Kategori: Pemerintah

  • Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Prajurit Yonif 9 Marinir Gelar Panen Raya Padi

    Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Prajurit Yonif 9 Marinir Gelar Panen Raya Padi

    PESAWARAN – Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kesejahteraan prajurit, keluarga, dan masyarakat binaan, Yonif 9 Marinir di bawah jajaran Brigif 4 Marinir/BS melaksanakan panen raya padi di lahan ketahanan pangan Batalyon Infanteri 9 Marinir, Batumenyan, Teluk Pandan, Pesawaran, Jumat (22/8/2025).

    Kegiatan panen raya tersebut dipimpin langsung oleh Danbrigif 4 Marinir/BS Kolonel Marinir Supriadi Tarigan, S.E., M.M., didampingi Ketua Jalasenastri Cabang 7 PG Kormar, Ny. Yayuk Supriadi Tarigan, bersama jajaran.

    Langkah ini menjadi bukti nyata dukungan Brigif 4 Marinir/BS terhadap program pemerintah, khususnya melalui Kementerian Pertanian, dalam menjaga stabilitas harga sekaligus ketersediaan pangan di masyarakat. Para petani yang tergabung dalam kelompok tani binaan Yonif 9 Marinir beserta masyarakat sekitar menyambut baik panen raya tersebut, yang diharapkan mampu menjaga keberlanjutan ketahanan pangan.

    Komandan Yonif 9 Marinir, Letkol Marinir Achmad Toripin, S.A.P., M.Tr.Opsla., menegaskan komitmennya bersama prajurit dan kelompok tani binaan untuk terus mendukung target swasembada pangan sebagaimana arahan Presiden RI Prabowo Subianto.

    “Peran prajurit dalam mendorong kelompok tani binaan sangat penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Hal ini juga sejalan dengan program pemenuhan Makan Bergizi Gratis di sekolah,” ujarnya.

    Kegiatan panen raya ini menjadi bukti bahwa Brigif 4 Marinir/BS senantiasa hadir dan siap membantu masyarakat dalam berbagai aspek, termasuk di bidang pertanian, demi mewujudkan kesejahteraan bersama serta mendukung ketahanan pangan nasional

  • Kabupaten Pesawaran Raih Penghargaan Nasional Perhutanan Sosial 2025

    Kabupaten Pesawaran Raih Penghargaan Nasional Perhutanan Sosial 2025

    Jakarta, 21 Agustus 2025 – Kabupaten Pesawaran kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Bupati Pesawaran, Dr. Ir. H. Dendi Ramadhona K, S.T., M.Tr.I.P., menerima penghargaan sebagai Pemerintah Daerah Tingkat Kabupaten/Kota Terbaik dalam ajang Festival Perhutanan Sosial (Pesona) 2025 yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Auditorium Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Kamis (21/8/2025).

    Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja Pemkab Pesawaran dalam mendukung program perhutanan sosial yang dinilai berhasil menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain Pesawaran, penghargaan serupa juga diterima Kabupaten Berau (Kalimantan Timur) dan Kabupaten Enrekang (Sulawesi Selatan).

    Festival Pesona 2025 mengusung tema “Merawat Hutan, Mewariskan Harapan”. Acara ini merupakan rangkaian HUT ke-80 RI lingkup KLHK yang bertujuan memperkuat sinergi antar-pemangku kepentingan dalam percepatan perhutanan sosial.

    Plt Dirjen Perhutanan Sosial KLHK, Mahfudz, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wadah kolaborasi lintas sektor.

    “Festival Pesona menjadi ruang komunikasi, edukasi, sekaligus promosi hasil-hasil perhutanan sosial agar semakin dikenal dan berdaya saing,” ujarnya.

    Festival yang berlangsung 20–22 Agustus ini menampilkan beragam agenda, mulai dari gelar pesona, talkshow “Perhutanan Sosial Berbicara dengan Gerakan Sosial Inklusif”, temu usaha tematik, kopi agroforestry, lomba, hingga podcast. Produk unggulan kelompok perhutanan sosial, seperti kopi, madu, dan aren, juga turut dipamerkan.

