsolidasi Perkuat Struktur Hingga Desa Warga Persada 4 Kemiling Raya Gotong Royong Bersihkan Rumput dan Perbaiki Jalan

Bandar Lampung

Museum Lampung Tutup Saat Libur, Pengunjung Kecewa: Wisatawan dari Jepang hingga Kalimantan Terpaksa Pulang Gigit Jari

badge-check


					Museum Lampung Tutup Saat Libur, Pengunjung Kecewa: Wisatawan dari Jepang hingga Kalimantan Terpaksa Pulang Gigit Jari Perbesar

Bandar Lampung, 30 Mei 2025 — Museum Lampung “Ruwa Jurai” di Jalan Zainal Arifin Pagar Alam No. 64, Rajabasa, menjadi sorotan publik setelah sejumlah pengunjung mengungkapkan kekecewaannya karena museum tersebut tutup total pada hari libur. Ironisnya, justru pada masa libur ini, jumlah wisatawan dari luar kota bahkan mancanegara meningkat tajam.

Beberapa pengunjung diketahui datang dari luar kota seperti Riau dan Kalimantan, bahkan ada pula turis asal Jepang yang sudah jauh-jauh hari menjadwalkan kunjungan ke museum kebanggaan Lampung tersebut. Sayangnya, mereka hanya mendapati gerbang tertutup rapat tanpa ada pemberitahuan jelas.

“Sangat disayangkan. Hari libur seharusnya menjadi momen terbaik bagi museum untuk membuka diri seluas-luasnya kepada masyarakat dan wisatawan,” ujar seorang pengunjung asal Pekanbaru yang merasa kecewa setelah mengetahui museum tutup.

Keluhan juga datang dari warganet lokal yang menilai penutupan museum di hari libur sebagai bentuk kelalaian dalam pengelolaan aset budaya. “Administrasi perkantoran bolehlah libur, tapi area museum semestinya tetap buka. Justru di hari libur, potensi kunjungan meningkat,” tulis salah satu warga Bandar Lampung.

Museum Lampung sendiri berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung. Penutupan di hari libur ini memicu pertanyaan mengenai manajemen operasional dan komitmen terhadap pelayanan publik, khususnya dalam pelestarian dan edukasi budaya daerah.

Sejauh ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola museum maupun dinas terkait mengenai alasan penutupan di hari libur. Masyarakat berharap, ke depannya kebijakan operasional museum bisa dievaluasi agar tidak menghambat minat wisata dan edukasi sejarah bagi publik. (Red/Sairin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Silaturahmi Jadi Kunci Penguatan Moral Bangsa Menuju Indonesia BERSINAR di Bulan Ramadhan

23 Februari 2026 - 10:34 WIB

Warga Natar Keluhkan Bau Menyengat, DPRD Lampung Selatan Siap Koordinasi dengan DLH

18 Februari 2026 - 12:13 WIB

DPD KO-WAPPI Pesawaran Gelar Rakor Jelang Ramadan 1447 Hijriah

16 Februari 2026 - 17:00 WIB

Tak Berkutik Saat Dikejar, Pembawa Senpi Rakitan dan Amunisi Aktif Diamankan Tekab 308 Presisi Polres Pesawaran

13 Februari 2026 - 12:38 WIB

PSI LAMPUNG Selatan Konsolidasi Perkuat Struktur Hingga Desa

13 Februari 2026 - 10:51 WIB

Trending di Berita