Lampung — Polda Lampung menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Melalui semangat kampanye “Ayo Jaga Lampung”, Polda Lampung mengajak masyarakat, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga seluruh lapisan warga untuk memperkuat sinergi dalam menjaga situasi tetap aman, damai, sehat, dan beradab.

Ajakan ini selaras dengan nilai luhur budaya Lampung, khususnya Sakai Sambayan, yang mengandung makna gotong royong, kebersamaan, dan solidaritas sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai tersebut dinilai sebagai fondasi penting dalam membangun keharmonisan sekaligus memperkuat ketahanan sosial terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas.
Di tengah dinamika kehidupan sosial yang semakin kompleks, masyarakat memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas lingkungan. Mulai dari kepedulian terhadap sekitar, keaktifan dalam ronda malam, komunikasi antarwarga, penyelesaian masalah melalui musyawarah, hingga pelaporan cepat terhadap potensi gangguan keamanan menjadi bentuk nyata kontribusi masyarakat.
Selain itu, Polda Lampung juga terus memperkuat program Sabuk Kamtibmas Polda Lampung sebagai wadah kolaborasi antara Polri, pemerintah, tokoh masyarakat, dan seluruh warga. Melalui sinergi ini, sistem keamanan diharapkan tidak hanya bertumpu pada penegakan hukum, tetapi juga tumbuh dari kesadaran kolektif masyarakat.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, menegaskan bahwa stabilitas daerah hanya dapat terwujud jika seluruh unsur memiliki komitmen yang sama.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Lampung. Keamanan bukan hanya tugas Polri, tetapi tanggung jawab kita semua. Ketika semua unsur bersatu dalam semangat Sakai Sambayan, maka Lampung akan tetap kuat, aman, damai, dan beradab,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa nilai adat Lampung harus terus dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun persaudaraan, memperkuat persatuan, dan meningkatkan kepedulian sosial.
Menurutnya, masyarakat yang sehat dan beradab hanya dapat tumbuh dalam lingkungan yang tertib, aman, dan penuh rasa saling menghormati. Oleh karena itu, partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci utama menjaga kestabilan sosial di Provinsi Lampung
“Mari kita jaga Lampung dengan hati, kepedulian, dan kebersamaan. Kamtibmas yang kondusif adalah pondasi pembangunan dan syarat utama terwujudnya masyarakat Lampung yang aman, damai, dan beradab,” tutup Yuni.