    Selain Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung juga berhasil meraih penghargaan. Beberapa di antaranya yaitu kategori pendamping terbaik yang diraih Tri Endah Anggraeni, serta Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Mawar Bodas yang dinobatkan sebagai KUPS terbaik.

    Wakil Menteri Kehutanan RI, dr. Sulaiman Umar Siddiq, menyebut penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi tertinggi dari KLHK.

    “Perhutanan sosial merupakan jalan kemandirian bangsa melalui pemanfaatan hutan untuk ketahanan pangan, energi, dan air,” jelasnya.

    Hingga kini, KLHK mencatat lebih dari 8,3 juta hektare hutan telah didistribusikan dalam skema akses kelola perhutanan sosial, dengan penerima manfaat mencapai 1,4 juta kepala keluarga serta terbentuk lebih dari 15 ribu KUPS di seluruh Indonesia.

    Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona yang hadir bersama Kepala Bappeda dan Kabag SDA menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada masyarakat.

    “Penghargaan ini bukan hanya untuk pemerintah daerah, melainkan untuk seluruh masyarakat yang telah berperan aktif menjaga hutan. Hutan bukan sekadar warisan alam, tetapi juga sumber kehidupan yang harus dijaga untuk generasi mendatang,” ungkapnya.

    Menurut Bupati Dendi, prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Pesawaran dalam mempercepat pengelolaan perhutanan sosial sebagaimana amanah Perpres Nomor 28 Tahun 2023, sekaligus mendorong sinergi dengan masyarakat, pendamping KTH, dan KUPS dalam menjaga keberlanjutan hutan.

    “Kami berkomitmen menjadikan perhutanan sosial sebagai pilar ekonomi masyarakat sekaligus benteng ekologi daerah,” pungkasnya.

    (RED/SN)

  • Wujud Kepedulian, Bhabinkamtibmas Polsek Padang Cermin Gotong Royong Bantu Warga Terdampak Longsor di Teluk Pandan

    Wujud Kepedulian, Bhabinkamtibmas Polsek Padang Cermin Gotong Royong Bantu Warga Terdampak Longsor di Teluk Pandan

    PESAWARAN – Sebagai bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, Bhabinkamtibmas Polsek Padang Cermin, Aipda Penizela, turun langsung membantu warga yang terdampak musibah tanah longsor di Desa Cilimus, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Rabu (20/8/2025) pagi.

    Dalam kegiatan tersebut, Aipda Penizela terlihat membaur bersama warga dan aparatur desa setempat melakukan gotong royong membersihkan material longsor yang menimpa bagian belakang rumah milik Ibu Saiyah (45). Aksi ini merupakan respons cepat pasca-bencana longsor yang terjadi sehari sebelumnya, Selasa (19/8/2025) sekitar pukul 17.00 WIB.

    Musibah longsor dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut. Akibatnya, pondasi tanah dari sebidang lahan kosong milik Bapak Ansori tergerus air dan longsor hingga menimpa bangunan rumah Ibu Saiyah yang berada tepat di bawahnya.

    “Begitu mendapat laporan, kami langsung berkoordinasi dengan kepala desa. Hari ini kami bersama warga melaksanakan gotong royong sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab kami sebagai Bhabinkamtibmas untuk selalu hadir bagi warga binaan, terutama saat mereka tertimpa musibah,” ujar Aipda Penizela di sela-sela kegiatan.

    Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, bagian belakang rumah Ibu Saiyah mengalami kerusakan cukup parah dengan estimasi kerugian materiil mencapai Rp15 juta.

    Di tempat terpisah, Kapolsek Padang Cermin, AKP Agus Jatmiko, menegaskan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas di lokasi bencana adalah prioritas utama. “Kehadiran anggota di lapangan bukan hanya untuk mendata, tetapi juga memberikan dukungan moril dan tenaga. Sinergi antara Polri, aparat desa, dan masyarakat inilah yang mempercepat penanganan pasca-bencana,” jelas Kapolsek.

    Sementara itu, Ibu Saiyah menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya atas perhatian yang diberikan. “Saya sangat berterima kasih atas bantuan dari Pak Bhabin dan warga sekitar. Kehadiran bapak-bapak sangat menguatkan kami yang sedang tertimpa musibah ini,” tuturnya.

    Kegiatan gotong royong ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan dan kepedulian yang masih kental di tengah masyarakat. Peran aktif Bhabinkamtibmas Polres Pesawaran kembali menunjukkan fungsi Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

    (Red/SN)

  • PBB di Kota Bandar Lampung Gratis, Ini Syaratnya

    PBB di Kota Bandar Lampung Gratis, Ini Syaratnya

    Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung menggratiskan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2025. Adapun syaratnya yakni tagihan PBB dibawah Rp. 150.000.

    Pemerintah Kota Bandar Lampung berharap masyarakat dapat memanfaatkan progam tersebut.

    Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Bandar Lampung Desti Mega Putri menjelaskan, selain Gratis atas kebijakan Ibu Walikota Bunda Eva Dwiana, Pemerintah Kota Bandar Lampung memberikan diskon PBB.

    “Tahun ini kami juga ada program keringanan untuk tagihan PBB. Sehingga masyarakat diharapkan dapat menunaikan kewajibannya,” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandar Lampung Desti Mega Putri dikutip dari media Antara.

    Dia mengatakan keringanan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk PBB ini yakni tagihan Rp150.000 pemerintah menggratiskan, kemudian tagihan dari Rp151.000 hingga Rp300.000 diberi diskon 50 persen.

    “Sementara itu PBB dengan tagihan Rp301.000 hingga Rp500.000 diberikan diskon 30 persen. Diskon berlaku untuk 1 Nilai Objek Pajak (NOP),” kata dia.

    Dia pun menyampaikan dengan adanya Program keringanan ini, Pemerintah Kota Bandar Lampung berharap tingkat kepatuhan wajib pajak terhadap PBB meningkat.

    “Jadi kami mengingatkan warga untuk segera membayar PBB sebelum batas akhir pada 31 Agustus 2025,” kata dia.

    Dia pun mengimbau kembali agar tidak menunggu hingga jatuh tempo untuk membayar PBB, agar Pemerintah Kota dapat mempercepat realisasi program pembangunan di berbagai sektor.

    Desti pun mengatakan bagi warga yang ingin mengajukan keberatan, pembetulan data, atau meminta salinan SPPT PBB, silahkan datang ke loket pelayanan dan akan ditindak lanjuti.

    “Layanan Bapenda tersedia di Mall Pelayanan Publik. Silahkan saja warga yang ingin membetulkan data PBB nya nanti petugas kami akan segera melayani,” kata dia.

  • Pegawai Koperasi Tewas Dibunuh Nasabah yang Gagal Bayar Cicilan di Lampung

    Pegawai Koperasi Tewas Dibunuh Nasabah yang Gagal Bayar Cicilan di Lampung

    Bandar Lampung, 1 Agustus 2025 — Seorang pegawai koperasi bernama Pandra Apriliadi (21) ditemukan tewas mengenaskan usai menjadi korban pembunuhan oleh salah satu nasabahnya, Salam Prayitno (46). Insiden tragis ini terjadi ketika korban tengah menagih cicilan pinjaman yang belum dibayarkan pelaku.

    Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung, Kombes Pol Indra Hermawan dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Lampung, Jumat (1/8/2025), mengungkapkan bahwa pelaku merupakan peminjam dana koperasi senilai Rp 500.000, yang digunakan untuk modal usaha berjualan siomay. Pinjaman tersebut memiliki skema angsuran mingguan sebesar Rp 125.000.

    “Tersangka memang meminjam uang untuk modal berdagang siomay. Namun saat korban datang menagih cicilan, tersangka mengaku tidak mampu membayar,” jelas Kombes Indra.

    Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa korban sempat memarahi tersangka dan menuntut agar cicilan segera dilunasi. Tekanan emosional meningkat saat tersangka gagal meminjam uang dari tetangganya untuk menutup pembayaran.

    “Korban diduga memaki pelaku dengan kata-kata kasar, yang memicu emosi tersangka hingga berujung pada aksi kekerasan yang menyebabkan kematian korban,” lanjutnya.

    Polda Lampung telah mengamankan tersangka dan melakukan pemeriksaan intensif. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus ini. Saat ini, pelaku dijerat dengan pasal pembunuhan sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan terancam hukuman penjara maksimal.

    Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan secara bijak dan tidak terpancing emosi dalam menyikapi konflik, khususnya yang berkaitan dengan masalah keuangan.

    (*)

  • Heboh Penemuan Mayat di Sungai Banjar Negeri, Diduga Kuat Pandra Apriliadi

    Heboh Penemuan Mayat di Sungai Banjar Negeri, Diduga Kuat Pandra Apriliadi

    Natar, 31 Juli 2025 — Warga Desa Banjar Negeri, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, digegerkan oleh penemuan sesosok mayat pria yang mengambang di pinggir sungai pada Kamis pagi (31/7/2025). Pria tersebut mengenakan jaket merah, dan diduga kuat merupakan Pandra Apriliadi (21), pemuda asal Sungkai Utara yang telah dilaporkan hilang sejak lima hari lalu.

    Sejak pukul 08.00 WIB, sekitar 80 warga yang dipimpin oleh Kepala Dusun, Suratmi, melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Banjar Negeri. Sungai ini membelah dua wilayah, yakni Desa Branti Raya dan Haduyang. Pencarian dipicu oleh meningkatnya atensi publik terhadap kasus hilangnya Pandra yang sempat viral di media sosial dan grup komunitas lokal.

    Sekitar pukul 10.15 WIB, warga menemukan sesosok jenazah pria di tepi sungai dalam kondisi tidak bernyawa. Temuan tersebut segera dilaporkan kepada Kepala Desa dan Babinsa untuk diteruskan kepada pihak kepolisian.

    Hingga Kamis siang, jenazah masih berada di lokasi penemuan, menunggu proses evakuasi dan identifikasi resmi oleh pihak kepolisian. Belum ada pernyataan resmi terkait penyebab kematian, waktu kematian, maupun konfirmasi identitas secara forensik.

    Meski demikian, sejumlah warga yang mengenal korban meyakini kuat bahwa mayat tersebut adalah Pandra Apriliadi.

    “Pandara sudah ditemukan, positif ini Pandra. Udah tidak simpang siur lagi, udah,” ujar seorang warga yang turut berada di lokasi penemuan.

    Penemuan mayat ini sontak menjadi viral. Sejumlah foto dan video dari lokasi penemuan tersebar luas di berbagai platform media sosial. Publik pun mendesak aparat penegak hukum untuk segera memastikan identitas korban dan mengungkap penyebab kematian secara terang-benderang.

    Pihak keluarga korban hingga kini masih menanti kabar resmi dari kepolisian dan berharap agar proses identifikasi dan penyelidikan dapat dilakukan secara terbuka dan tuntas.

    (*)

  • Ratusan Warga Sungkay dan Sahabat dari Lampung Sungkay Datangi Polsek Natar, Desak Titik Terang Hilangnya Pandra Apriliadi

    Ratusan Warga Sungkay dan Sahabat dari Lampung Sungkay Datangi Polsek Natar, Desak Titik Terang Hilangnya Pandra Apriliadi

    Natar, Selasa 29 Juli 2025 — Sekitar pukul 20.00 WIB, massa yang terdiri dari rombongan warga Sungkay dan para sahabat dari komunitas Lampung Sungkay mendatangi Polsek Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Kedatangan mereka adalah untuk menuntut kejelasan dan perkembangan terbaru atas kasus hilangnya Pandra Apriliadi, karyawan Koperasi Simpan Pinjam Lampung Jaya Bersatu, yang menghilang sejak Minggu malam (27 Juli 2025).

    Massa yang hadir memenuhi halaman Polsek menyuarakan kegelisahan dan harapan agar pihak kepolisian serius menangani kasus ini. Mereka mendesak agar pencarian dilakukan lebih intensif dan hasilnya segera disampaikan kepada publik, khususnya keluarga korban.

    “Kami datang sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas. Sudah dua hari adik kami belum ditemukan. Kami ingin ada kepastian, ada upaya maksimal dari aparat,” ujar salah satu tokoh pemuda Sungkay yang turut hadir dalam rombongan.

    Menanggapi tekanan dan harapan masyarakat, pihak Polsek Natar menyampaikan bahwa pencarian sudah dilakukan secara intensif. Bahkan, pada malam ini, tim dari Polsek akan turun langsung ke lokasi yang diduga menjadi titik terakhir keberadaan korban, dibantu dengan anjing pelacak (K9). Dalam pencarian tersebut, sekitar 10 orang perwakilan dari keluarga korban juga turut mendampingi tim.

    Pencarian dilakukan di wilayah sekitar Desa Purworejo, Kecamatan Natar, tempat terakhir Pandra diketahui berada. Sebelumnya, Pandra sempat melakukan video call dengan pacarnya dan mengabarkan bahwa ia sedang menagih ke seorang nasabah berinisial SP, dan sempat dibonceng oleh SP menuju suatu tempat yang gelap dan tidak dikenal.

    Sampai saat ini, korban belum ditemukan dan proses penyelidikan masih terus berlanjut. Pihak keluarga berharap agar pencarian dilakukan lebih luas dan melibatkan tim yang lebih besar.

    “Kami berharap aparat bisa terbuka kepada keluarga dan masyarakat. Kami ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi,” kata salah satu perwakilan keluarga korban.

    (Murida)

  • Karyawan Koperasi Lampung Jaya Bersatu Dilaporkan Hilang, Terakhir Terlihat di Natar

    Karyawan Koperasi Lampung Jaya Bersatu Dilaporkan Hilang, Terakhir Terlihat di Natar

    Natar, 28 Juli 2025 — Seorang karyawan koperasi simpan pinjam Lampung Jaya Bersatu bernama Pandra Apriliadi dilaporkan hilang oleh keluarganya ke Polsek Natar, Senin (28/7/2025). Keluarga menyatakan, Pandra terakhir kali diketahui hilang komunikasi sejak Minggu malam (27/7/2025) pukul 19.00 WIB.

    Putra Sanjaya, kakak kandung Pandra, menjelaskan bahwa adiknya sempat memberi kabar kepada pacarnya bahwa ia hendak melakukan penagihan kepada salah satu nasabah berinisial SP, warga Desa Purworejo, Kecamatan Natar.

    “Adek saya hilang komunikasi dengan kami mulai dari kemarin sore sekitar jam 7 malam sampai saat ini,” ungkap Putra.

    Lebih lanjut Putra menyampaikan, sebelum hilang, Pandra sempat melakukan video call (VC) dengan pacarnya ketika tiba di rumah SP. Dalam percakapan tersebut, Pandra mengatakan sedang menunggu SP pulang.

    “Pacarnya bilang, Pandra sempat VC sambil nunggu SP pulang. Setelah SP tiba, Pandra dibonceng oleh SP dengan motor milik Pandra sendiri untuk mengambil uang di suatu tempat yang tidak diketahui,” lanjut Putra.

    Menurut keterangan dari pacar Pandra, selama di perjalanan VC masih berlangsung. Namun situasi berubah saat keduanya memasuki area yang disebut gelap dan sunyi. Setelah itu, komunikasi terputus dan hingga kini Pandra belum dapat dihubungi.

    “Cewek adek saya bilang, tempat terakhir itu gelap banget. Itu terakhir komunikasi kami dengan dia,” jelas Putra.

    Pihak keluarga berharap kepolisian segera mengambil tindakan untuk menelusuri keberadaan Pandra.

    “Saya mewakili keluarga besar meminta bantuan kepada Kapolsek Natar AKP Setio Budi Howo, S.H. dan jajaran untuk membantu mencari keberadaan adik kami yang sudah hilang sejak Minggu malam,” tutup Putra.

    Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait laporan orang hilang tersebut.

    (Red/SN)

  • DPD PSI Tanggamus Gelar Konsolidasi Penguatan Struktur hingga Tingkat Ranting di Kecamatan Wonosobo

    DPD PSI Tanggamus Gelar Konsolidasi Penguatan Struktur hingga Tingkat Ranting di Kecamatan Wonosobo

    Tanggamus, 27 Juli 2025 — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Tanggamus terus memperkuat soliditas organisasi. Pada Minggu pagi (27/7), jajaran DPD bersama para Ketua DPC se-Tanggamus menggelar rapat konsolidasi di Pekon Karang Anyar, Kecamatan Wonosobo, yang menjadi tuan rumah kegiatan.

    Perjalanan panjang selama satu setengah jam dari Pekon Tekad, Kecamatan Pulau Panggung menuju lokasi rapat tak menyurutkan semangat rombongan untuk hadir dan mengikuti agenda penting ini. Acara dimulai sejak pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh Ketua DPD PSI Tanggamus Sudiono, bersama jajaran pengurus serta perwakilan dari DPC-DPC berikut:

    1. Kecamatan Pematang Sawa

    2. Kecamatan Bandar Negeri Semuong

    3. Kecamatan Semaka

    4. Kecamatan Wonosobo

    5. Kecamatan Kota Agung Barat

    6. Kecamatan Kota Agung Pusat

    7. Kecamatan Kota Agung Timur

    Ketua DPD PSI Tanggamus, Sudiono, dalam arahannya menekankan pentingnya penguatan struktur partai hingga ke tingkat ranting atau desa. Menurutnya, kerja-kerja politik harus dimulai dari basis akar rumput agar PSI semakin dikenal, dipercaya, dan mampu hadir sebagai solusi bagi masyarakat.

    “Kita ingin PSI benar-benar hadir di tengah rakyat, mendengar langsung persoalan mereka, dan menjadi bagian dari gerakan perubahan di daerah. Konsolidasi ini adalah langkah konkret untuk itu,” ujar Sudiono.

    Rapat konsolidasi ini juga menjadi forum saling berbagi strategi antar pengurus kecamatan dalam menghadapi berbagai agenda politik ke depan, termasuk persiapan menyongsong pemilu mendatang.

    PSI Tanggamus menegaskan komitmennya untuk terus bergerak, memperluas jaringan solidaritas, dan mengedepankan politik cerdas, bersih, dan penuh semangat perubahan.

    (*)

  • Ketua DPD PSI Tanggamus Sudiono Silaturahmi dengan Bupati Drs. Moh. Saleh Asnawi, MA., MH

    Ketua DPD PSI Tanggamus Sudiono Silaturahmi dengan Bupati Drs. Moh. Saleh Asnawi, MA., MH

    Tanggamus, 25 Juli 2025 — Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia (DPD PSI) Kabupaten Tanggamus, Sudiono, melakukan silaturahmi ke kediaman pribadi Bupati Tanggamus, Drs. Moh. Saleh Asnawi, MA., MH, yang beralamat di Pekon Banding Agung, pada Jumat (25/7/2025).

    Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan. Dalam kunjungan tersebut, Sudiono menyampaikan bahwa dirinya baru saja kembali dari Kota Solo, Jawa Tengah, usai menghadiri agenda penting Partai PSI dalam rangka Kongres Nasional yang digelar pada 19–20 Juli 2025.

    Sudiono menuturkan bahwa sehari sebelum kongres, yakni tanggal 18 Juli 2025, dirinya berkesempatan bersilaturahmi langsung dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo.

    “Alhamdulillah saya bisa bertemu langsung dengan Pak Jokowi. Dalam pertemuan tersebut, saya menyampaikan salam hormat dan menitipkan salam khusus untuk Bapak Bupati Tanggamus, Drs. Moh. Saleh Asnawi,” ujar Sudiono.

    Silaturahmi ini sekaligus menjadi momentum mempererat komunikasi dan sinergi antara Partai Solidaritas Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Tanggamus dalam membangun daerah secara bersama-sama.

    (*)